Langsung ke konten utama

Wahai Orang Muslim Berharta, Jadilah Engkau Ustman Ustman Baru !



Oleh : Dr. Aidh Abdullah  Al Qarni (www.eramuslim.com)

Malaikat merasa malu dihadapannya, kaum Mu’min mencintainya dan para pembangkang membencinya. Utsman sama dengan kebajikan dan kebaikan, sedekah dan Al Qur’an, kesabaraan dan keimanan.
Beliau mendermakan hartanya tanpa hitungan, menghimpun Al Qur’an dan Sunnah dan menemani Sang Kekasih di dalam surga.
Ketika bahaya musuh mengancam, lalu beliau membayar belanja hartanya untuk  jaysul usrah (Pasukan di Masa susah). Dahaga datang lalu beliau  membeli Bi’rur Raumah-sumur yang berair tawar dan enak rasanya, milik seorang yahudi yang menjualnya. , hinga airnya dapat diambil oleh para sahabat dengan gratis.
Ketika kelaparan menghadang lalu beliau memberi makanan kepada manusia di masjid. Mata tak kunjung terpejam lalu beliau mengkhatamkan Al Qur’an dalam semalam.
Penuh toleransi dan maaf dan tidak suka membalas dendam , sehingga beliau pun dilukai oleh pedang-pedang para pembangkang. Beliau dinikahkan oleh Rasulullah dengan 2 anaknya yaitu Ruqaiyah dan Ummi Kultsum. Membeli dirinya dua kali dan membaiat dua khalifah, sehingga beliau pantas dijuluki Dzun Nuraini – Pemilik Dua Cahaya
Beliau tidak ikut perang Badar, maka kaum muslimin menggantikannya. Karena tugas, beliau pada hari Aqabah , maka Pemimpin Tertinggi menggantikannya. Jika beliau tiada, perbuatan-perbuatannya hadir, maka segala sesuatu berlangsung dengan baik.
Dengan amal beliau membayar belanja para pasukan perang , maka beliau mendengar Muhammad  Salallahu alaihi wassalam berkhutbah diatas mimbarnya, “ Ya Allah, ridhalah kepada Utsman karena aku ridha kepadanya. Juga karena beliau talah menanggung biaya hidup kaum Muslim , maka beliau dihargai dengan pernyataan Nabi , “ Tak akan merugi Utsman apapun yang dilakukannya setelah hari ini. Beliau ditikam musuh dan mushafnya pun ikut robek.
Dua luka di jantung umat Islam yang tak terekatkan
                Satu di tubuh sang Syahid , satu lagi pada Al Qur’an
Di hari wafatnya, beliau sedang shiyam, setelah qiyam pada malam harinya. Beliau terbunuh ketika membaca Al Qur’an, maka beliau masuk surga dari Babur Rayyan, “ Bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga ( QS. Ar Rahman 55 : 46)
Terimakasih atas kebaikan yang kau berikan
                Kebaikan yang abadi dan dipersaksikan sejarah
Beliau makan sahur di Madinah, shalat Ashar di Raudah dan berbuka puasa disurga. Perbuatannya baik, maka penampilannya mantap. Beliau pembantu yang baik, maka beliau diupahi mati syahid.
Dari Islam, Utsman mengambil kelapangan. Dari kebenaran, beliau mengambil kejelasan. Dari tabiat-tabiat beliau beliau mengambil rasa malu. Dan dari nilai-nilai baik beliau mengambil kemurahan hati. Hartanya kemudahan berbagai kesulitan dan rasa malunya penyingkir pelbagai kesalahan.
Bila bintang menatapnya, ia sedang bersujud
                Bila  mentari melihatnya, ia sedang berderma
Beliau mengigaukan ayat-ayat Al Qur’an pada saat tertidur, maka Al Qur’anpun menemaninya sampai di Baqi ditempatnya di kubur. Dan karena Al Qur’an , kuburan itu berbinar-binar.
Selamat untuk Utsman pada hari beliau membeli surga dunia dengan harga yang paling mahal. Beliau telah pergi dengan berbekal puasa, jihad, bacaan Al Qur’an, sifat malu , kebaikan dan kebajikannya , namun kenangan, pujian doa dan cinta untuknya tetap abadi. Beliau dibunuh tanpa dosa,
Bertambah tinggilah posisinya  karena  darah dan syahadahnya. Telah tiba waktunya bagi Utsman untuk bertemu sang Rahman, tiba waktunya bagi sang pejuang untuk istirahat, bagi yang gemar berpuasa untuk berbuka , bagi yang rajin tahajud untuk memejamkan mata.
Kami menangisimu hingga air mata meminta kami berhenti membicarakanmu
Dan dilubang kubur engkau dan wajah keluhuran adalah sama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Kedatangan Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki ke Lombok

KISAH AJAIB PEMAKAMAN TGH. AHMAD IZZUDDIN HABIB MISPALAH

PENUTUR : AL-USTADZ SYAMSUL WATHANI, QH (PENDIDIK DI PP DARUL MUHIBBIN NW MISPALAH PRAYA)

Menjelang beberapa bulan menjelang wafatnya, beliau sempat mengisi majelis taklim binaan beliau di masjid Nurul Iman Mispalah Praya. Itu sebagai pengajian perpisahan dengan jamaah beliau. Tema yang beliau sampaikan saat itu adalah tentang keadaan kematian orang-orang sholeh. Kata beliau dalam pengajiannya, “Orang-orang yang sholeh jika meninggal dunia akan tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt di mana saja dia meninggal, entah di darat, di lautan, walaupun jasadnya tenggelam dalam laut, tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt. Walaupun tidak dikuburkan sebagaimana layaknya orang mati di daratan, dia tetap dimuliakan oleh Alloh swt, berkat kesholehannya. Maka para jamaah, jika plungguh sami menghadiri pemakaman orang orang sholeh, mungkin kebetulan saat musim hujan atau memang tanah pekuburannya banyak mengandung air, terus plungguh sami melihat banyak air di dalam kuburan orang tersebut, maka kita tida…

BIOGRAFI SYEIKH RAHMATULLAH Al-HINDI (PENDIRI MADRASAH LEGENDARIS AS-SHAULATIYAH MAKKAH AL-MUKARRAMAH)

Oleh: Husein Zaenal Muttakin, Lc., M.Pd.I BAB I
A.     Pendahuluaan Kondisi keagamaan  India pada abad 19 M sangat buruk.Kemunkaran dan kemaksiatan menyebar luas.Banyak sekali  fatwa-fatwa  dari para ulama yang jauh dari kebenaran, bahkan sampai ada yang berfatwa gugurnya kewajiban ibadah haji.Para pelajar banyak dirancuni oleh pemikiran barat sehingga mereka menganggap para ulama sebagai kaum yang jumud dan ketinggalan jaman.[1] Gerakan kristenisasi di India sangat gencar.Pada tahun 1792 M untuk pertama kali didirikan Lembaga Misi Kristen Protestan,kemudian pada tahun 1795 didirikan Organisasi Misi Kristen London dan pada Tahun 1799 didirikan Organisasi Misi Kristen  Gereja Inggris.[2] Sebelum memasuki awal abad ke 19 M, rombongan para misionaris dengan resmi dan teratur di kirimkan ke India  oleh Pemerintah Inggris, bahkan perusahaan-perusahaan dagang Inggris yang di India, disamping mendanai misi itu mereka memberikan hak istimewa kepada para misionaris itu. Untuk upaya…