Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

Ziarah Daawiyah wa Ukhowiah Para Asatizah dari Negeri Brunei Darussalam ke Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah.

Beberapa asatidzah dan pegiat dakwah asal Brunei Darussalam berkunjung ke Kampung Mispalah Kamis malam (21/4). Romobongan dipimpin pleh Al-Ustadz Tuan Abdul Hamid. Mereka menginap di rumah TGH. M. Thahir Azhari. Malam itu, Penasihat Ponpes mengajak para tamu mengikuti proses belajar mengajar santri tahfidz Ponpes NW Mispalah. para tamu bersyukur melihat geliat tahfidz Al-Quran di tengah pemukiman warga.



Salat subuh di masjid Nurul Iman Komplek Ponpes NW Mispalah. Selepas shalat dan zikir dilanjutkan dengan tausyiah Ustadz Ansori. 
Beberapa poin nasihatnya yang berhasil kami rangkum di antaranya: 
Gerakan dakwah Islam berkembang ke berbagai penjuru dunia.
Islam dibawa, diemban, dan didakwahi oleh insan yg bersih hatinya, gemar menimba ilmu, dan sayang terhadap sesama.
Nabi saw mendidik para sahabatnya mencintai Alloh n Rasul-Nya di atas segala-galanya. Sehingga Alloh memberi mereka segalanya..
Islam tidak mengenal dikhotomi ilmu, semua ilmu jika diiringi ketaqwaan, akan berbuah iman n manfaa…

BIARLAH CINTA MILIK KITA AGAR HATI SENANTIASA DEKAT

copas dari fb KH. Danang Kuncoro, Lc Seorang Syeikh berjalan dengan para muridnya. Mereka melihat ada sebuah keluarga yang sedang bertengkar dan saling berteriak. Syeikh tersebut berpaling kepada muridnya dan bertanya : "Mengapa orang saling berteriak jika mereka sedang marah?" Salah seorang murid menjawab : "Karena kehilangan sabar sebab itulah mereka berteriak." "Tetapi, mengapa harus berteriak kepada orang yang berada di sebelahnya? Bukankah pesan yang ia sampaikan boleh diucapkan dengan perlahan saja?" Tanya Syeikh menguji murid-muridnya. Muridnya pun saling memberikan jawaban, namun tidak satu pun jawaban yang mereka sepakati. Akhirnya Syeikh berkata: "Bila dua orang sedang marah, ketahuilah hati mereka saling berjauhan. Untuk dapat menempuh jarak yang jauh itu, mereka mesti berteriak agar perkataannya dapat didengar. Semakin marah, maka akan semakin kuat teriakannya. Karena jarak kedua hati semakin jauh." "Begitu juga sebaliknya, di s…

MTS Ishlahul Ikhwan NW Mispalah Siap Gelar UN

MTS Ishlahul Ikhwan NW Mispalah sejak Senin (11/4) lalu telah mengadakan ujian UAM dan UAMBN. Para peserta berjumlah 44 orang, yang terdiri dari 24 orang laki-laki dan sisanya adalah perempuan. Menurut kepala madrasah MTS NW Mispalah, Baiq Ika Mustikasari S.Pd, jauh sebelumnya pihak madrasah sudah mempersiapkan para santri untuk menghadapi Ujian akhir ini. “Kami mengadakan les tambahan sejak awal semester genab ini. Semua mata pelajaran agama dan pelajaran yang diUNkan kami les-kan.” Menurut guru matematika ini, anak-anak sudah siap menghadapi UN. “Kami optimis anak-anak lulus 100 % dengan nilai yang baik Insya Alloh.” Imbuhnya.
Para santri terlihat khusuk melahap soal yang ada sambil diawasi oleh para pengawas dari MTSN Model Praya. Adapun UN untuk jenjang MTS dan SMP berlangsung nanti pada tanggal 9-12 Mei 2016. 




