Langsung ke konten utama

MTS ISHLAHUL IKHWAN NW MISPALAH PRAYA TERIMA KUNJUNGAN DUTA BUDAYA INDONESIA-AUSTRALIA

Pekan lalu, MTs Ishlahul Ikhwan NW Mispalah Praya menerima kunjungan tamu dari Australia. Lebih spesial lagi, karena sang tamu berkenan menjadi guru tamu selama sepekan di MTs Ishlahul Ikhwan NW Mispalah.
Kunjungan tersebut diwakili oleh Miss Hingor Chung. Ia adalah seorang pengajar di Taroona High Scholl Tasmania Australia. Menurut kepala MTs NW Mispalah, Syamsul Wathoni, S.Pd.I, Mom Hingor, demikian tamu itu disapa, banyak  memberi motivasi kepada  para guru dan santri. “Termasuk mengajarkan beberapa metode untuk menghidupkan suasana belajar di kelas melalui pembelajaran aktif, kreatif, dan atraktif,” ungkap kamad muda usia ini.
Selama di lingkungan Pondok Pesantren Darul Muhibbin NW, yayasan yang menaungi MTs NW Mispalah, Hingor Chung lekas berbaur dengan segenap elemen di pondok pesantren. “Kebetulan dia cakap berbahasa Indonesia. Menurut penuturannya sendiri, dia menguasai 6 bahasa selain bahasa Inggris,” cerita pengurus ponpes NW Mispalah, H. Hukamak, S.Pd.
Hal itu terbukti ketika kami menyaksikan langsung saat Hingor Chung memberi motivasi di hadapan para santri dengan menggunakan bahasa Indonesia. Saat itu wanita paruh baya itu menjelaskan tentang betapa pentingnya menguasai bahasa asing selain bahasa ibu dan bagaimana kiat untuk lekas mewujudkannya. “Di kantong kalian wajib ada buku catatan kecil tempat menulis kosa kata untuk dihafalkan,” katanya. Bagi ibu yang suka traveling itu, hari ini tidak ada alasan untuk tidak meningkatkan kemampuan bahasa asing.
Menurut penuturan Hingor Chung, Indonesia sangat berpotensi untuk maju, asalkan memperbaiki kualitas pendidikannya. Hal itu dikatakannya setelah mengamati iklim pendidikan di beberapa kota di Pulau Jawa dan Kalimantan sebelum mengunjungi Lombok. Kiprah pendidikan keagamaan melalui lembaga pendidikannya pun harus berperan lebih aktif. “Caranya sebisa mungkin kita harus mencetak anak yang gemar membaca dan berpetualang” ungkap guru keturunan China itu.
Di sela-sela kunjungannya, Miss Hingor Chung juga membawa serta beberapa rekannya dari Tasmania University yang kebetulan sedang belajar bahasa Indonesia di Pusat Bahasa UNRAM. Mereka semua diterima dengan hangat oleh para santri ponpes NW Mispalah. Mereka tidak segan sedikit belajar bahasa Indonesia dari para santri.
Kunjungan dari Autralia ini dalam rangka kunjungan balasan setelah setahun sebelumnya pihak MTs NW Mispalah mengutus 2 orang guru, H. Hukamak, S.Pd dan Baiq Mustika Sari S.Pd ke Taroona High School Tasmania.  MTS NW Mispalah sendiri bersama beberapa sekolah di NTB terpilih menjadi mitra sekolah Australia dalam program BRIDGE (building awareness and understanding through education) yaitu program kemitraan sekolah-sekolah Australia-Indonesia.
Program ini bertujuan untuk saling mengenal dan memahami melalui pendidikan. Termasuk di dalamnya tukar menukar budaya, bahasa, metodologi belajar bahasa Inggris-Indonesia yang diwujudkan dalam bentuk kunjungan tahunan. “Mom Hingor dan rekan-rekannya juga banyak bertanya tentang keislaman dan keindonesiaan,” pungkas Kamad MTs NW Mispalah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KISAH AJAIB PEMAKAMAN TGH. AHMAD IZZUDDIN HABIB MISPALAH

PENUTUR : AL-USTADZ SYAMSUL WATHANI, QH (PENDIDIK DI PP DARUL MUHIBBIN NW MISPALAH PRAYA)

Menjelang beberapa bulan menjelang wafatnya, beliau sempat mengisi majelis taklim binaan beliau di masjid Nurul Iman Mispalah Praya. Itu sebagai pengajian perpisahan dengan jamaah beliau. Tema yang beliau sampaikan saat itu adalah tentang keadaan kematian orang-orang sholeh. Kata beliau dalam pengajiannya, “Orang-orang yang sholeh jika meninggal dunia akan tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt di mana saja dia meninggal, entah di darat, di lautan, walaupun jasadnya tenggelam dalam laut, tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt. Walaupun tidak dikuburkan sebagaimana layaknya orang mati di daratan, dia tetap dimuliakan oleh Alloh swt, berkat kesholehannya. Maka para jamaah, jika plungguh sami menghadiri pemakaman orang orang sholeh, mungkin kebetulan saat musim hujan atau memang tanah pekuburannya banyak mengandung air, terus plungguh sami melihat banyak air di dalam kuburan orang tersebut, maka kita tida…

Kisah Kedatangan Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki ke Lombok

BIOGRAFI SYEIKH RAHMATULLAH Al-HINDI (PENDIRI MADRASAH LEGENDARIS AS-SHAULATIYAH MAKKAH AL-MUKARRAMAH)

Oleh: Husein Zaenal Muttakin, Lc., M.Pd.I BAB I
A.     Pendahuluaan Kondisi keagamaan  India pada abad 19 M sangat buruk.Kemunkaran dan kemaksiatan menyebar luas.Banyak sekali  fatwa-fatwa  dari para ulama yang jauh dari kebenaran, bahkan sampai ada yang berfatwa gugurnya kewajiban ibadah haji.Para pelajar banyak dirancuni oleh pemikiran barat sehingga mereka menganggap para ulama sebagai kaum yang jumud dan ketinggalan jaman.[1] Gerakan kristenisasi di India sangat gencar.Pada tahun 1792 M untuk pertama kali didirikan Lembaga Misi Kristen Protestan,kemudian pada tahun 1795 didirikan Organisasi Misi Kristen London dan pada Tahun 1799 didirikan Organisasi Misi Kristen  Gereja Inggris.[2] Sebelum memasuki awal abad ke 19 M, rombongan para misionaris dengan resmi dan teratur di kirimkan ke India  oleh Pemerintah Inggris, bahkan perusahaan-perusahaan dagang Inggris yang di India, disamping mendanai misi itu mereka memberikan hak istimewa kepada para misionaris itu. Untuk upaya…