Langsung ke konten utama

Intisari Ceramah Ayahanda TGH. M. Thahir Azhari pada Acara Halal Bihalal Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah



TGH. M. THAHIR AZHARI


Ada beberapa point penting yang bisa disimpulkan dari ceramah beliau.
    1. Madrasah Mispalah madrasah barokah
Madrasah ini, Darul Muhibbin Nahdlatul Wathan adalah karya maulanasyekh melalui murid kesayangannya, TGH. Abdillah Ibrahim rahimahullah. Untuk di Lombok tengah waktu itu, TGH Abdillah adalah murid beliau yang sangat patuh dan setia. Ibaratnya, belum selesai bapak Maulana berkata, sudah sami’na wa ato’na terlebih dahulu beliau.
Bapak maulana sendiri yang menyatakan bahwa madrasah ini adalah madrasah barokah. Mungkin semata-mata karena keikhlasan pendirinya. Termasuk karena keikhlasan guru-gurunya.
Terbukti kebarokahannya, datang berkunjung ke sini, menginjakkan kakinya di tanah ini, tamu-tamu mulia dari dalam terlebih lagi dari luar negeri. Dari Makkah, Yaman, Mesir, terakhir kemarin dari Sudan, silih berganti menziarahi madrasah ini. Semuanya berdoa demi kelanggengan madrasahnya, demi pendirinya, demi guru-gurunya, demi anak didik yang sudah lulus atau masih menyantri di sini. Ini bukti paling nyata dari berkah itu, para ulama banyak datang ke sini berziarah.
Bukti kebarakahannya semakin nampak jelas. Alumninya tersebar di mana-mana. Semua mengambil peran di posisinya masing-masing. Banyak yang berprestasi. Banyak yang berhasil. Maka beruntunglah bapak-ibu menitipkan anaknya di madrasah ini. Jika kita yakini, insya Allah, barokah itu akan mengalir kepada kita semua, termasuk bapak ibu dan anak-anaknya.
   2. Semangat untuk berfastabiqul khairat
Seorang muslim wajib memiliki semangat ini untuk terus bisa eksis di dunia. Apapun itu selama itu baik, kerjakan. Selama itu halal, tuntutlah rezeki melalui itu. Selama itu bermanfaat menurut akal dan tidak bertentangan dengan syara’ , maka jalanilah.
Dalam kebaikan, prinsp kita jangan mau kalah. Apalagi dalam perjuangan dalam pendidikan dan dakwah, kita harus mengambil bagian. Mengapa? Karena surga itu mahal harganya. Surga tidak bisa dibeli dengan berleha-leha atau bermalas-malasan. Apalagi malas dalam belajar. Malas berdakwah. Malas mengajar. Malas menafkahi anak untuk “sango” belajar.
Dalam Al-Qur’an disebutkan, “qulu wasyrabu hani'an bima aslaftum min ayyamil kholiyah,” maknanya adalah makan dan minumlah kalian sepuasnya hidangan yang lezat sebagai upah kerja kerasmu di dunia. (QS. Al-Haqqah 24)
Surga itu hadiah bagi orang yang berfastabiqul khairat ketika di dunia. Ketika di dunia, capek dan kerja keras memikirkan nasibnya dan keluarganya. Bukan semata untuk makan saja, tapi untuk ibadah, lebih-lebih untuk sekolah. Murrotud dunya (pahitnya dunia) hulwatul akhirah (manis di akhirat) kata ulama.Tidak apa lelah di dunia, jika nanti berleha-leha di akhirat.

  3.  Tugas manusia beramal
Tugas sebagai seorang muslim harus beramal salih sebanyak-banyaknya. Amal itu harus bermanfaat bukan bagi diri kita tapi juga orang lain. “maka beramallah kalian, maka Allah, Rasul, dan manusia akan melihat amalmu.” (QS. At-taubah 105)
Amalan yang paling baik adalah amal yang pahalanya terus mengalir, istilahnya amal jariyah. Amal investasi jangka panjang. Yaitu saat kita berbuat, hasilnya bisa dinikmati orang banyak. Apakah itu membangun masjid, mendirikan sarana belajar, membuat sumur yang dinikmati orang banyak, menulis kitab, mewakafkan Al-Qur’an, dll.
Dahulu, Nabi saw tidak pernah menyuruh kita secara langsung memmbangun madrasah/sekolah. Yang ada adalah menganjurkan membangun masjid. “Siapa yang membangun masjid di dunia, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.” Sabda nabi saw.
Masjid zaman dahulu multi fungsi. Semua kegiatan keummatan dilakukan dalam masjid. Mulai dari solat berjamaah, belajar mengajar, tempat tinggal, rapat persiapan perang, bahkan urusan politik diselesaikan dalam masjid.
Sekarang ini, fungsi masjid sebagian diambil alih oleh madrasah, rumah sakit, dan kantor-kantor pemerintahan. Sehingga ulama berpendapat, pahala membangun sarana yang bermanfaat langsung bagi ummat, pahalanya sama juga dengan membangun masjid.
Itulah mengapa bapak maulasyekh tidak saja membangun masjid, namun beliau lebih getol mendirikan madrasah. Sebab, masa depan generasi kita ada di madrasah, bukan di masjid. Membangun madrasah terus menerus adalah pekerjaaan beliau. Karena beliau mencetak kader dakwah di sana.