Tausyiah Habib Muhammad Ahmad Al-Habsyi tentang Hakikat Cinta dalam "Ziarah Mahabbah" Di Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah Praya. Ahad (10/4)

1.Beliau berdoa agar semua santri menjadi orang yang dibanggakan di hadapan Allah, dibanggakan orang tuanya, masyarakatnya, dan kaum Muslimin.
2.Rasa cinta pada sesama manusia, utamanya kaum muslimin harus ditumbuhkembangkan. Dalam sebuah hadits Nabi Mulia saw, “Barangsiapa melihat wajah saudaranya dengan pandangan rindu dan cinta, itu lebih baik dari pada sekedar beriktikaf di masjidku ini (masjid nabawi)” 3.Kumpul kita pada pagi ini untuk Allah, untuk Rasulullah, bukan untuk urusan perut, dunia, dan politik. Insya Allah dengan tujuan kita yang mulia, selepas majelis ini, Allah ampuni dosa kita. Allah sampaikan hajat-hajat kita. 4.Sosok yang paling pantas ditiru adalah Rasulullah Muhammad saw. Dari segala sisi kehidupannya. 5.Rasul saw adalah sosok manusia yang paling romantis dan mesra terhadap istri-istrinya. 6.Beliau jika minum, tidak sungkan meminum bekas istrinya. Bila makan daging, tak sungkan makan bekas gigitan istrinya. 7.Pernah beliau lomba balap lari dengan Aisyah. Aisyah menang…

PERKARA PERUSAK AMAL

Oleh : Muhammad Lobis, S.Pd Guru di MA Ishlahul Ikhwan NW

Dalam Islam, semua amal ibadah semata-mata harus diniatkan untuk meraih keridhaan Allah SWT. Selain dari pada itu, amalan apapun terancam tidak memperoleh imbalan apapun di akhirat. Jika salah niat, maka akan berujung kesia-siaan. Tentu alangkah meruginya. Perkara yang kerap menggerogoti keikhlasan seseorang dalam beramal adalah riya atau pamer.Riya adalah hama penyakit yang paling ganas merusak amal, bahkan Nabi Muhammad SAW. Menyatakan bahwa riya ialah suatu perbuatan yang mengarah sampai kepada kesyirikan kecil, sebagaimana dinyatakan dalam hadist, beliau bersabda: “Riya yang ringan ialah syirik, barangsiapa yang memusuhi wali Allah, maka berarti ia menyatakan perang dengan Allah, Allah mencintai orang-orang yang baik yang bertaqwa serta menyembunyikan ketaqwaannya, yang apabila mereka tidak ada, tidak berat kehilangan. Apabila mereka ada bersama kita, mereka tidak dikenal. Hati mereka bagaikan lampu-lampu petunjuk yang menyinar…

Pendidikan Pesantren: Harapan Bangsa Sejak Dulu, Kini, dan Akan Datang

Oleh : Habib Ziadi Thohir A.Pendahuluan Bangsa Indonesia dewasa ini sedang berusaha keras untuk mengembangkan masa depannya yang lebih cerah dengan melaksanakan transformasi dirinya menjadi suatu “masyarakat belajar”. Maksudnya adalah masyarakat yang mengedepankan proses belajar sebagai suatu kewajiban dan kebutuhan. Kemajuan bangsa hanya dapat diniscayakan dengan membentuk masyarakatkan belajar dan mengutamakan pendidikan. Bangsa yang maju adalah bangsa yang warga negaranya adalah kaum terdidik dan terpelajar. Sebagai suatu bangsa yang tengah berkembang, setiap warga negara Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan waktu yang ada untuk menambah pengetahuan dan keterampilan, sehingga kita sebagai bangsa mampu mengejar ketertinggalan dari bangsa-bangsa maju yang kian melesat.[1] Pendidikan pada hakikatnya merupakan satu upaya untuk mewariskan nilai yang akan menjadi penolong dan penentu umat manusia dalam menjalani kehidupan. Pendidikan sekaligus untuk memperbaiki nasib dan peradaban ummat…