Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Energi Patriotisme Dalam Lagu Karya Maulanasyaikh

Oleh: Dr. TGH. Fahrurozi Dahlan, MA Salah satu ciri khas NW adalah Bersenandung lagu patriotisme. Lagu pembangkit semangat yang tidak banyak Tuan Guru yang mempopulerkan dan menjadikannya sebagai media Pembelajaran atau media Dakwah. Terhitung Lebih dari 20-an Karya Maulanassyaikh dalam bentuk sajak dan syair. Satu diantara yang banyak itu adalah Lagu : Hayya Ghanu Nasyidana yang maknanyaMari Kita Bersenandung
Pertama:
Lagu Ini diajar lansung oleh Maulanassyaikh kepada murid-muridnya Di Ma'had DQH (Semoga Saya termasuk yang pantas menjadi murid Beliau). Beliau menyebut Lagu Ini Lagu Khalid bin Walid. Lagu penggerak perjuangan. Saya bisa maknai kenapa Beliau menyebut Lagu Ini Lagu Khalid bin walid. Penyemangat untuk berjuang pantang menyerah.
Kedua: Lagu Ini dipopulerkan pada 4 atau tiga tahun menjelang wafatnya Maulanassyaikh Dan selalu dibaca diakhir pengajian Beliau. Beliau sepontan selesai mengaji lansung Bersenandung Hayya Ghanu Nasyidana...kitapun serentak menyahut Dan menyambu…

PONPES NW MISPALAH TIADA HENTI DISAMBANGI ULAMA

Inti pengajian beliau Syaikh Dr. Dhou' Awad Al-Karim:

1. Menghadiri majelis majelis ilmu,zikir dan kebaikan merupakan cara mengagungkan sya'airillah atau syiar-syiar agama Alloh
2. Manusia terdiri dari dua unsur yakni jasmani dan ruhani,, jasmani butuh pada makan dan minum sedangkan ruhani makanannya adalah zikir,baca qur,an,sholawat,tasbih dan doa doa lainnya
3. Hati manusia,dan alam sekitar akan seimbang jika sering mendengarkan kalimat kalimat zikir dan kalimat kalimat thoyyibah lainnya
4. Mencintai ilmu dan ulama.
5. Jamaah mendapatkan ijazah bismillah sebanyak 300 x dan surah afatihah, ayatul qursy, al ikhlas, almuawwizataen dan sholawat almusyafa, alhamdulillah atas semuanya,semoga keberkahan senantiasa menyelubungi tanah Mispalah,Ponpes Darul Muhibbin NW, serta semua penduduk dan jamaah,, jazakallohu bihudurikum fi qoryatina wa madrasatina,, 
Allohu thowil umurokum fi sihhatin wa afiatin daaiman abada ya syeih Dr. Dhou',Awadh Alkarim As-Sudan. (Disarikah oleh Ustadz Syams…

TEBAR KURBAN BERLANGSUNG SUKSES (27 ekor sapi dan 590 ekor kambing)

Kegiatan rutinitas tahunan Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah Praya berupa Tebar Kurban alhamdulillah berlaangsung sukses. Kegiatan yang bekerja sama dengan para muhsinin dari Singapura pada tahun 1437 H ini dilaksanakan pada 3 hari penuh. Mulai senin hingga Rabu (12-14 September 2016) bertempat di Lapangan Grand Hero Praya. Hewan yang disembelih berjumlah 27 ekor sapi dan 590 ekor kambing. Hewan ini dibuat menjadi 7.000 bungkus dan dibagi ke warga Mispalah sekitarnya, bahkan ke beberapa Pondok Pesantren dan panti asuhan yang memiliki ikatan batin dengan Ponpes NW Mispalah. Turut hadir para muhsinin dari Singapura yang berjumlah 25 orang yang dipimpin oleh Haji Anis dan Haji Hasan. Insya Alloh kurban tahun 1438 H tahun depan dijanjikan akan lebih banyak dan rapi.


Dokumen Sejarah Intelektual Maulanasyaikh

Dr. TGH. Fahrrurozi Dahlan, MA (Dosen IAIN Mataram dan UNW Mataram)


Ijazah ini sepanjang sejarah Madrasah asshaulatiyah berdiri hanya ini Ijazah yang ditulis tangan lansung oleh salah seorang guru besar TGKH M.Zaunuddin AM. Ijazah ini tidak lazim dalam tradisi Madrasah asshaulatiyah sepanjang zaman. Biasanya ijazah shaulatiyah tertulis Si A lulus dalam ujian, menyelesaikan pelajarannya, maka kepadanya diberikan Ijazah Jayyid atau istimewa Dan sebagainya. Justru yang dicantumkan lansung gelar yang melekat pada pemilik Ijazah ini: AL-AKH AL-FADHIL AL-MAHIR AL-KAMIL AL-SYAIKH MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID ALANFANANY. saudara yang MULIA, Sang Genius Sempurna, Guru terhormat ZAINUDDIN ABDUL MADJID. Itulah mutiara intelektual Nusantara yang tak tertandingi pada masanya( Ibnu zamananihi) bahkan Sebagian guru besar beliau menyebutnya Sibawaihi zamaanihi. Yang tak tertandingi. Nilai Ijazah ini tidak Ada yang tidak bernilai 10 dalam semua Mata pelajaran bahkan dibumbuhi Tanda Bintang dalam seti…

