Langsung ke konten utama

Ziarah Daawiyah wa Ukhowiah Para Asatizah dari Negeri Brunei Darussalam ke Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah.

Beberapa asatidzah dan pegiat dakwah asal Brunei Darussalam berkunjung ke Kampung Mispalah Kamis malam (21/4). Romobongan dipimpin pleh Al-Ustadz Tuan Abdul Hamid. Mereka menginap di rumah TGH. M. Thahir Azhari. Malam itu, Penasihat Ponpes mengajak para tamu mengikuti proses belajar mengajar santri tahfidz Ponpes NW Mispalah. para tamu bersyukur melihat geliat tahfidz Al-Quran di tengah pemukiman warga.
 


Salat subuh di masjid Nurul Iman Komplek Ponpes NW Mispalah. Selepas shalat dan zikir dilanjutkan dengan tausyiah Ustadz Ansori. 
Beberapa poin nasihatnya yang berhasil kami rangkum di antaranya: 
Gerakan dakwah Islam berkembang ke berbagai penjuru dunia.
Islam dibawa, diemban, dan didakwahi oleh insan yg bersih hatinya, gemar menimba ilmu, dan sayang terhadap sesama.
Nabi saw mendidik para sahabatnya mencintai Alloh n Rasul-Nya di atas segala-galanya. Sehingga Alloh memberi mereka segalanya..
Islam tidak mengenal dikhotomi ilmu, semua ilmu jika diiringi ketaqwaan, akan berbuah iman n manfaat luas.

Ketika para pelajar nantinya menjalani profesi masing-masing, jalankan dengan profesional dan penuh keimanan. Jadilah tentara yang beriman, polisi beriman, pedagang beriman, pegawai beriman, petani beriman, dan pendidik yang beriman. demikianlah Nabi saw mendidik para sahabatnya. 
Sahabat nabi itu tidak satu profesinya, tapi berbeda-beda. Namun profesi mereka hanya jalan mencari rido Allah, mencari akhirat. Akhirnya berbahagialah mereka.

Insya Alloh kunjungan ini akan berlanjut. Semoga ke depan jika Alloh memudahkan, pihak ponpes akan berkunjung ke Brunei untuk menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan dan lembaga sosial di negeri Darussalam tersebut agar "berkah silaturahim" ini benar-benar terwujud menjadi nyata dan dirasakan oleh Pondok pesantren dan segenap stake holdernya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Puisi Cinta Nabi saw

Permata Hati Engkaulah yang menjadi permata hati kami Engkaulah yang menjadi mutiara akal ini Engkaulah yang menerangi kegelapan jiwa ini Engkaulah yang menunjuki jalan keselamatan Ya…Nabiyallah Ya…Rasulallah Ya…Habiballah shalawat dan salam untukmu semoga kami dapat bertemu denganmu … Sumber : http://puisiislam.blogdetik.com/tag/nabi-muhammad-saw/ Rasulullah Saw Berabad-abad sudah berlalu namun namamu masih melekat di hatiku tak pernah aku bertemu atau berjumpa denganmu tak pernah aku melihat langsung dakwahmu namun sinar cahaya itu mampu menebus jaman dan ruang menembus perbedaan di antara seluruh umat manusia cahaya itu tak pernah redup sampai akhir zaman Rasulullah SAW , begitu agung namamu bergetar hati ini , menangis , rindu bertemu dengan mu rindu pada suri tauladan yang kau berikan rindu pada kesederhanaan dan kepedulianmu rindu pada kedamaian yang kau ciptakan Rasulullah SAW , rindu pada kepemimpinanmu Cinta dan kasih sayang mu tiada tara Rahmatan Lil Alamin , memang itulah

Mengenal Kitab Ulmumul Hadits Masa Klasik, Pertengahan, dan Modern

Oleh: Habib Ziadi PENDAHULUAN Ilmu hadits menurut Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki memiliki 3 kandungan defenisi: Pertama :  penukilan riwayat yang disandarkan kepada Rasul saw dari pernyataan yang dikatakan oleh beliau, perbuatan yang dikerjakannya, atau persetujuannya, atau sifat-sifatnya. Yakni, semua tentang diri beliau dan sejarahnya baik sebelum atau sesudah kerasulan. Termasuk apa yang dinukil dari sahabat dan tabi’in. Ilmu hadits kategori ini disebut, “Ilmu Riwayah al-Hadits.” Kedua: Metode atau jalan yang digunakan dalam sampainya hadits-hadits dari sisi keadaan para perawi, kekuatan hapalan dan keadilannya, atau dari sisi sanad, apakah ia muttasil atau munqati’. Kategori ini dikenal dengan istilah “ilmu Ushul al-Hadits”. Ketiga, pembahasan pada pemahaman makna atau mafhum ma’na dari lafazh-lafazh hadits, maksudnya berdasarkan kaidah bahasa Arab dan ketentuan syariat dan disesuaikan dengan prilaku Nabi saw. [1] Perkembangan ulumul hadits dari masa ke masa

Prof. DR. Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki Al Hasani

Biografi Singkat Kelahiran Beliau Al 'Allamah Al Muhaddits Al Sayyid Prof. Dr. Muhammad ibn Sayyid 'Alawi ibn Sayyid 'Abbas ibn Sayyid 'Abdul 'Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki al-Asy'ari asy-Syadzili lahir di Makkah pada tahun 1365 H. Pendidikan pertamanya adalah Madrasah Al-Falah, Makkah, dimana ayah beliau Sayyid Alawi bin Abbas al Maliki sebagai guru agama di sekolah tersebut yang juga merangkap sebagai pengajar di halaqah di Haram Makki yang tempatnya sangat masyhur dekat Bab As-salam. Beliau juga belajar kepada ulama-ulama Makkah terkemuka lainnya, seperti Sayyid Amin Kutbi, Hassan Masshat, Muhammad Nur Sayf, Sa'id Yamani, dan lain-lain.Sayyid Muhammad memperoleh gelar Ph.D-nya dalam Studi Hadits dengan penghargaan tertinggi dari Jami' al-Azhar di Mesir, pada saat baru berusia dua puluh lima tahun. Beliau kemudian melakukan perjalanan dalam rangka mengejar studi Hadits ke Afrika Utara, Timur Tengah, Turki, Yaman, dan ju