Langsung ke konten utama

Acara Rihlah Da'awiyah Syaikh Asron Jabir Berjalan Sukses


Alhamdulillah atas rahmat dan kemudahan dari Alloh SWT dan dukungan banyak pihak, Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah Praya berhasil menginisisasi Rihlah Da'awiyah/safari Dakwah Syaikh Asron Jabir Al-Misry di Pulau lombok. capaian ini adalah pertama kali dilakukan dalam sejarah ponpes. ke depan dengan izin Alloh, kami akan mengupayakn program sejenis yang lebih variatif, semarak, dan lebih besar.
Tidak lupa, kami atas nama Panitia Lokal (Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah Praya) mengucapkan Jazakumullohu Khairal Jaza’ wa Ahsanah kepada :
1. Bapak Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, MA
2. Bapak Mantan Penjabat Bupati Lombok Tengah, H. Ibnu Salim, M.Si
3. Bapak Asisten 1 Kab. Loteng, HL. M. Amin, MM
4. Pengurus Masjid Agung Praya
5. Pengurus Masjid Jami’ Baitus Salam Kopang
6. Pengurus Masjid Jami’ Pancor
7. Pengurus PP Ishlahul Ummah NW Lendang Kekah, TGH. Abdul Malik Mahmud Yasin
8. Pengurus PP Darul Habibi NW Paok tawah, TGH. Habib Tantawi
9. Pengurus PP Ulil Albab NW Gegek Prian, TGH. L. Suparlan
10. Pengurus PP Darul Mujtaba Pemepek Batukliang, TGH. Badrian
11. Pengurus Majelis Taklim Darul Hikmah Jenggik, TGH. Abdus Sobur Majdi
Atas bantuan moril materil dan sambutan hangat sehingga RIHLAH DA’AWIAH “MENCINTAI DAN MEMBUMIKAN AL-QUR’AN” OLEH FADHILATUS SYAIKH ASRON JABIR AL-MISRY berlangsung sukses.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Puisi Cinta Nabi saw

Permata Hati Engkaulah yang menjadi permata hati kami Engkaulah yang menjadi mutiara akal ini Engkaulah yang menerangi kegelapan jiwa ini Engkaulah yang menunjuki jalan keselamatan Ya…Nabiyallah Ya…Rasulallah Ya…Habiballah shalawat dan salam untukmu semoga kami dapat bertemu denganmu … Sumber : http://puisiislam.blogdetik.com/tag/nabi-muhammad-saw/
Rasulullah Saw Berabad-abad sudah berlalu namun namamu masih melekat di hatiku tak pernah aku bertemu atau berjumpa denganmu tak pernah aku melihat langsung dakwahmu namun sinar cahaya itu mampu menebus jaman dan ruang menembus perbedaan di antara seluruh umat manusia cahaya itu tak pernah redup sampai akhir zaman Rasulullah SAW , begitu agung namamu bergetar hati ini , menangis , rindu bertemu dengan mu rindu pada suri tauladan yang kau berikan rindu pada kesederhanaan dan kepedulianmu rindu pada kedamaian yang kau ciptakan

BIOGRAFI SYEIKH RAHMATULLAH Al-HINDI (PENDIRI MADRASAH LEGENDARIS AS-SHAULATIYAH MAKKAH AL-MUKARRAMAH)

Oleh: Husein Zaenal Muttakin, Lc., M.Pd.I BAB I
A.     Pendahuluaan Kondisi keagamaan  India pada abad 19 M sangat buruk.Kemunkaran dan kemaksiatan menyebar luas.Banyak sekali  fatwa-fatwa  dari para ulama yang jauh dari kebenaran, bahkan sampai ada yang berfatwa gugurnya kewajiban ibadah haji.Para pelajar banyak dirancuni oleh pemikiran barat sehingga mereka menganggap para ulama sebagai kaum yang jumud dan ketinggalan jaman.[1] Gerakan kristenisasi di India sangat gencar.Pada tahun 1792 M untuk pertama kali didirikan Lembaga Misi Kristen Protestan,kemudian pada tahun 1795 didirikan Organisasi Misi Kristen London dan pada Tahun 1799 didirikan Organisasi Misi Kristen  Gereja Inggris.[2] Sebelum memasuki awal abad ke 19 M, rombongan para misionaris dengan resmi dan teratur di kirimkan ke India  oleh Pemerintah Inggris, bahkan perusahaan-perusahaan dagang Inggris yang di India, disamping mendanai misi itu mereka memberikan hak istimewa kepada para misionaris itu. Untuk upaya…

Mengenal Kitab Ulmumul Hadits Masa Klasik, Pertengahan, dan Modern

Oleh: Habib Ziadi

PENDAHULUAN Ilmu hadits menurut Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki memiliki 3 kandungan defenisi: Pertama :  penukilan riwayat yang disandarkan kepada Rasul saw dari pernyataan yang dikatakan oleh beliau, perbuatan yang dikerjakannya, atau persetujuannya, atau sifat-sifatnya. Yakni, semua tentang diri beliau dan sejarahnya baik sebelum atau sesudah kerasulan. Termasuk apa yang dinukil dari sahabat dan tabi’in. Ilmu hadits kategori ini disebut, “Ilmu Riwayah al-Hadits.” Kedua: Metode atau jalan yang digunakan dalam sampainya hadits-hadits dari sisi keadaan para perawi, kekuatan hapalan dan keadilannya, atau dari sisi sanad, apakah ia muttasil atau munqati’. Kategori ini dikenal dengan istilah “ilmu Ushul al-Hadits”. Ketiga, pembahasan pada pemahaman makna atau mafhum ma’na dari lafazh-lafazh hadits, maksudnya berdasarkan kaidah bahasa Arab dan ketentuan syariat dan disesuaikan dengan prilaku Nabi saw.[1] Perkembangan ulumul hadits dari masa ke masa mengalami perubahan dem…