MURASALAH SHUHBIYYAH MIN BALADIL HARAM ILA ANFANANI: KORESPONDENSI ULAMA HARAMAIN KE ULAMA NUSANTARA.

Dr. TGH. Fahrurrozi Abu Raziqi, MA  Dicopypaste dari akun facebook beliau
Dokumen sejarah ini bercerita tentang hubungan keberkahan keilmuan Dan relasi perjuangan dalam berbagai dimensi. Kita telaah satu persatu Surat shuhbiyyah ulama ini kepada guru besar NAHDLATUL WATHAN TGKH M.ZAINUDDIIN AM. 1. SURAT DARI SYAIKH ISMAIL USTMAN ZAIN ALYAMANI AL MAKKY AYAHANDA DARI SYAIKH DR MUHAMMAD ISMAIL USTMAN ZAIN.
Beliau bertutur dengan bahasa yang tawadhu' dari sang faqir kepada Allah ISMAIL USTMAN ZAIN kehadapan Saudara Kami yang mencintai Kami Da'i yang terhormat SYAIKH Muhammad Zainuddin. Beliau beriqrar dengan lima Hal: annana nuwali man tawallauna: Kami tidak akan tunduk patuh kepada siapapun orang yang berpaling darimu.wa nuhibbu man yuhibbuna: Kami mencintai siapapun yang mencintaimu. Man laa yuhibbukum laa nuhibbuhu: orang yang tidak mencintaimu Kami tidak akan pernah mencintainya sematamata mengamalkan hadis nabi Muhammad saw. Fanardho ma tardhauna: Kami rela suka senang terhadap …

Profil Ringkas Awrad (wirid-wirid) Maulanasyaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid

Maulanassyaikh TGKH.M.Zainuddin AM, merupakan guru spritual dan intelektual yang selalu peka dengan situasi dan realitas dari masa ke masa. Dalam menghadapi berbagai situasi yang kerap berubah-ubah, terutama kondisi genting dan mencekam, beliau tidak pernah melepas sandarannya kepada Alloh SWT. Ini dibuktikan dengan beragam awrad yang dihimpun dan ditulis oleh beliau dari berbagai ragam realitas yang berbeda.
Pertama: Hizib Nahdlatul Wathan adalah induk doa-doa untuk warga nahdhiyyin dan kaum muslimin. Hizib lahir dari wujud perjuangan maulana melawan penjajah Belanda dan Jepang. Perlawanan spritual melalui kontak ilahiyah shgg Madrasah NWDI dan NBDI selamat dari serbuan penjajah Belanda dan Jepang.
Kedua: Puncak wirid NW adalah lahirnya Toriqoh Hizib Nahdlatul Wathan. Tariqoh akhir zaman yg ringkas sesuai kondisi zaman. Thariqah yg siapapun bisa mengamalkannya krn sdh mendapatkan ijazah 'ammah dari Maulanassyaikh. Ketiga: hultah demi HULTAH Maulanassyaikh mengijazahkan doa-doa dan w…

RESENSI BUKU "PERISAI KEASWAJAAN NW: MEMBEDAH 17 LITERATUR ANTI WAHABI REKOMENDASI PENDIRI NW"

peresensi : Habib Ziadi Thohir
Pendiri Nahdlatul Wathan (NW) yaitu Allohu yarham TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai ulama yang konsisten berpegang teguh pada fikrah dan  manhaj  Ahlus Sunnah Wal jamaah (ASWAJA) sangat concern dalam mengcounter fikrah sempalan nan menyimpang. Beberapa fakta tertulis dari pernyataan di atas di antaranya adalah beliau menulis sekaligus merekomendasikan beberapa kitab-kitab penting yang sangat pantas dimiliki oleh murid-murid beliau, pecinta, dan kaum penganut aqidah Aswaja secara umum. Beliau menulis, “Di antara kitab yang sangat perlu atau penting dimiliki dan dijiwai oleh tiap-tiap muslim yang sayang pada imannya adalah: 1.KITAB GAUTSUL IBAD BI BAYANIR RASYAD KARYA SYAIKH MUSTAFA ABU SAIFUL HAMAMI 2.BARAHINUL KITAB WAS SUNNAH AN-NATIQAH ALA WAQA’IT TALAQAT AL-MAJMUAH MUNJAZAH AU MUALLAQAH KARYA SYAIKH SALAMAH AL-QUDA’I AL-AZZAMI AS-SYAFI’I 3.AL-BARAHIN AS-SYATI’AH FI RADDI BA’DIL BIDA’I AS-SYA’IAH KARYA SYAIKH SALAMAH AL-QUDA’I AL-AZZAMI AS-SYAFI’…

