Langsung ke konten utama

Energi Patriotisme Dalam Lagu Karya Maulanasyaikh

Oleh: Dr. TGH. Fahrurozi Dahlan, MA
Salah satu ciri khas NW adalah Bersenandung lagu patriotisme. Lagu pembangkit semangat yang tidak banyak Tuan Guru yang mempopulerkan dan menjadikannya sebagai media Pembelajaran atau media Dakwah. Terhitung Lebih dari 20-an Karya Maulanassyaikh dalam bentuk sajak dan syair. Satu diantara yang banyak itu adalah Lagu : Hayya Ghanu Nasyidana yang maknanya Mari Kita Bersenandung

Pertama:

Lagu Ini diajar lansung oleh Maulanassyaikh kepada murid-muridnya Di Ma'had DQH (Semoga Saya termasuk yang pantas menjadi murid Beliau). Beliau menyebut Lagu Ini Lagu Khalid bin Walid. Lagu penggerak perjuangan. Saya bisa maknai kenapa Beliau menyebut Lagu Ini Lagu Khalid bin walid. Penyemangat untuk berjuang pantang menyerah.

Kedua: Lagu Ini dipopulerkan pada 4 atau tiga tahun menjelang wafatnya Maulanassyaikh Dan selalu dibaca diakhir pengajian Beliau. Beliau sepontan selesai mengaji lansung Bersenandung Hayya Ghanu Nasyidana...kitapun serentak menyahut Dan menyambut senandung Lagu Ini. Pertanyaannya...Fahamkah kita kenapa Lagu Ini dipopulerkan Di akhir2 hayat Beliau...padahal Lagu Ini Beliau karang Di tahun 1950-an seiring dengan lagu-lagu Antiya Pancor, Ya man yarumu, Nahdlatul wathan setia...

Saya mencoba menganalisanya dengan pendekatan analitis teks / wacana kritis yang dipadukan dengan pendekatan etis santrisme. 

Ketiga: Hayya.. Panggilan Kolektif Dan kebersamaan. Maulanassyaikh faham akan pentingnya kerja Kolektif Dan kebersamaan. Tidak akan sukses sebuah organisasi Tampa kolektifitas. (Jamaah wa jam'iyyah.)
Keempat: Nasyiidana: Lagu kita. Lagu untuk kita. Bersenandung bersama. Dalam perjuangan suka duka harus ditanggung bersama. Kebahagiaan harus dirasakan oleh Semua orang. 
Kelima: Yaa Fata Sasak. 
Duhai pemuda Sasak. Panggilan komunitas dan Panggilan primordialisme sebagai identitas Beliau sebagai orang Sasak yang telah tersibghoh dgn berjuta pengalaman tapi tidak melupakan dari mana asal muasal Beliau berangkat shigga menjadi orang terpandang. 
Keenam; Sasak di Indonesia. Menjelaskan eksistensi pemuda Sasak yang terus berkiprah untuk Indonesia bahkan Nusantara bahkan dunia. Penyebutan Sasak bi Indonesia. Sangat memungkinkan Anak Sasak memimpin Indonesia atau mempertegas komitment entitas dan identitas yang harus mampu bersaing Di tengah keterpurukan pemuda Sasak saat itu. 
Ketujuh: Ballighil ayyyama wallayaaliya: pemuda Sasak harus ambil Posisi sebagai penyampai misi visi keagamaan dan kebangsaan yang tak kenal siang dan malam. Tak kenal lelah dan menyerah. 
Kedelapan: Nahnu Ikhwanusshofa: kita adalah kelompok Ikhwanusshofa. Kelompok cerdik pandai yang intelektual sufistik yang terdidik dan tercerahkan. Penisbahan kita orang Sasak dengan Ikhwanusshofa memberikan arti kita harus berpikir visioner Dan konstruktif demi sampainya misi visi Menuju Indonesia yang terdidik. Menggambarkan heriok tokoh-tokoh pemikir guna menjadi panduan Dan teladan untukmu Yaa Fata Sasak. 
Kesembilan: Kulluna alal wafa. KITA dalam loyalitas yang sama Dan dedikasi yang tak ternilai. Loyal Dan dedikasi menjadi prasyarat untuk meraih visi misi kejayaan. Tidak ada artinya berorganisasi jika tidak loyal kepada pimpinan organisasi. PB NW namanya. Tak usah terlalu berlebihan untuk menjadi number  One. Di Indonesia jika kita tidak berada dalam loyalitas [KULLUNA ALAL WAFA]. intinya Ini kita harus WAFA atas pimpinan yang terlegalkan secara agama Dan negara. Agar mulus kita Menuju Yaa Fata Sasak Bi Indonesia. [harapan maulana].
Kesepuluh: Fastaiz bihizbina yahya... Bangkitlah melalui organisasi kita Sehingga kita sukses. Sukses bersama organisasi kita Duhai Fata Sasak. 
Kesebelas. Lalalala nubaly lalala numaly. Pengikraran Dan pengutan komitment untuk tidak pantang menyerah Dan tak boleh berhenti berjuang.

