Langsung ke konten utama

RAPAT YAYASAN :SINERGI PROGRAM DEMI KEMAJUAN PONPES

Maju mundurnya sebuah lembaga pendidikan ditentukan oleh beberapa faktor. di antaranya tersedianya SDM tenaga pendidik yang sesuai di bidangnya, kelengkapan sarana prasarana penunjang pendidikan, perencanaan program-program unggulan, optimalisasi pelayanan terhadap anak didik, dan dukungan masyarakat dan stake holder. tidak kalah penting dari semua itu adalah kolektifitas dan sinergitas anatar Yayasan dan lembaga-lembaga yang dinaunginya.
yayasan Ponpes Darul MUhibbin NW Mispalah sedikit demi sedikit mulai berbenah dan menata  diri. Para pemegang amanah memandang perlu adanya Rapat/musyawarah yang sifatnya gradual, minimal sekali dalam 2 atau 3 bulan untuk memonitor dan mengevaluasi sejauh mana berjalannya program demi program pada lembaga pendidikan yang di bawahnya.
Dalam rapat kali ini dihadiri oleh :
Ketua yayasan, Drs H.M. Natsir Abdullah, MA
Ketua Penasihat, TGH. M. Thahir Azhari
Penasihat Pendidikan, TGH. Muhsin Syarifudin
Mudir Ponpes, TGH. M. Shobri Azhari
Bendahara Ponpes, H. Habib Ziadi

dan semua kepala madrasah dari RA hingga madrasah Aliyah.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Kedatangan Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki ke Lombok

BIOGRAFI SYEIKH RAHMATULLAH Al-HINDI (PENDIRI MADRASAH LEGENDARIS AS-SHAULATIYAH MAKKAH AL-MUKARRAMAH)

Oleh: Husein Zaenal Muttakin, Lc., M.Pd.I BAB I
A.     Pendahuluaan Kondisi keagamaan  India pada abad 19 M sangat buruk.Kemunkaran dan kemaksiatan menyebar luas.Banyak sekali  fatwa-fatwa  dari para ulama yang jauh dari kebenaran, bahkan sampai ada yang berfatwa gugurnya kewajiban ibadah haji.Para pelajar banyak dirancuni oleh pemikiran barat sehingga mereka menganggap para ulama sebagai kaum yang jumud dan ketinggalan jaman.[1] Gerakan kristenisasi di India sangat gencar.Pada tahun 1792 M untuk pertama kali didirikan Lembaga Misi Kristen Protestan,kemudian pada tahun 1795 didirikan Organisasi Misi Kristen London dan pada Tahun 1799 didirikan Organisasi Misi Kristen  Gereja Inggris.[2] Sebelum memasuki awal abad ke 19 M, rombongan para misionaris dengan resmi dan teratur di kirimkan ke India  oleh Pemerintah Inggris, bahkan perusahaan-perusahaan dagang Inggris yang di India, disamping mendanai misi itu mereka memberikan hak istimewa kepada para misionaris itu. Untuk upaya…

Mengenal Kitab Ulmumul Hadits Masa Klasik, Pertengahan, dan Modern

Oleh: Habib Ziadi

PENDAHULUAN Ilmu hadits menurut Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki memiliki 3 kandungan defenisi: Pertama :  penukilan riwayat yang disandarkan kepada Rasul saw dari pernyataan yang dikatakan oleh beliau, perbuatan yang dikerjakannya, atau persetujuannya, atau sifat-sifatnya. Yakni, semua tentang diri beliau dan sejarahnya baik sebelum atau sesudah kerasulan. Termasuk apa yang dinukil dari sahabat dan tabi’in. Ilmu hadits kategori ini disebut, “Ilmu Riwayah al-Hadits.” Kedua: Metode atau jalan yang digunakan dalam sampainya hadits-hadits dari sisi keadaan para perawi, kekuatan hapalan dan keadilannya, atau dari sisi sanad, apakah ia muttasil atau munqati’. Kategori ini dikenal dengan istilah “ilmu Ushul al-Hadits”. Ketiga, pembahasan pada pemahaman makna atau mafhum ma’na dari lafazh-lafazh hadits, maksudnya berdasarkan kaidah bahasa Arab dan ketentuan syariat dan disesuaikan dengan prilaku Nabi saw.[1] Perkembangan ulumul hadits dari masa ke masa mengalami perubahan dem…