Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Ponpes NW Mispalah Gelar Apel Sumpah Pemuda

Rabu (28/10) Yayasan Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah Praya mengadakan apel untuk memperingati sumpah pemuda. Apel ini diikuti oleh seluruh santri dari tingkat RA hingga Aliyah dan para dewan guru. Menurut kepala MTs NW Mispalah, Baiq Mustika Sari, S.Pd kegiatan sejenis mulai rutin dilaksanakan sejak beberapa tahun terakhir. “Tidak ada momen bersejarah melainkan kami selalu memperingatinya melalui apel pagi,” terangnya. Bertindak sebagai pembina upacara, Ustadz H. Habib Ziadi. Dalam amanatnya ia menyampaikan kisah-kisah heroisme pemuda, mulai dari era Rasul saw hingga era pasca kemerdekaan. “Sahabat Usamah bin Zaid dan Panglima Besar Jenderal Sudirman adalah contoh konkrit pemuda hebat yang telah mengukir sejarah dengan tinta emas.”

Ia bertutur bahwa Sayyidina Usamah oleh Nabi saw diangkat menjadi panglima perang di usia belia, yaitu 17 tahun. Padahal para sahabat senior semacam Abu Bakar, Umar,Usman, dan Ali masih hidup. Adapun Jenderal Sudirman diangkat menjadi Panglima saat belum ge…

MEREKA MENANTI "HIDAYAH" KITA

Oleh : Ustadz Fariq Gasim (Pijar.net) – Dr. Abdurrahman Sumaith (15 Oktober 1947 – 15 Agustus 2013) –seorang Da’i dari Kuwait –pernah merasa sedih hingga menteskan air mata. Penyebabnya adalah suatu ketika beliau pergi ke satu daerah di pedalaman Afrika. Alhamdulillah banyak penduduk di sana yang masuk Islam di tangan beliau. Setelah masuk Islam, para mualaf ini lantas menangisi orang tua mereka yang telah wafat dalam keadaan memeluk agama selain Islam. Mereka berkata, “Kemanakah kalian wahai kaum Muslimin? Mengapa kalian datang terlambat? Kemana kalian selama ini?” Kata-kata ini membuat beliau menangis lantaran menyesali keterlambatan dakwah beliau di desa itu. Beliau merasa bertanggung jawab atas mereka yang wafat dalam kondisi kufur. (Jangan putus asa –Dr. Salwa al-Udhaidan) Dr. Abdurrahman Sumaith adalah seorang dokter lulusan Universitas Baghdad. Beliau menyelesaikan Magister di Liverpool Inggris, kemudian melanjutkan program Doktoral di Kanada. Beliau meninggalkan pekerjaan sebag…

BIOGRAFI AL-HAFIDZ AL-IMAM IBNU MAJAH

Kelahiran beliau Di suatu hari tepatnya pada tahun 207 H / 209 H. s/d 273 H = (824 M / 826 M s/d 887 M ) Allah menurunkan anugerahnya kepada rakyat daerah Qazwin, karena di tempat itulah seorang imam yang jujur dan cerdas dilahirkan. Imam itu adalah Abu Abdullah Muhammad bin Yazid Ar-Rabi’ bin Majah Al-Qazwinî Al-Hâfidz, namun beliau biasa dipanggil Ibnu Majah. Sebutan Majah ini dinisbatkan kepada ayahnya Yazid, yang juga dikenal dengan sebutan Majah Maula Rab’at. Ada juga yang mengatakan bahwa Majah adalah ayah dari Yazid. Walaupun demikian, tampaknya pendapat pertama yang lebih shahih. Kata “Majah” adalah gelar ayah Muhammad, bukan gelar kakeknya, seperti diterangkan penulis Qamus jilid 9, hal. 208. Ibn Katsr dalam Al-Bidayah wan-Nibayah, jilid 11, hal. 52. Imam Ibnu Majah mulai menginjakkan kakinya di dunia pendidikan sejak usia remaja, dan menekuni pada bidang hadits sejak menginjak usia 15 tahun pada seorang guru yang ternama pada kala itu, yaitu Ali bin Muhammad At-Tanafasy (waf…

KUNJUNGAN KE-4 WAKIL KETUA DPD RI

Pada Rabu sore, 15 Juli 2015 bertepatan dengan 28 Ramadhan 1436 H, Ponpes kita tercinta kedatangan tamu istimewa. Beliau adalah Prof. Dr. H. Farouk Muhammad. Beliau merupakan wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dapil NTB.
Kedatangan beliau ini bukan kali yang pertama, malah ini adalah kunjungan kerja keempat beliau ke Ponpes. Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, pria asal Bima ini selalu menyempatkan bersilaturahim ke Mispalah dalama setiap kegiatan resesnya. Kali ini kunjungan beliau dalam rangka Safari Ramadhan yang dirangkaikan dengan Santunan Anak Yatim. Terdapat 40 anak yatim yang berasal dari kampung Mispalah dan sekitarnya memperoleh santunan dari beliau. Pada kesempatan ini, Ust. H. Habib Ziadi memberikan kenang-kenangan atas nama Ponpes kepada Prof. Farouk berupa dua buku karyanya. Doa kami semoga pak Profesor Farouk tetap sehat wal afiat, selalu dibimbing oleh Alloh SWT dalam menjalankan amanah jabatan dengan sebaik-baiknya. Demikian harapan beliau kepada kami agar senan…

