Langsung ke konten utama

HAMZANWADI, PAHLAWAN LINTAS SEKTORAL


by : H. Habib Ziadi
Pengasuh Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah Praya

Kesyukuran luar biasa bagi masyarakat NTB atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada guru besar mereka, Maulanasyaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Pertama, karena sebelum beliau, NTB belum memiliki seorang pun tokoh bergelar pahlawan nasional. Kedua, karena kiprah dan jasa beliau sudah sangat nyata bagi bangsa dan Negara. Diangkatnya beliau menjadi pahlawan nasional berarti penghargaan dan pengakuan pemerintah terhadap kontribusi dan perjuangan besar beliau.
Masyarakat NTB mengenal Maulanasyaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai salah satu tokoh sentral di daerah mereka. Kepopuleran beliau yang dikenal pula dengan nama Kiyai Hamzanwadi tidak diragukan oleh siapapun warga NTB. Kepopuleran yang lahir dari kepeloporan beliau dalam membuka ruang-ruang kebaikan, inovasi, dan kreatifitas bagi masyarakat luas. Kepeloporan itu melahirkan rasa takzim (penghormatan) dan mahabbah (kecintaan) ummat pada sosok beliau.
Banyak orang tua menamakan anaknya dengan nama Zainuddin, Hamzanwadi, atau nama kecil beliau yaitu Muhammad Saggaf. Tujuannya yaitu tabarrukan agar kelak anak-anak mereka bisa mencontohi kepeloporan Kiyai Hamzanwadi. Sewaktu hayat Kiai Hamzanwadi, anak-anak itu dibawa kehadapan beliau untuk digetok kepalanya lalu didoakan semoga menjadi anak yang shalih.
Kiai Hamzanwadi merupakan sosok komplit semasa hayatnya. Beliau sebagai tuan guru yang bertugas sebagai penutur dan penuntun kebaikan. Masyarakat dituntunnya kearah yang lebih baik. Bagaimana masyarakat diajak maju pola pikirnya, meningkat kualitas spiritualnya, dan bersemangat hidupnya. Karena kunci kemajuan hakiki adalah berfikir positif dan mengamalkan agama dengan baik dan benar. Jika masyarakat sudah mengamalkan agama dengan baik, sesuai dengan tuntutan agama itu, dia akan bekerja dengan baik dan maksimal pula.
Selama sehari beliau biasa mengisi pengajian di 3 hingga 5 titik. Dimulai dari membuka kajian pagi di hadapan para mahasasntri Ma’had Darul Qur’an wal Hadits Pancor, kemudian berlanjut berkeliling bersafari dakwah ke seluruh NTB. Tiada hari tanpa mengajar dan memberi wejangan agama. Menebar nasihat-nasihat agar jiwa-jiwa tersadar. Memantik semangat hidup agar yang pesimis bisa segera bangkit. Bahwa hidup adalah berjuang dan bertarung. Seorang Muslim harus siap dengan segala kondisi dan situasi.
Kiyai Hamzanwadi bagi masyarakat Muslim NTB adalah mahaguru yang bukan saja dicintai sepenuh hati, namun titah dan nasihatnya didengar. Jauh sebelum beliau diangkat menjadi pahlawan Nasional, beliau sudah tertanam dalam hati jutaan warga NTB sebagai pahlawan sejati.
Dalam dunia pendidikan, melalui tangannya, beliau membuka ratusan sekolah, madrasah, panti asuhan, dan beberapa universitas. Betapa banyak sarjana-sarjana yang terancam pengangguran akhirnya bisa selamat. Betapa banyak anak-anak kurang mampu akhirnya bisa tertampung dan menuntut ilmu dengan biaya murah. Lembaga-lembaga pendidikan di Nahdlatul Wathan (NW) memang rata-rata berbiaya murah. Jauh sebelum pemerintah pusat mensubsidi biaya operasional pendidikan dasar hingga menengah sehingga menggratiskan biaya sekolah, beliau sudah lebih dulu melakukannya. Bisa dikatakan semua lembaga-lembaga pendidikan NW tidak berbiaya. Jikapun ada, itu tidak seberapa dan tidak bisa mengcover kebutuhan operasional. Ajaibnya, fakta berbicara bahwa tidak ada madrasah atau sekolah NW bubar akibat kurangnya biaya pada zaman sebelum program BOS (bantuan Operasional Sekolah) bergulir. Jadi, bagi jutaan masyarakat yang pernah mengenyam pendidikan di NW, Kiyai Hamzanwadi adalah pahlawan pendidikan.
Belum lagi berbicara factor ekonomi, bahwa lembaga-lembaga pendidikan di masa hayat Kiyai Hamzanwadi hamper semuanya tidak berasrama. Para santrinya mondok di rumah-rumah penduduk. Para guru atau ustadznya pun demikian. Roda ekonomi masyarakat menggeliat. Mereka berlomba-lomba membangun pemondokan yang disewakan kepada para santri itu. Warung-warung nasi bermunculan. Ada pula yang sekedar menjual lauk pauk. Masyarakat kawasan madrasah atau sekolah NW merasakan berkah ekonomi luar biasa. Perputaran uang meningkat signifikan. Bagi masyarakat yang terdampak ekonominya, sosok Kiyai Hamzanwadi sudah barang tentu adalah pahlawan ekonomi mereka.
Dampak dalam bidang dakwah pun kental terasa. Mushalla-mushalla di kampung-kampung ramai dengan para santri. Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) banyak dibentuk yang diasuh langsung oleh santri yang pandai mengaji. Para santri hilir mudik mendatangi rumah ustadz yang membuka pengajian kitab kuning. Pergaulan sosial pun terkena dampak positif. masyarakat cenderung lebih islami dan relijius. Kenakalan remaja berkurang. Alhasil, predikat kota atau desa santri disematkan di beberapa tempat. Strategi semacam ini melahirkan simbiosis mutualisme antara pesantren, santri, dan masyarakat sekitar. Seperti pemaparan di atas, pola pesantren seperti format ini mengandung dampak positif yang khas.
Dalam dunia seni dan budaya, beliau bukan saja sebagai pemerhati budaya dan pecinta seni saja, namun beliau adalah tokohnya. Belasan lagu telah dikarangnya. Ratusan bait-bait syair berupa pantun dan sajak digubahnya. Semua karya itu dihajatkan demi keberlangsungan dakwah, motivasi pendidikan, dan kebangkitan ummat. Lagu-lagu yang ditulisnya menampilkan patriotism pada agama dan negara. Kecintaannya pada Sasak, NTB, dan Indonesia telah mendorongnya menulis lagu-lagu hebat, baik yang berbahasa sasak, Indonesia, bahkan meski berbahasa Arab sekalipun.

