Langsung ke konten utama

K-13 Dihentikan, Guru Senang


JAKARTA – jpnn.com, Minggu, 07 Desember 2014 .
Keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang memberhentikan pelaksanaan kurikulum 2013 (K-13) disambut senang para guru. Mereka selama ini banyak yang merasa terbebani dengan pelaksanaan K-13 tersebut.
Para guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Indonesia (IGI) menyambut baik keputusan Mendikbud Anies Baswedan tersebut.
  
Seperti diketahui Anies sehari sebelumnya mengumumkan penghentian implementasi K-13 di sekolah yang baru melaksanakan kurikulum tersebut selama satu semester. K-13 tetap dilaksanakan di 6.221 sekolah yang sudah melaksanakan K-13 setahun lebih sebelumnya (tiga semester). Sekolah yang tetap melaksanakan K-13 itu nantinya menjadi pilot project kemendibud.
Menurut Sekjen IGI Mohammad Ihsan, keputusan Mendikbud Anies Baswedan itu sudah tepat. Sebab, penerapan kurikulum baru tersebut memang justru menyulitkan para pengajar di lapangan.

”Yang tidak siap implementasi kurikulumnya. Mulai dari buku, kemudian pelaksanaan juga tidak siap. Akhirnya seperti sekarang, banyak kesulitan, banyak kebingungan di lapangan,” jelasnya saat ditemui di ajang silaturahmi IGI dengan Mendikbud Anies Baswedan, di gedung Mendikbud kemarin (6/12).
Jadi, lanjut dia, bukan sekolah yang tidak siap, tapi kurikulumnya. Karena itu, IGI sepakat dengan apa yang diputuskan mendikbud.
 
Mendikbud Anies Baswedan  pun memastikan bahwa penghentian implementasi K-13 sudah mulai diberlakukan di seluruh sekolah, selain 6.221 sekolah yang telah ditunjuk tersebut.
Dia menuturkan, banyaknya persoalan di lapangan terkait penerapan K-13, membuat pihaknya mengambil keputusan tersebut. Menteri 45 tahun itu menguraikan, ada banyak masalah dalam implementasi K-13.
      ”Selama ini banyak sekali problem. Salah satunya buku yang digratiskan, tapi nggak ada barangnya. Kemudian ada  Permen (Peraturan Menteri yang dibuat M. Nuh) pada  Oktober, yang memberlakukan kurikulum serentak. Jadi memang banyak masalah,” paparnya.
 
Terkait sekolah yang tetap menerapkan K-13, Anies menekankan bahwa sekolah tersebut akan menjadi percontohan untuk perbaikan kurikulum. Sekolah-sekolah tersebut menjadi tempat untuk menguji implemantasi K-13.

”Sekolah-sekolah yang sudah melakukan K-13 tiga semester, itu akan saya jadikan tempat menguji (kurikulum). Jadi biar sekolah-sekolah ini aja yang meneruskan, yang lainnya berjalan seperti biasa (mengimplementasikan kurikulum 2006),” paparnya.
 
Namun, Anies menggarisbawahi, jika 6.221 sekolah percontohan tersebut merasa tidak mampu menerapkan K-13, maka tidak perlu dipaksakan. Sekolah tersebut bisa langsung menerapkan kurikulum 2006.
”Jadi sekolah jangan merasa terbebani. Nggak ikut (menerapkan K-13) nggak apa-apa,” ujarnya.

Sementara tentang penandatanganan kontrak antara pemda dengan penerbit buku terkait pembuatan buku, Alumnus Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada itu menekankan bahwa kontrak tersebut bisa tetap dilanjutkan. Bagi sekolah yang belum melaksanakan K-13 bisa menyimpan buku tersebut.
Namun, lanjut Anies, pada kenyataannya, masih banyak pemda yang ternyata belum menandatangani kontrak pembuatan buku. Karena itu, dia mengimbau kepada sejumlah pemda, untuk tidak melakukan kontrak pembuatan buku setelah penghentian implementasi K-13.
 
”Kontrak yang belum tanda tangan, berhenti saja. Jadi saya imbau, yang belum (tanda tangan kontrak) nggak usah bikin kontrak,” ujar dia.
 