  4. Masuk surga dengan uang
Surga itu mahal harganya. Jadi perlu dibeli dengan uang atau usaha yang besar. Menyekolahkan anak butuh biaya, butuh kerja keras. Jangan sampai karena tidak punya biaya, berhenti belajar, atau menyuruh anak berhenti belajar. Bagaimana bisa membeli surga dengan berhenti belajar.
Dulu, saya pribadi pernah mengutarakan niat untuk menggratiskan semua pembiayaan santri di madrasah ini kepada bapak maulanasyekh. Saya mengira beliau akan antusias. Ternyata jawaban beliau tidak terduga, “Alurang wah dengan toakne pade bebayar, iye jari berkat ne pade. Lamun ante doang bebayar, ante doang mauk berkat” maksudnya biar semua dapat barokah, semua wali santri harus siap bayar. Jadi Bapak maulana tidak setuju kalau berkat itu saya borong semua.
Jadi, melalui kesempatan ini, saya mengajak kita semua, kita bersama membangun madrasah ini. Jika kita punya andil bersama di sini, kita titip saham di sini, insya Allah kita punya tabungan besar di akhirat. Dengan itu Allah buka pintu rezeki-Nya seluas-luasnya. Karena kita punya usaha membeli surga-Nya.
Pernah dulu ada Bapak maulana didesak oleh jamaah pengajian beliau. Jamaah melihat kenapa pembangunan gedung birrul walidain di Pancor dulu kok lambat. Beliau didesak supaya meminta dana kepada pemerintah supaya bangunan birrul walidain itu lekas rampung. Jamaah melihat, kharisma maulanasyekh yang besar dan pengarusnya di pemerintahan. Tetapi beliau hanya menjawab, “Lamun selapukne lekan pemerintah, embe jalan mek pade tame surga?” Jamaah itu pun diam seribu bahasa.  
Membangun itu harus beramai-ramai, ajak masyarakat, ajak jamaah, harus gotong royong. Seperti itu Nabi saw membangun Madinah dulu. Kebaikan jangan mau kita borong sendiri. Harus dibagi. Harus mengajak orang ramai. Jadi, insya Allah nanti ramai-ramai masuk surga.
Apa yang kita kerjakan hari ini, jika itu ikhlas dan sungguh-sungguh, bisa jadi hasilnya dapat kita rasakan. Kalau bukan sekarang, mungkin anak kita kelak, atau bahkan cucu kita nanti. Jadi jangan putus asa, putus harapan. Allah itu Maha kaya. Allah Maha Mengatur. Serahkan semuanya kepada Allah. Jika kita hidup tenang, tidur nyeyak, badan sehat,anak-anak sehat, itu sudah lebih dari cukup.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Kedatangan Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki ke Lombok

KISAH AJAIB PEMAKAMAN TGH. AHMAD IZZUDDIN HABIB MISPALAH

PENUTUR : AL-USTADZ SYAMSUL WATHANI, QH (PENDIDIK DI PP DARUL MUHIBBIN NW MISPALAH PRAYA)

Menjelang beberapa bulan menjelang wafatnya, beliau sempat mengisi majelis taklim binaan beliau di masjid Nurul Iman Mispalah Praya. Itu sebagai pengajian perpisahan dengan jamaah beliau. Tema yang beliau sampaikan saat itu adalah tentang keadaan kematian orang-orang sholeh. Kata beliau dalam pengajiannya, “Orang-orang yang sholeh jika meninggal dunia akan tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt di mana saja dia meninggal, entah di darat, di lautan, walaupun jasadnya tenggelam dalam laut, tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt. Walaupun tidak dikuburkan sebagaimana layaknya orang mati di daratan, dia tetap dimuliakan oleh Alloh swt, berkat kesholehannya. Maka para jamaah, jika plungguh sami menghadiri pemakaman orang orang sholeh, mungkin kebetulan saat musim hujan atau memang tanah pekuburannya banyak mengandung air, terus plungguh sami melihat banyak air di dalam kuburan orang tersebut, maka kita tida…

BIOGRAFI SYEIKH RAHMATULLAH Al-HINDI (PENDIRI MADRASAH LEGENDARIS AS-SHAULATIYAH MAKKAH AL-MUKARRAMAH)

Oleh: Husein Zaenal Muttakin, Lc., M.Pd.I BAB I
A.     Pendahuluaan Kondisi keagamaan  India pada abad 19 M sangat buruk.Kemunkaran dan kemaksiatan menyebar luas.Banyak sekali  fatwa-fatwa  dari para ulama yang jauh dari kebenaran, bahkan sampai ada yang berfatwa gugurnya kewajiban ibadah haji.Para pelajar banyak dirancuni oleh pemikiran barat sehingga mereka menganggap para ulama sebagai kaum yang jumud dan ketinggalan jaman.[1] Gerakan kristenisasi di India sangat gencar.Pada tahun 1792 M untuk pertama kali didirikan Lembaga Misi Kristen Protestan,kemudian pada tahun 1795 didirikan Organisasi Misi Kristen London dan pada Tahun 1799 didirikan Organisasi Misi Kristen  Gereja Inggris.[2] Sebelum memasuki awal abad ke 19 M, rombongan para misionaris dengan resmi dan teratur di kirimkan ke India  oleh Pemerintah Inggris, bahkan perusahaan-perusahaan dagang Inggris yang di India, disamping mendanai misi itu mereka memberikan hak istimewa kepada para misionaris itu. Untuk upaya…