Langsung ke konten utama

MEREKA MENANTI "HIDAYAH" KITA

Oleh : Ustadz Fariq Gasim
(Pijar.net) – Dr. Abdurrahman Sumaith (15 Oktober 1947 – 15 Agustus 2013) –seorang Da’i dari Kuwait –pernah merasa sedih hingga menteskan air mata. Penyebabnya adalah suatu ketika beliau pergi ke satu daerah di pedalaman Afrika. Alhamdulillah banyak penduduk di sana yang masuk Islam di tangan beliau.
Setelah masuk Islam, para mualaf ini lantas menangisi orang tua mereka yang telah wafat dalam keadaan memeluk agama selain Islam. Mereka berkata, “Kemanakah kalian wahai kaum Muslimin? Mengapa kalian datang terlambat? Kemana kalian selama ini?” Kata-kata ini membuat beliau menangis lantaran menyesali keterlambatan dakwah beliau di desa itu. Beliau merasa bertanggung jawab atas mereka yang wafat dalam kondisi kufur. (Jangan putus asa –Dr. Salwa al-Udhaidan)
Dr. Abdurrahman Sumaith adalah seorang dokter lulusan Universitas Baghdad. Beliau menyelesaikan Magister di Liverpool Inggris, kemudian melanjutkan program Doktoral di Kanada. Beliau meninggalkan pekerjaan sebagai dokter internist (spesialis penyakit dalam) di rumah sakit di Kuwait, dan mewakafkan hidup beliau untuk dakwah di jalan Allah di benua Afrika. Berbagai rintangan dan tantangan dakwah beliau hadapi dengan penuh tawakkal kepada Allah. Sakit yang beliau derita tidak membuat beliau berhenti dari jalan dakwah. Beliau tetap bersemangat dalam berdakwah di Afrika meskipun kondisi fisik beliau tidak sehat.
Beliau mengidap penyakit kompilkasi diabetes, ginjal, tekanan darah tinggi, dan lainnya. Ancaman dan tantangan binatang buas atau gangguan dari manusia juga tidak menyurutkan semangat beliau dalam menyebarkan dan berdakwah mengajak manusia ke jalan Allah.
Selama dua puluh sembilan tahun dengan izin Allah, beliau berhasil mengislamkan sebelas juta (11.000.000) orang di benua Afrika. Beliau bersama rekan-rekan seperjuangan mendirikan lembaga Aun al-Mubasyir. Lembaga ini membangun dan mengelola 860 sekolah, 3 Universitas, 5500 Masjid, mengebor 11.000 sumur, mengkader 40.000 da’i dan guru, memberikan bea siswa, menyantuni janda dan anak yatim serta melakukan kegiatan sosial lainnya. Banyak dermawan yang bersimpati dan membantu perjuangan beliau.
Beliau pernah mendapatkan hadiah King Faishal Award karena pelayanan belau untuk umat, senilai lebih dari dua milyar rupiah. Seluruh uang hadiah yang beliau terima itu, beliau gunakan untuk kegiatan dakwah di Afrika. Bahkan istri beliau, ketika mendapatkan harta warisan yang begitu banyak dari keluarganya, menginfakkan seluruh harta warisan itu untuk kegiatan dakwah di Afrika. Istri beliau mengatakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan hidup ia sudah merasa cukup dari apa yang sudah diberikan suaminya. Istri beliau ini pun sering ikut bersama suaminya keliling Afrika, masuk hutan, dan keluar hutan.
Pernah beberapa hari lamanya, mereka berdua hanya makan pisang untuk sarapan dan makan malam. Mereka sering bermalam di kemah di tengah hutan. Mereka merasa bahagia meskipun bermalam tanpa AC, beratapkan langit dan beralaskan tikar. Puncak kebahagiaan mereka adalah menyaksikan orang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk masuk Islam. Istri Dr. Abdurrahman Sumaith ini hanya memiliki dua lembar gamis (abaya). Jika yang satu ia pakai maka yang satu lagi ia cuci.
Pada 8 Syawal 1434 H, bertepatan dengan 15 Agustus 2013, Dr. Abdurrahman berpulang ke rahmatullah dan dimakamkan pada hari Jumat di Kuwait. Semoga Allah menerima amal shalih beliau dan menjadikannya sebagai amal jariyah untuk beliau, serta mengampuni segala kesalahan beliau, dan memasukkan beliau ke dalam jannah al-Firdaus, Aamiin.
Mari kita berpikir dan merenung sejenak. Apa yang sudah kita siapkan untuk akhirat kita? Apakah kita telah memaksimalkan segala potensi dan kelebihan yang Allah karuniakan untuk berkhidmat dan berjuang membela agama Allah?
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ
جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” (Ash Shaff 10-12)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,
“Sesungguhnya yang akan sampai kepada orang-orang yang beriman dari amal dan kebaikannya setelah ia wafat adalah imu yang ia ajarkan dan sebarkan, anak shalih yang ia tinggalkan, mushaf al-Qur’an yang ia wakafkan, masjid yang ia bangun, rumah yang ia bangun untuk perantau, sungai (air) yang ia alirkan, sedekah yang ia keluarkan dari hartanya saat ia sehat dan masih hidup. (Pahala seluruh amal dan kebaikan itu akan sampai kepadanya setelah ia wafat.” (Hadits hasan Riwayat Ibnu Majah)
Semoga Allah memberkahi ilmu, dakwah dan diri serta keluarga kita. Semoga Allah memberkahi kehidupan kita, sehingga kita bisa memberikan manfaat bagi manusia. Semoga Allah mengumpulkan kita bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi, para Nabi ‘alaihimush shalat was Salam, para sahabat Rasulullah Radhiyallahu ‘anhum, para shiddiqin, para syuhada dan orang-orang shalih di Jannah al-Firdaus, Amin.
***
Sumber: kajianislam.net