Namun, Anies juga mengaku tidak bisa memberikan imbauan kepada para orang tua, untuk segera membeli buku baru. Sebab, dia meyakini, kebijakan di masing-masing daerah berbeda.
”Pokoknya, saya nggak bisa mengimbau orang tua untuk beli buku baru lagi. Karena kan tergantung daerah, policy-nya berbeda-beda. Toh baru berjalan tiga bulanan kan,” imbuhnya. (ken/end)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Puisi Cinta Nabi saw

Permata Hati Engkaulah yang menjadi permata hati kami Engkaulah yang menjadi mutiara akal ini Engkaulah yang menerangi kegelapan jiwa ini Engkaulah yang menunjuki jalan keselamatan Ya…Nabiyallah Ya…Rasulallah Ya…Habiballah shalawat dan salam untukmu semoga kami dapat bertemu denganmu … Sumber : http://puisiislam.blogdetik.com/tag/nabi-muhammad-saw/ Rasulullah Saw Berabad-abad sudah berlalu namun namamu masih melekat di hatiku tak pernah aku bertemu atau berjumpa denganmu tak pernah aku melihat langsung dakwahmu namun sinar cahaya itu mampu menebus jaman dan ruang menembus perbedaan di antara seluruh umat manusia cahaya itu tak pernah redup sampai akhir zaman Rasulullah SAW , begitu agung namamu bergetar hati ini , menangis , rindu bertemu dengan mu rindu pada suri tauladan yang kau berikan rindu pada kesederhanaan dan kepedulianmu rindu pada kedamaian yang kau ciptakan Rasulullah SAW , rindu pada kepemimpinanmu Cinta dan kasih sayang mu tiada tara Rahmatan Lil Alamin , memang itulah

Mengenal Kitab Ulmumul Hadits Masa Klasik, Pertengahan, dan Modern

Oleh: Habib Ziadi PENDAHULUAN Ilmu hadits menurut Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki memiliki 3 kandungan defenisi: Pertama :  penukilan riwayat yang disandarkan kepada Rasul saw dari pernyataan yang dikatakan oleh beliau, perbuatan yang dikerjakannya, atau persetujuannya, atau sifat-sifatnya. Yakni, semua tentang diri beliau dan sejarahnya baik sebelum atau sesudah kerasulan. Termasuk apa yang dinukil dari sahabat dan tabi’in. Ilmu hadits kategori ini disebut, “Ilmu Riwayah al-Hadits.” Kedua: Metode atau jalan yang digunakan dalam sampainya hadits-hadits dari sisi keadaan para perawi, kekuatan hapalan dan keadilannya, atau dari sisi sanad, apakah ia muttasil atau munqati’. Kategori ini dikenal dengan istilah “ilmu Ushul al-Hadits”. Ketiga, pembahasan pada pemahaman makna atau mafhum ma’na dari lafazh-lafazh hadits, maksudnya berdasarkan kaidah bahasa Arab dan ketentuan syariat dan disesuaikan dengan prilaku Nabi saw. [1] Perkembangan ulumul hadits dari masa ke masa

Prof. DR. Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki Al Hasani

Biografi Singkat Kelahiran Beliau Al 'Allamah Al Muhaddits Al Sayyid Prof. Dr. Muhammad ibn Sayyid 'Alawi ibn Sayyid 'Abbas ibn Sayyid 'Abdul 'Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki al-Asy'ari asy-Syadzili lahir di Makkah pada tahun 1365 H. Pendidikan pertamanya adalah Madrasah Al-Falah, Makkah, dimana ayah beliau Sayyid Alawi bin Abbas al Maliki sebagai guru agama di sekolah tersebut yang juga merangkap sebagai pengajar di halaqah di Haram Makki yang tempatnya sangat masyhur dekat Bab As-salam. Beliau juga belajar kepada ulama-ulama Makkah terkemuka lainnya, seperti Sayyid Amin Kutbi, Hassan Masshat, Muhammad Nur Sayf, Sa'id Yamani, dan lain-lain.Sayyid Muhammad memperoleh gelar Ph.D-nya dalam Studi Hadits dengan penghargaan tertinggi dari Jami' al-Azhar di Mesir, pada saat baru berusia dua puluh lima tahun. Beliau kemudian melakukan perjalanan dalam rangka mengejar studi Hadits ke Afrika Utara, Timur Tengah, Turki, Yaman, dan ju