Beliaulah Kiyai Hamzanwadi. Beliau meninggalkan perahu bernama Nahdlatul Wathan sebagai wadah dan wasilah berjuang. Tidak pernah disebut beliau sebagai jalan terbaik, namun sebagai wadah menghimpun potensi-potensi ummat untuk berkontribusi kembali kepada ummat. Beliau meninggalkan ide-ide brilian melampaui zaman. Agar anak didiknya dan pecintanya tidak saja memiliki literature bahan bacaan, namun pandai pula membaca zaman
Beliau bekerja dan berkarya dalam lintas sektoral dan pengabdian. Berkiprah tanpa mengharap jasa imbalan dan tepuk tangan. Jauh dari jepretan kamera media-media ternama. Beliau telah menanam dengan ikhlas. Kini insya Allah beliau di alam barzakh sudah menunai dan menikmati hasilnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Kedatangan Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki ke Lombok

KISAH AJAIB PEMAKAMAN TGH. AHMAD IZZUDDIN HABIB MISPALAH

PENUTUR : AL-USTADZ SYAMSUL WATHANI, QH (PENDIDIK DI PP DARUL MUHIBBIN NW MISPALAH PRAYA)

Menjelang beberapa bulan menjelang wafatnya, beliau sempat mengisi majelis taklim binaan beliau di masjid Nurul Iman Mispalah Praya. Itu sebagai pengajian perpisahan dengan jamaah beliau. Tema yang beliau sampaikan saat itu adalah tentang keadaan kematian orang-orang sholeh. Kata beliau dalam pengajiannya, “Orang-orang yang sholeh jika meninggal dunia akan tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt di mana saja dia meninggal, entah di darat, di lautan, walaupun jasadnya tenggelam dalam laut, tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt. Walaupun tidak dikuburkan sebagaimana layaknya orang mati di daratan, dia tetap dimuliakan oleh Alloh swt, berkat kesholehannya. Maka para jamaah, jika plungguh sami menghadiri pemakaman orang orang sholeh, mungkin kebetulan saat musim hujan atau memang tanah pekuburannya banyak mengandung air, terus plungguh sami melihat banyak air di dalam kuburan orang tersebut, maka kita tida…

BIOGRAFI SYEIKH RAHMATULLAH Al-HINDI (PENDIRI MADRASAH LEGENDARIS AS-SHAULATIYAH MAKKAH AL-MUKARRAMAH)

Oleh: Husein Zaenal Muttakin, Lc., M.Pd.I BAB I
A.     Pendahuluaan Kondisi keagamaan  India pada abad 19 M sangat buruk.Kemunkaran dan kemaksiatan menyebar luas.Banyak sekali  fatwa-fatwa  dari para ulama yang jauh dari kebenaran, bahkan sampai ada yang berfatwa gugurnya kewajiban ibadah haji.Para pelajar banyak dirancuni oleh pemikiran barat sehingga mereka menganggap para ulama sebagai kaum yang jumud dan ketinggalan jaman.[1] Gerakan kristenisasi di India sangat gencar.Pada tahun 1792 M untuk pertama kali didirikan Lembaga Misi Kristen Protestan,kemudian pada tahun 1795 didirikan Organisasi Misi Kristen London dan pada Tahun 1799 didirikan Organisasi Misi Kristen  Gereja Inggris.[2] Sebelum memasuki awal abad ke 19 M, rombongan para misionaris dengan resmi dan teratur di kirimkan ke India  oleh Pemerintah Inggris, bahkan perusahaan-perusahaan dagang Inggris yang di India, disamping mendanai misi itu mereka memberikan hak istimewa kepada para misionaris itu. Untuk upaya…