Langsung ke konten utama

Ponpes NW Mispalah Praya Gaungkan “Hidupkan Al-Qur’an di Rumahmu”

Menjelang perhelatan MTQ nasional ke- 26 di NTB, Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah mengadakan safari dakwah ke beberapa lokasi. Kegiatan ini menggandeng seorang ulama muda asal Mesir, yaitu Syaikh Asron Jabir Al-Iskandari.  Safari dakwah ini mengambil tema “Hidupkan Al-Qur’an di rumahmu”.
Tujuan kegiatan ini menurut TGH. M. Shobri Azhari, selaku pengasuh Ponpes adalah untuk mengingatkan kaum muslimin agar kembali menggaungkan tilawah Al-Qur’an di rumah-rumah mereka. “Ummat Islam seolah hanya mengenal Al-Qur’an di bulan Ramadhan saja, selepas Ramadhan rumah mereka sepi dari bacaan Al-Qur’an, kita ingin agar Al-Qur’an menjadi bacaan harian kaum Muslimin”, ungkapnya.

Program dakwah ini berlangsung di beberapa titik, seperti di Masjid Mispalah, masjid Merang Baru, masjid jami’ Praya, Ponpes Darul Aminin NW Aikmual, Ponpes Darut Thayyibin NW Batujai, bahkan hingga masjid Jami’ Pancor Lombok Timur. Antusiasme jamaah mengikuti safari dakwah ini sangat luar biasa.
Dalam beberapa tausyiahnya, Syaikh Asron Jabir mengingatkan pentingnya Al-Qur’an dalam kehidupan seorang muslim. Al-Qur’an bukan saja mukjizat terbesar Nabi saw, namun hakikatnya merupakan hadiah bagi ummat manusia, bahkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Ulama muda penghafal Al-Qur’an dan menguasai ilmu Qiraat itu menuturkan bahwa tidak ada kemuliaan hakiki bagi seorang muslim melainkan bersama Al-Qur’an. “Hidupkan Al-Qur’an di rumahmu, maka hiduplah hati-hati para penghuninya, bercucuran rahmat dari Tuhan, dan akan datang barakah langit kepadamu.” Bahkan kata beliau bahwa barangsiapa yang membimbing anaknya dengan Al-Qur’an, maka nanti Al-Qur’an yang akan membimbingnya, barangsiapa mengajarkan anaknya Al-Qur’an, maka Al-Qur’an yang akan membukakan baginya ilmu-ilmu lainnya.

Dalam beberapa kesempatan tausyiah yang diterjemahkan oleh Ustadz H. Habib Ziadi, beliau memotivasi para orang tua untuk mengarahkan anak mereka menghafal Al-Qur’an. “Jika anda ingin diberi mahkota kemuliaan di akhirat atau menjadi ahli syafaat, maka anda harus memiliki anak yang hafidz Al-Qur’an.”

Syaikh Asron menceritakan, "Pernah ada salah seorang anak datang kepada saya. dia mengutarakan niatnya untuk belajar AL-Qur'an dan menghafal. Dia lalu bertanya, bahwa bolehkah seseorang menghafal Al-Qur'an tanpa sepengetahuan orang tuanya."
Syaikh Asron terkejut dengan pertanyaan itu. apakah orang tuanya tidak mengizinkan anaknya itu menghafal, ataukah ada alasan yang lain. "Mengapa kau bertanya demikian?"
"Syaikh, sungguh saya ingin memberi kejutan pada orang tua saya kelak di yaumil mahsyar, yaitu saat mereka dipasangkan mahkota kemuliaan oleh Alloh sedang mereka tidak mengetahui itu semata-mata karena anaknya yang hafal kalamullah."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Kedatangan Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki ke Lombok

KISAH AJAIB PEMAKAMAN TGH. AHMAD IZZUDDIN HABIB MISPALAH

PENUTUR : AL-USTADZ SYAMSUL WATHANI, QH (PENDIDIK DI PP DARUL MUHIBBIN NW MISPALAH PRAYA)

Menjelang beberapa bulan menjelang wafatnya, beliau sempat mengisi majelis taklim binaan beliau di masjid Nurul Iman Mispalah Praya. Itu sebagai pengajian perpisahan dengan jamaah beliau. Tema yang beliau sampaikan saat itu adalah tentang keadaan kematian orang-orang sholeh. Kata beliau dalam pengajiannya, “Orang-orang yang sholeh jika meninggal dunia akan tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt di mana saja dia meninggal, entah di darat, di lautan, walaupun jasadnya tenggelam dalam laut, tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt. Walaupun tidak dikuburkan sebagaimana layaknya orang mati di daratan, dia tetap dimuliakan oleh Alloh swt, berkat kesholehannya. Maka para jamaah, jika plungguh sami menghadiri pemakaman orang orang sholeh, mungkin kebetulan saat musim hujan atau memang tanah pekuburannya banyak mengandung air, terus plungguh sami melihat banyak air di dalam kuburan orang tersebut, maka kita tida…

BIOGRAFI SYEIKH RAHMATULLAH Al-HINDI (PENDIRI MADRASAH LEGENDARIS AS-SHAULATIYAH MAKKAH AL-MUKARRAMAH)

Oleh: Husein Zaenal Muttakin, Lc., M.Pd.I BAB I
A.     Pendahuluaan Kondisi keagamaan  India pada abad 19 M sangat buruk.Kemunkaran dan kemaksiatan menyebar luas.Banyak sekali  fatwa-fatwa  dari para ulama yang jauh dari kebenaran, bahkan sampai ada yang berfatwa gugurnya kewajiban ibadah haji.Para pelajar banyak dirancuni oleh pemikiran barat sehingga mereka menganggap para ulama sebagai kaum yang jumud dan ketinggalan jaman.[1] Gerakan kristenisasi di India sangat gencar.Pada tahun 1792 M untuk pertama kali didirikan Lembaga Misi Kristen Protestan,kemudian pada tahun 1795 didirikan Organisasi Misi Kristen London dan pada Tahun 1799 didirikan Organisasi Misi Kristen  Gereja Inggris.[2] Sebelum memasuki awal abad ke 19 M, rombongan para misionaris dengan resmi dan teratur di kirimkan ke India  oleh Pemerintah Inggris, bahkan perusahaan-perusahaan dagang Inggris yang di India, disamping mendanai misi itu mereka memberikan hak istimewa kepada para misionaris itu. Untuk upaya…