Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari dan Ukhuwah Islamiyah

Oleh : Ahmad Kholili Hasib www.hidayatullah.com KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama’ (NU), merupakan ulama pejuang yang memahami bagaimana cara untuk mencapai umat Muslim Indonesia yang terbaik. Ia melestarikan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah di Indonesia ini dengan merespon persoalan-persoalan aktual pada zamannya dengan tetap berada pada semangat mempertahankan ukhuwah Islam. Menurut KH. Hasyim Asy’ari, fanatisme terhadap perkara furu’ (perkara cabang dalam agama) itu tidak dipernkenankan oleh Allah swt, tidak diridlai oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pada tanggal 9 Pebruari 1940 bertepatan dengan mu’tamar NU ke-XV di Surabaya Jawa Timur ia menyampaikan pidato bersejarah: “Wahai para ulama’ yang fanatik terhadap madzhab-madzhab atau terhadap suatu pendapat, tinggalkanlah kefanatikanmu terhadap perkara-perakar furu’, dimana para ulama telah memiliki dua pendapat yaitu; setiap mujtahid itu benar dan pendapat satunya mengatakan mujtahid yang benar itu satu akan tetap…

Teladan Empat Madzhab dalam Toleransi

ULAMA empat madzhab adalah para figur yang mengedepankan kesatuan pendapat, dan tidak egois dengan pendapatnya. Meski memiliki pandapat sendiri dalam madzhab, namun masing-masing madzhab selalu melihat pendapat madzhab lain, dan melakukan upaya untuk  meminimalisir perbedaan, yang biasa disebut muru`atul khilaf, dimana masing-masing madzhab bersepakat bahwa keluar dari ranah khilaf merupakan perkara yang mustahab. Demikian, beberapa contoh, upaya masing-masing madzhab untuk meminimalisir perbedaan dengan madzhab lain di beberapa masalah. Madzhab Hanafi Membaca surat Al Fatihah dalam madzhab Hanafi bukanlah bagian dari rukun yang harus dikerjakan, namun ulama madzhab Hanafi memotivasi agar pengikutnya membaca surat Al Fatihah saat shalat jenazah. Tertulis dalam kitab fiqih Al Hanafi ,Maraqi Al Falah,”….dan boleh membaca Al Fatihah dengan tujuan memberikan pujian, demikian hal ini telah dinashkan bagi madzhab kita, dan di Al Bukhari dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, bahwa ia menshalat…

Jangan Remehkan Hadits Dhaif

SETELAH mengupas mengenai penggunaan hadits dhaifdalam hukum, menurut para ulama mujtahid madzhab empat, ada baiknya membahas mengenai penggunaan hadits dhaif di luar hukum, yakni dalam masalah fadha’il a’mal. Sebagaimana dinyatakan oleh Imam An Nawawi, seorang hafidzhadits sekaligus faqih dari kalangan Asy Syafi’iyyah, bahwa penggunaan hadits dhaif dalam perkara fadha’il a’malmerupakan hal yang dibolehkan sesuai dengan kesepakatan ulama. Imam An Nawawi menyatakan,”Dan telah bersepakat para ulama bahwa mengenai bolehnya beramal dengan hadits dhaifdalam fadha’il al a’mal.” (Al Arba’un An Nawawiyah, hal. 3) Beberapa ulama yang menegaskan apa yang disampaikan Imam An Nawawi ini adalah Ibnu Hajar Al Haitami Al Makki.  (lihat, Fathu Al Mubin, hal. 32) Ijma’ bolehnya penggunaan hadits dhaif dalam fadha’il juga ikut ditegaskan oleh AlAllamah Ali Al Qari, ”Hadits dhaif digunakan untuk fadhail a’mal sesuai kesepakatan.” (lihat, Al Maudhu’at,hal.73). Ali Al Qari juga menegaskan hal yang sama dal…