Keduabelas: man yas'a lil maaly laa yakhsya min Khusuumy. SIAPA YANG INGIN MENJADI NO I DI INDONESIA ATAU MAU SUKSES KE DERAJAT YANG TINGGI. Takkan gentar dari cengkraman orang orang yang dengki. Jika masih dengki. Masih iri masih saling menghukumi masih saling hujat, maka yaqinlah tidak kesampaian Maaly untuk Fata Sasak bi Indonesia itu. Subhanallah. Mukasyafah- terawangan Maulana terbukti di akhir zaman Ini. Bagaimana kita di NW saat Ini.
Ketigabelas: INDONESIA... lagi lagi Maulana menyebut Indonesia. Ada apa dengan Sasak dan Indonesia?. Anty ramzul ittihaady.. Indonesia adalah lambang persatuan dan kesatuan. NKRI adalah harga mati. Maka raihlah duhai Fata Sasak bi Indonesia! 
Keempatbelas: Sasak Indonesia. Peneguhan diri bahwa Sasak hanya identitas kesukuanmu...tapi yang terpenting adalah Ilal amam sir laa tubaaly...Maju jangan menyerah dalam meraih cita cita perjuangan. 
Lakil fidaa Yaa ittihaady...Tebusanku adalah bersatu.
Duhai Anak anakku bersatu
Duhai cucuku bersatu. 
Duhai muridku. 
Bersatu Duhai bangsaku bersatu 
Duhai masyarakatku.

Kelimabelas: inilah rahasia kenapa Lagu Ini didengungkan diteriakkan setiap hari oleh Maulanassyaikh Agar kita insaf dan sadar akan arti Sasak, pemuda, organisasi. Dan persatuan sesama nahdiyyah wathoniyah indonesiyyah wa islamiyah.
Inilah perenungan saya atas Lagu yang Saya ikut berteriak di depan maulana 20 tahun silam. Semoga terwujud ya Allah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Kedatangan Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki ke Lombok

KISAH AJAIB PEMAKAMAN TGH. AHMAD IZZUDDIN HABIB MISPALAH

PENUTUR : AL-USTADZ SYAMSUL WATHANI, QH (PENDIDIK DI PP DARUL MUHIBBIN NW MISPALAH PRAYA)

Menjelang beberapa bulan menjelang wafatnya, beliau sempat mengisi majelis taklim binaan beliau di masjid Nurul Iman Mispalah Praya. Itu sebagai pengajian perpisahan dengan jamaah beliau. Tema yang beliau sampaikan saat itu adalah tentang keadaan kematian orang-orang sholeh. Kata beliau dalam pengajiannya, “Orang-orang yang sholeh jika meninggal dunia akan tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt di mana saja dia meninggal, entah di darat, di lautan, walaupun jasadnya tenggelam dalam laut, tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt. Walaupun tidak dikuburkan sebagaimana layaknya orang mati di daratan, dia tetap dimuliakan oleh Alloh swt, berkat kesholehannya. Maka para jamaah, jika plungguh sami menghadiri pemakaman orang orang sholeh, mungkin kebetulan saat musim hujan atau memang tanah pekuburannya banyak mengandung air, terus plungguh sami melihat banyak air di dalam kuburan orang tersebut, maka kita tida…

BIOGRAFI SYEIKH RAHMATULLAH Al-HINDI (PENDIRI MADRASAH LEGENDARIS AS-SHAULATIYAH MAKKAH AL-MUKARRAMAH)

Oleh: Husein Zaenal Muttakin, Lc., M.Pd.I BAB I
A.     Pendahuluaan Kondisi keagamaan  India pada abad 19 M sangat buruk.Kemunkaran dan kemaksiatan menyebar luas.Banyak sekali  fatwa-fatwa  dari para ulama yang jauh dari kebenaran, bahkan sampai ada yang berfatwa gugurnya kewajiban ibadah haji.Para pelajar banyak dirancuni oleh pemikiran barat sehingga mereka menganggap para ulama sebagai kaum yang jumud dan ketinggalan jaman.[1] Gerakan kristenisasi di India sangat gencar.Pada tahun 1792 M untuk pertama kali didirikan Lembaga Misi Kristen Protestan,kemudian pada tahun 1795 didirikan Organisasi Misi Kristen London dan pada Tahun 1799 didirikan Organisasi Misi Kristen  Gereja Inggris.[2] Sebelum memasuki awal abad ke 19 M, rombongan para misionaris dengan resmi dan teratur di kirimkan ke India  oleh Pemerintah Inggris, bahkan perusahaan-perusahaan dagang Inggris yang di India, disamping mendanai misi itu mereka memberikan hak istimewa kepada para misionaris itu. Untuk upaya…