Langsung ke konten utama

Interaksi Salaf dengan Al-Qur’an


·      


 Ibrahim bin Khowas rahimahullah berkata: Obat hati itu lima perkara:
1.    Membaca Al-Qur’an dengan tadabbur
2.    Mengosongkan perut (perbanyak berpuasa)
3.    Bangun malam
4.    Zikir malam
5.    Bermajelis dengan orang shalih
·        Barangsiapa membaca Al-Qur’an dengan mengetahui maknanya, maka baginya untuk setiap huruf itu 700 kebaikan
·        Para salaf mereka mengajari anak-anaknya satu ayat Al-Qur’an maka diajari pula maknanya,  sebab dan di mana turunnya.
·        Seyogyanya bagi seseorang yang sudah sampai pada tahap khusuk dan meraih kelezatan saat membaca suatu ayat, maka ulangilah ayat itu meski hingga 100 kali sekalipun. Besar kemungkinan Allah akan memberikan fath (karunia besar) di sana.
·        Sayyidina Umar bin Al-Khatthab ra kadang jatuh  pingsan setelah melewati  ayat tertentu saat melakukan tilawah di malam hari sehingga dirinya dijenguk berhari-hari oleh sahabatnya layaknya menjenguk orang sakit.
·        Para auliya dari bani Alawi (keturunan Rasul saw) terdahulu, jika merasakan kelezatan luas biasa  membaca Al-Qur’an, kadang dirasakannya di mulut dan lidahnya rasa manis madu atau gula, sampai mereka ragu apakah batal puasanya karena mereka saat itu sedang berpuasa..
·        Sebagian ulama berkata: “Barangsiapa yang tidak membaca Al-Qur’an, maka dia telah mengacuhkannya. Siapa yang mebacanya tanpa mentadabburi maknanya juga telah mengacuhkannya. Siapa yang membacanya dan mentadabburinya lalu tidak mengamalkannya, brarti telah mengacuhkannya.”


Disarikan dari Kitab Al-Fawaid Al-Mukhtarah li Saliki Thoriqi Al-Akhirah, Al-Arif Billah Al-Habib Zain bin Ibrahim bin Sumaith hafizahullah hal: 188-190

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KISAH AJAIB PEMAKAMAN TGH. AHMAD IZZUDDIN HABIB MISPALAH

PENUTUR : AL-USTADZ SYAMSUL WATHANI, QH (PENDIDIK DI PP DARUL MUHIBBIN NW MISPALAH PRAYA)

Menjelang beberapa bulan menjelang wafatnya, beliau sempat mengisi majelis taklim binaan beliau di masjid Nurul Iman Mispalah Praya. Itu sebagai pengajian perpisahan dengan jamaah beliau. Tema yang beliau sampaikan saat itu adalah tentang keadaan kematian orang-orang sholeh. Kata beliau dalam pengajiannya, “Orang-orang yang sholeh jika meninggal dunia akan tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt di mana saja dia meninggal, entah di darat, di lautan, walaupun jasadnya tenggelam dalam laut, tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt. Walaupun tidak dikuburkan sebagaimana layaknya orang mati di daratan, dia tetap dimuliakan oleh Alloh swt, berkat kesholehannya. Maka para jamaah, jika plungguh sami menghadiri pemakaman orang orang sholeh, mungkin kebetulan saat musim hujan atau memang tanah pekuburannya banyak mengandung air, terus plungguh sami melihat banyak air di dalam kuburan orang tersebut, maka kita tida…

Kisah Kedatangan Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki ke Lombok

BIOGRAFI SYEIKH RAHMATULLAH Al-HINDI (PENDIRI MADRASAH LEGENDARIS AS-SHAULATIYAH MAKKAH AL-MUKARRAMAH)

Oleh: Husein Zaenal Muttakin, Lc., M.Pd.I BAB I
A.     Pendahuluaan Kondisi keagamaan  India pada abad 19 M sangat buruk.Kemunkaran dan kemaksiatan menyebar luas.Banyak sekali  fatwa-fatwa  dari para ulama yang jauh dari kebenaran, bahkan sampai ada yang berfatwa gugurnya kewajiban ibadah haji.Para pelajar banyak dirancuni oleh pemikiran barat sehingga mereka menganggap para ulama sebagai kaum yang jumud dan ketinggalan jaman.[1] Gerakan kristenisasi di India sangat gencar.Pada tahun 1792 M untuk pertama kali didirikan Lembaga Misi Kristen Protestan,kemudian pada tahun 1795 didirikan Organisasi Misi Kristen London dan pada Tahun 1799 didirikan Organisasi Misi Kristen  Gereja Inggris.[2] Sebelum memasuki awal abad ke 19 M, rombongan para misionaris dengan resmi dan teratur di kirimkan ke India  oleh Pemerintah Inggris, bahkan perusahaan-perusahaan dagang Inggris yang di India, disamping mendanai misi itu mereka memberikan hak istimewa kepada para misionaris itu. Untuk upaya…