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Kedatangan Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki ke Lombok

KISAH AJAIB PEMAKAMAN TGH. AHMAD IZZUDDIN HABIB MISPALAH

PENUTUR : AL-USTADZ SYAMSUL WATHANI, QH (PENDIDIK DI PP DARUL MUHIBBIN NW MISPALAH PRAYA)

Menjelang beberapa bulan menjelang wafatnya, beliau sempat mengisi majelis taklim binaan beliau di masjid Nurul Iman Mispalah Praya. Itu sebagai pengajian perpisahan dengan jamaah beliau. Tema yang beliau sampaikan saat itu adalah tentang keadaan kematian orang-orang sholeh. Kata beliau dalam pengajiannya, “Orang-orang yang sholeh jika meninggal dunia akan tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt di mana saja dia meninggal, entah di darat, di lautan, walaupun jasadnya tenggelam dalam laut, tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt. Walaupun tidak dikuburkan sebagaimana layaknya orang mati di daratan, dia tetap dimuliakan oleh Alloh swt, berkat kesholehannya. Maka para jamaah, jika plungguh sami menghadiri pemakaman orang orang sholeh, mungkin kebetulan saat musim hujan atau memang tanah pekuburannya banyak mengandung air, terus plungguh sami melihat banyak air di dalam kuburan orang tersebut, maka kita tida…

BIOGRAFI SYEIKH RAHMATULLAH Al-HINDI (PENDIRI MADRASAH LEGENDARIS AS-SHAULATIYAH MAKKAH AL-MUKARRAMAH)

Oleh: Husein Zaenal Muttakin, Lc., M.Pd.I BAB I
A.     Pendahuluaan Kondisi keagamaan  India pada abad 19 M sangat buruk.Kemunkaran dan kemaksiatan menyebar luas.Banyak sekali  fatwa-fatwa  dari para ulama yang jauh dari kebenaran, bahkan sampai ada yang berfatwa gugurnya kewajiban ibadah haji.Para pelajar banyak dirancuni oleh pemikiran barat sehingga mereka menganggap para ulama sebagai kaum yang jumud dan ketinggalan jaman.[1] Gerakan kristenisasi di India sangat gencar.Pada tahun 1792 M untuk pertama kali didirikan Lembaga Misi Kristen Protestan,kemudian pada tahun 1795 didirikan Organisasi Misi Kristen London dan pada Tahun 1799 didirikan Organisasi Misi Kristen  Gereja Inggris.[2] Sebelum memasuki awal abad ke 19 M, rombongan para misionaris dengan resmi dan teratur di kirimkan ke India  oleh Pemerintah Inggris, bahkan perusahaan-perusahaan dagang Inggris yang di India, disamping mendanai misi itu mereka memberikan hak istimewa kepada para misionaris itu. Untuk upaya…