PERSEMBAHAN UNTUK UMMAT

SERIAL RISALAH AL-MUHIBBIN EDISI 1, 2, DAN 3



INSYA ALLOH KARYA-KARYA LAIN AKAN MENYUSUL

SIAPA YANG TIDAK INGIN MENJADI IBU SEPERTI BELIAU ?

Tiga anaknya tidak sekolah di sekolah formal layaknya anak-anak pada umumnya. Tapi ketiganya mampu menjadi anak teladan, dua di antaranya sudah kuliah di luar negeri di usia yang masih sangat muda. Saya cuma berdecak gemetar mendengarnya. Bagaimana bisa?
Namanya Ibu Septi Peni Wulandani.
Kalau kita search nama ini di google, kalian akan tahu bahwa Ibu ini dikenal sebagai Kartini masa kini. Beliau seorang ibu rumah tangga profesional, penemu model hitung jaritmatika, juga seorang wanita yang amat peduli pada nasib ibu-ibu di Indonesia. Seorang wanita yang ingin mengajak wanita Indonesia kembali ke fitrahnya sebagai wanita seutuhnya. Beliau bercerita kiprahnya sebagai ibu rumah tangga yang mendidik tiga anaknya dengan cara yang bahasa kerennya anti mainstream. It’s like watching 3 Idiots. But this is not a film. This is a real story from Salatiga, Indonesia.
Semuanya berawal saat beliau memutuskan untuk menikah. Jika ada pepatah yang mengatakan bahwa pernikahan adalah peristiwa peradaba…

Dua Sahabat "Beda" Nasib

Kisah Marbot Masjid Atta’awun Cisarua Puncak Bogor

Cerita ini nyata yang mengisahkan dua sahabat yg terpisah cukup lama; Ahmad dan Zaenal. Ahmad ini pintar sekali. Cerdas. Tapi dikisahkan kurang beruntung secara ekonomi. Sedangkan Zaenal adalah sahabat yg biasa2 saja. Namun keadaan orang tuanya mendukung karir dan masa depan Zaenal.

Setelah terpisah cukup lama, keduanya bertemu. Bertemu di tempat yg istimewa; di koridor wudhu, koridor toilet sebuah masjid megah dengan arsitektur yg cantik, yg memiliki view pegunungan dengan kebun teh yg terhampar hijau di bawahnya. Mesjid tersebut adalah mesjid At-Ta’awun yang berada di puncak Bogor.
Adalah Zaenal, sudah menjelma menjadi seorang manager kelas menengah. Necis. Parlente. Tapi tetap menjaga kesalehannya.
Ia punya kebiasaan. Setiap keluar kota, ia sempatkan singgah di masjid di kota yg ia singgahi. Untuk memperbaharui wudhu, dan sujud syukur. Syukur-syukur masih dapat waktu yg diperbolehkan shalat sunnah, maka ia shalat sunnah juga sebagai …

As-Syeikh Al-Faqih Al-Allamah Ismail Zain al-Yamani

Nama lengkap beliau adalah Alim al-Allamah al-Faqih Syeikh Ismail bin Ismail bin Usman bin Ali bin Salimbin Abdurrahman bin Abi Ghaits bin Ibrahim bin Ismail bin Muhammad az-Zain. Beliau di lahirkan pada bulan Rabi`ul Awal tahun 1352 hijriyyah di kota Dhahi, kota ini terletak di wilayah Wadi Sardud, kota yang banyak mengeluarkan ulama dan orang yang shaleh-shaleh.
Sifat, tabi`at, dan bentuk tubuhnya Syeikh Ismail memiliki tubuh yang sedang-sedang saja, tidak kurus dan juga tidak gemuk, pembawaannya selalu santai dan tenang, tidak berbicara kecuali sekedar keperluan, beliau sangat di cintai oleh penduduk kampungnya, bersifat zuhud, wara`, tawadhuk, tidak suka membuangkan masa kepada perkara-perkara yang tidak perlu, menghornati ulama dan orang tua, rajin bekerja dan taat beribadah. Belajar Ilmu agama Dari kecilnya telah belajar ilmu agama atas didikkan ayahandanya, banyak sekali kitab-kitab yang telah beliau habiskan, diantara kitab-kitab yang beliau baca dan pelajari adalah ; Safinatu an-N…