Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

MENCINTAI BUKU

BY: H. Habib Ziadi Thohir  (dimuat di harian Nasional Republika Selasa 15 April 2014)
Generasi salafus shalih pernah menguasai dunia berkat keimanan mereka yang kokoh bagai gunung dan keilmuan mereka yang mendalam bagai lautan. Kecintaan mereka pada iman, ilmu, dan amal melebihi cinta manusia biasa pada harta, anak, dan istri.

Dalam konteks kecintaan terhadap ilmu, Imam Ibnu Qayyim menyatakan, “Adapun pecinta ilmu, kecintaannya pada ilmu melebihi kecintaan seseorang kepada kekasih. Dan banyak di antara mereka tidak tergoda melihat manusia tercantik di dunia sekalipun.”

Simak pula Muhammad bin Marwan Ad-Dimasyqi, “Sungguh, aku lebih memilih ditemani tinta sepanjang hari daripada seorang kawan. Aku lebih suka seikat kertas daripada sekarung tepung. Tamparan ulama di pipiku lebih terasa nikmat daripada minuman lezat.

Seseorang tidak bisa menjadi pecinta ilmu sebelum buku/kitabnya lebih berharga daripada bajunya. Konon ada orang melihat seseorang duduk di atas kitabnya, lalu dia ditegur, “Ap…

Imam As-Syafi’i: Sang Pembela Sunnah dan Hadits Nabi

www.muslim.or.id Nama dan Nasab
Beliau bernama Muhammad dengan kunyah Abu Abdillah. Nasab beliau secara lengkap adalah Muhammad bin Idris bin al-’Abbas bin ‘Utsman bin Syafi’ bin as-Saib bin ‘Ubayd bin ‘Abdu Zayd bin Hasyim bin al-Muththalib bin ‘Abdu Manaf bin Qushay. Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah pada diri ‘Abdu Manaf bin Qushay. Dengan begitu, beliau masih termasuk sanak kandung Rasulullah karena masih terhitung keturunan paman-jauh beliau, yaitu Hasyim bin al-Muththalib. Bapak beliau, Idris, berasal dari daerah Tibalah (Sebuah daerah di wilayah Tihamah di jalan menuju ke Yaman). Dia seorang yang tidak berpunya. Awalnya dia tinggal di Madinah lalu berpindah dan menetap di ‘Asqalan (Kota tepi pantai di wilayah Palestina) dan akhirnya meninggal dalam keadaan masih muda di sana. Syafi’, kakek dari kakek beliau, -yang namanya menjadi sumber penisbatan beliau (Syafi’i)- menurut sebagian ulama adalah seorang sahabat shigar (yunior) Nabi. As-Saib, bapak Syafi’, sendiri terma…

Sikap Ulama: Belajar dari Imam Malik

BY: HABIB ZIADI THOHIR
Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa Imam Malik bin Anas pernah menerima seseorang yang diutus oleh kaumnya untuk bertanya tentang beberapa hukum dalam masalah agama kepadanya. Namun, sang Imam tidak kunjung memberi jawaban hingga beberapa hari. Lalu orang tersebut berkata, “Wahai Abu Abdillah, aku akan pulang ke negeriku, tolong berikan jawaban atas permasalahan yang aku sampaikan?” Imam Malik berkata, “Masya Allah saudaraku, ketahuilah, aku hanya berbicara tentang sesuatu yang kupandang baik. Sementara aku tidak menguasai masalahmu ini dengan baik.” Salah seorang kawannya yang merupakan syaikh di Mesir pernah menegur Imam Malik dengan  mempertanyakan sikapnya yang kerap mengecewakan banyak utusan yang datang dari berbagai negeri untuk sekedar meminta fatwanya, sebab ia sering menjawab, ‘aku tidak tahu’. Imam malik menjawab, “Orang Syam datang kepadaku dari Syam, orang Iraq datang kepadaku dari Iraq, orang Mesir datang juga kepadaku. Mereka semua bertanya kepada…

"Madrasah Mispalah, Madrasah Barokah"

Itulah tutur Maulanasyekh saat mengunjungi madrasah ini masa lalu..

Insya Alloh barokah Alloh senantiasa mengalir di Pondok Pesantren Darul Muhibbin NW Mispalah
berkat doa para ulama
berkat keikhlasan pendiri NW, Hamzanwadi
berkat ketulusan pendiri Madrasah ini
berkat kesederhanaan para Asatidznya
berkat kepolosan santri-santrinya...

Ya Alloh, kasihi kami, ridhai kami, tunjuki kami jalan-Mu...!






Pekan Bersejarah Ponpes NW Mispalah

Alhamdulillah, Pondok Pesantren Darul Muhibbin NW Mispalah Praya selama ini tidak pernah sepi dari kunjungan tamu penting. Pekan kemarin, terdapat dua kunjungan spesial bagi segenap keluarga besar Pondok Pesantren. Tidak heran bila ketua Pembina Ponpes, Drs. H. M. Natsir Abdillah, MA menyatakan bahwa ini adalah pekan bersejarah. Kunjungan pertama adalah silaturrahim ulama besar Makkah Al-Mukarramah, Fadhilatu Syaikh Dr. Muhammad bin Ismail Zain pada Jumat (8/3). Kedatangan beliau ini adalah yang ketiga kalinya. Beliau hampir selalu mampir ke Ponpes NW Mispalah dalam setiap kunjungannya ke Pulau Lombok. Dalam tausyiahnya, beliau menekankan pentingnya pendidikan islami sejak dini. Ulama muda ini menyebut kondisi internal masyarakat muslim. “Hari ini kita melihat dengan mata kepala kita kerusakan di mana-mana, solusinya adalah dakwah dan pendidikan.” Menurut beliau, kita harus mengulang kembali keberhasilan dakwah dan pendidikan Rasul SAW. Peran madrasah dan pondok pesantren sangat startegi…