Ponpes NW Mispalah Praya Gaungkan “Hidupkan Al-Qur’an di Rumahmu”

Menjelang perhelatan MTQ nasional ke- 26 di NTB, Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah mengadakan safari dakwah ke beberapa lokasi. Kegiatan ini menggandeng seorang ulama muda asal Mesir, yaitu Syaikh Asron Jabir Al-Iskandari.  Safari dakwah ini mengambil tema “Hidupkan Al-Qur’an di rumahmu”. Tujuan kegiatan ini menurut TGH. M. Shobri Azhari, selaku pengasuh Ponpes adalah untuk mengingatkan kaum muslimin agar kembali menggaungkan tilawah Al-Qur’an di rumah-rumah mereka. “Ummat Islam seolah hanya mengenal Al-Qur’an di bulan Ramadhan saja, selepas Ramadhan rumah mereka sepi dari bacaan Al-Qur’an, kita ingin agar Al-Qur’an menjadi bacaan harian kaum Muslimin”, ungkapnya.

Program dakwah ini berlangsung di beberapa titik, seperti di Masjid Mispalah, masjid Merang Baru, masjid jami’ Praya, Ponpes Darul Aminin NW Aikmual, Ponpes Darut Thayyibin NW Batujai, bahkan hingga masjid Jami’ Pancor Lombok Timur. Antusiasme jamaah mengikuti safari dakwah ini sangat luar biasa. Dalam beberapa tausyiahnya, Sy…

PENYULUHAN ANTI NARKOBA BERSAMA POLRES LOTENG

Cukuran, Sunnah Hasanah di Awal Ajaran Baru

MA Ishlahul Ikhwan NW Gelar Penyuluhan Kesehatan Remaja

Ziarah Daawiyah wa Ukhowiah Para Asatizah dari Negeri Brunei Darussalam ke Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah.

Beberapa asatidzah dan pegiat dakwah asal Brunei Darussalam berkunjung ke Kampung Mispalah Kamis malam (21/4). Romobongan dipimpin pleh Al-Ustadz Tuan Abdul Hamid. Mereka menginap di rumah TGH. M. Thahir Azhari. Malam itu, Penasihat Ponpes mengajak para tamu mengikuti proses belajar mengajar santri tahfidz Ponpes NW Mispalah. para tamu bersyukur melihat geliat tahfidz Al-Quran di tengah pemukiman warga.



Salat subuh di masjid Nurul Iman Komplek Ponpes NW Mispalah. Selepas shalat dan zikir dilanjutkan dengan tausyiah Ustadz Ansori. 
Beberapa poin nasihatnya yang berhasil kami rangkum di antaranya: 
Gerakan dakwah Islam berkembang ke berbagai penjuru dunia.
Islam dibawa, diemban, dan didakwahi oleh insan yg bersih hatinya, gemar menimba ilmu, dan sayang terhadap sesama.
Nabi saw mendidik para sahabatnya mencintai Alloh n Rasul-Nya di atas segala-galanya. Sehingga Alloh memberi mereka segalanya..
Islam tidak mengenal dikhotomi ilmu, semua ilmu jika diiringi ketaqwaan, akan berbuah iman n manfaa…

BIARLAH CINTA MILIK KITA AGAR HATI SENANTIASA DEKAT

copas dari fb KH. Danang Kuncoro, Lc Seorang Syeikh berjalan dengan para muridnya. Mereka melihat ada sebuah keluarga yang sedang bertengkar dan saling berteriak. Syeikh tersebut berpaling kepada muridnya dan bertanya : "Mengapa orang saling berteriak jika mereka sedang marah?" Salah seorang murid menjawab : "Karena kehilangan sabar sebab itulah mereka berteriak." "Tetapi, mengapa harus berteriak kepada orang yang berada di sebelahnya? Bukankah pesan yang ia sampaikan boleh diucapkan dengan perlahan saja?" Tanya Syeikh menguji murid-muridnya. Muridnya pun saling memberikan jawaban, namun tidak satu pun jawaban yang mereka sepakati. Akhirnya Syeikh berkata: "Bila dua orang sedang marah, ketahuilah hati mereka saling berjauhan. Untuk dapat menempuh jarak yang jauh itu, mereka mesti berteriak agar perkataannya dapat didengar. Semakin marah, maka akan semakin kuat teriakannya. Karena jarak kedua hati semakin jauh." "Begitu juga sebaliknya, di s…