Langsung ke konten utama

YPP NW Mispalah Mentakmirkan Idul Adha Dengan Tebar Kurban


Momen Hari raya Idul Adha selama ini selalu dimanfaatkan oleh YPP Darul Muhibbin NW Mispalah Prapen Praya untuk menyebarkan hewan kurban ke tengah masyarakat. Mengingat misi YPP NW Mispalah bergerak juga di bidang sosial, di samping pendidikan dan dakwah.
Jumlah hewan kurban yang dikelola tahun ini sebanyak 274 ekor kambing dan 7 ekor sapi. Hewan sebanyak itu adalah hasil patungan masyarakat Mispalah dan bantuan dari para muhsinin di Singapura. Hewan-hewan itu disembelih selama 2 hari, yaitu hari Senin dan Selasa (6-7/10) di lapangan depan pertokoan Grand Hero.
Menurut  ketua panitia, Ustad H. Habib Ziadi, ini adalah kali pertama YPP Darul Muhibbin NW menerima kepercayaan mengelola hewan dalam jumlah yang banyak. “Kami bekerjasama dengan Al-Imtaq internasional, sebuah lembaga charity Singapura yang salah satu misinya adalah mendistribusikan hewan kurban, fidyah, dan sedekah ke tanah air.” Ia menambahkan bahwa sebelumnya untuk mempersiapkan kegiatan ini sudah dibentuk panitia besar. “Panitia terdiri dari 10 utusan masing-masing RT sekitar, dewan guru, alumni, dan wali santri,” imbuhnya.
Pengasuh Ponpes, TGH. M. Shobri Azhari menuturkan bahwa meningkat tajamnya jumlah hewan kurban kali ini adalah berkah yang patut disyukuri. “Kami berhusnuzhan kepada Allah barangkali ini adalah hadiah terbaik Allah sebagai buah tradisi kurban yang setiap tahun dilaksanakan ponpes bersama masyarakat.” Pengasuh juga menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para Muhsinin dari Singapura terutama kepada Al-Imtaq Internasional sebagai wasilah terselenggaranya kegiatan ini.



Salah seorang suvervisor dari Singapura, Ustad Amsari, MA menyampaikan apresiasi positif atas terealisasinya dan tersalurkannya amal dari para muhsinin di Singapura. “Saya akan sampaikan selepas kembali nanti bahwa kegiatan tebar kurban di Ponpes ini berjalan tertib dan aman. Terima kasih kepada para panitia,” pujinya.
Hewan-hewan yang sudah dipotong dijadikan 2000 bungkus lebih. Bungkusan kurban itu disalurkan kepada wali santri, guru, alumni, masyarakat Mispalah, Merang Baru, Merembu, Peken Sampi, Darul Falah, Mujahidin, Rinjani Agung, Semarang, dan jamaah pengajian. Sehari sebelumnya kupon kurban telah diedarkan kepada masyarakat.

 “Harapan kami kepercayaan dari Muslim Singapura ini bisa berlanjut pada tahun-tahun akan datang dengan jumlah yang lebih banyak. Kami juga selalu mengajak masyarakat memelihara semangat berkurbannya,” pungkas TGH. M. Thahir Azhari selaku penanggung jawab program ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Kedatangan Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki ke Lombok

BIOGRAFI SYEIKH RAHMATULLAH Al-HINDI (PENDIRI MADRASAH LEGENDARIS AS-SHAULATIYAH MAKKAH AL-MUKARRAMAH)

Oleh: Husein Zaenal Muttakin, Lc., M.Pd.I BAB I
A.     Pendahuluaan Kondisi keagamaan  India pada abad 19 M sangat buruk.Kemunkaran dan kemaksiatan menyebar luas.Banyak sekali  fatwa-fatwa  dari para ulama yang jauh dari kebenaran, bahkan sampai ada yang berfatwa gugurnya kewajiban ibadah haji.Para pelajar banyak dirancuni oleh pemikiran barat sehingga mereka menganggap para ulama sebagai kaum yang jumud dan ketinggalan jaman.[1] Gerakan kristenisasi di India sangat gencar.Pada tahun 1792 M untuk pertama kali didirikan Lembaga Misi Kristen Protestan,kemudian pada tahun 1795 didirikan Organisasi Misi Kristen London dan pada Tahun 1799 didirikan Organisasi Misi Kristen  Gereja Inggris.[2] Sebelum memasuki awal abad ke 19 M, rombongan para misionaris dengan resmi dan teratur di kirimkan ke India  oleh Pemerintah Inggris, bahkan perusahaan-perusahaan dagang Inggris yang di India, disamping mendanai misi itu mereka memberikan hak istimewa kepada para misionaris itu. Untuk upaya…

Mengenal Kitab Ulmumul Hadits Masa Klasik, Pertengahan, dan Modern

Oleh: Habib Ziadi

PENDAHULUAN Ilmu hadits menurut Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki memiliki 3 kandungan defenisi: Pertama :  penukilan riwayat yang disandarkan kepada Rasul saw dari pernyataan yang dikatakan oleh beliau, perbuatan yang dikerjakannya, atau persetujuannya, atau sifat-sifatnya. Yakni, semua tentang diri beliau dan sejarahnya baik sebelum atau sesudah kerasulan. Termasuk apa yang dinukil dari sahabat dan tabi’in. Ilmu hadits kategori ini disebut, “Ilmu Riwayah al-Hadits.” Kedua: Metode atau jalan yang digunakan dalam sampainya hadits-hadits dari sisi keadaan para perawi, kekuatan hapalan dan keadilannya, atau dari sisi sanad, apakah ia muttasil atau munqati’. Kategori ini dikenal dengan istilah “ilmu Ushul al-Hadits”. Ketiga, pembahasan pada pemahaman makna atau mafhum ma’na dari lafazh-lafazh hadits, maksudnya berdasarkan kaidah bahasa Arab dan ketentuan syariat dan disesuaikan dengan prilaku Nabi saw.[1] Perkembangan ulumul hadits dari masa ke masa mengalami perubahan dem…