Langsung ke konten utama

TAHUN BARU MAU NGAPAIN?



By: Habib Ziadi Thohir

Momen pergantian tahun oleh banyak orang sering dijadikan momen untuk foya-foya, hura-hura, dan bersuka ria. Ada yang ngedate dengan pacar, ada yang berkumpul di tempat wisata, ada yang meramaikan jantung kota, dan ada pula menonton konser musik. Bahkan, pemerintah daerah kadang menfasilitasi malam pergantian tahun dengan mengadakan pesta musik dan sejenisnya. Sehingga orang yang punya “gawe” di malam pergantian tahun itu rela merogoh kocek dalam-dalam untuk memuaskan diri mereka dan orang banyak.

Kegiatan-kegiatan seperti di atas sangat dekat sekali dengan kemaksiatan. Namun, kita akui bahwa kegiatan seperti itulah yang kerap dilakukan orang pada malam spesial itu. Lalu, sebaiknya apakah yang harus dilakukan oleh seorang muslim dalam menyambut datangnya tahun baru.

Pertama, Pergantian tahun bagi seorang muslim seharusnya jadi momen muhasabah atau evaluasi diri. Pada saat itulah pentingnya melakukan evaluasi diri. Evaluasi itu sendiri bisa sifatnya harian, pekanan, bulanan, atau tahunan. Kita bercermin pada kehidupan yang baru saja kita lalui pada tahun sebelumnya. Jika ternyata pada tahun sebelumnya kita banyak berbuat kesalahan maka pada tahun mendatang ini kita harus mengubah sikap untuk menanam kebajikan demi kebajikan sebanyak-banyaknya.

Evaluasi itu penting. Bagi seorang anak, apakah sudah benar-benar berbakti kepada orang tua. Bagi seorang ayah, sudahkah mendidik anak-anak dengan baik. Bagi seorang guru atau dosen, sudahkan mengajar dengan ikhlas dan profesional. Bagi seorang pejabat, sudahkah berlaku amanah, jujur, dan adil dengan membayar kepercayaan masyarakat dengan kinerja yang baik. Momen pergantian tahun adalah saat yang tepat untuk mengevaluasi diri.

Kedua, pergantian tahun bagi seorang muslim juga harus jadi ajang perencanaan renccana-rencana gemilang. Untuk urusan duniawi, apa saja target yang harus dicapai. Seorang pengusaha menyiapkan beragam strategi jitu untuk meraih keuntungan maksimal di tahun yang baru. Bagi seorang pengajar, merancang pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Bagi seorang pelajar atau mahasiswa, memasang target untuk prestasi yang membangggakan. Seorang pemimpin atau pejabat, meniatkan untuk bekerja lebih keras lagi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Bilamana dalam masalah keduniaan sebelumnya kita mengalami kemunduran, maka carilah sebab kemunduran itu. Lalu dari cara baru yang sekiranya dapat mendatangkan kemajuan. Janganlah kemunduran pada tahun sebelumnya membuat putus asa. Sebab putus asa di dalam mengharap rahmat Allah dan pertolongan Allah dilarang dalam Islam.

Ketiga, menghadiri acara yang bisa menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah serta menambah kecintaan kepada Rasulullah saw. Kita bersyukur bahwa kegiatan keagamaan seperti zikir akbar atau pengajian menyambut pergantian tahun mulai marak. Lebih menggembirakan lagi, kegiatan ini diprakarsai oleh pemerintah daerah. Itu artinya, pemerintah daerah sudah mulai meninggalkan acara konser musik yang sangat dekat dengan hura-hura dan maksiat.

Seandainya di wilayah kita tidak ada acara keagamaan menyambut tahun baru, kitalah yang menginisiasinya. Kita bisa berkordinasi dengan ormas Islam atau pondok pesantren lalu berkomunikasi dengan tokoh-tokohnyauntuk mengadakan acara itu. Insya Allah akan disambut positif oleh mereka.

Keempat, mendatangi keluarga atau kerabat. Tahun baru adalah kesempatan untuk membuka lembaran baru. Alahkan baiknya jika kita mendatangi rumah kerabat untuk silaturahim. Kita juga perlu menghubungi orang-orang yang mungkin kita pernah menyakiti hatinya untuk meminta maaf. Jangan sampai dosa tahun lalu masih terbawa di tahun yang baru. Tahun baru hendaknya dibuka dengan lembaran-lembaran baru. Noda-noda yang masih melekat sebaiknya dihapus.

Kelima, memperbanyak rasa syukur kepada Allah dan kepada sesama manusia bilamana di dalam tahun yang baru dilalui itu memperoleh banyak kemajuan, baik dalam masalah duniawi maupun ukhrawi. Jangan sampai keberhasilan yang telah diraih membuat kita pongah atau sombong. Kita musti ingat, bahwa semua itu bukan semata-mata karena kemampuan kerja otak atau otot kita, tapi masih ada tangan-tangan orang lain yang bekerja sama dengan kita atau bekerja untuk kita. Dan sudah pasti ada Tangan Allah Ta’ala.

Semoga pergantian tahun ini bisa menginspirasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya supaya kita benar-benar menjadi insan yang beruntung dunia akhirat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KISAH AJAIB PEMAKAMAN TGH. AHMAD IZZUDDIN HABIB MISPALAH

PENUTUR : AL-USTADZ SYAMSUL WATHANI, QH (PENDIDIK DI PP DARUL MUHIBBIN NW MISPALAH PRAYA)

Menjelang beberapa bulan menjelang wafatnya, beliau sempat mengisi majelis taklim binaan beliau di masjid Nurul Iman Mispalah Praya. Itu sebagai pengajian perpisahan dengan jamaah beliau. Tema yang beliau sampaikan saat itu adalah tentang keadaan kematian orang-orang sholeh. Kata beliau dalam pengajiannya, “Orang-orang yang sholeh jika meninggal dunia akan tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt di mana saja dia meninggal, entah di darat, di lautan, walaupun jasadnya tenggelam dalam laut, tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt. Walaupun tidak dikuburkan sebagaimana layaknya orang mati di daratan, dia tetap dimuliakan oleh Alloh swt, berkat kesholehannya. Maka para jamaah, jika plungguh sami menghadiri pemakaman orang orang sholeh, mungkin kebetulan saat musim hujan atau memang tanah pekuburannya banyak mengandung air, terus plungguh sami melihat banyak air di dalam kuburan orang tersebut, maka kita tida…

Kisah Kedatangan Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki ke Lombok

BIOGRAFI SYEIKH RAHMATULLAH Al-HINDI (PENDIRI MADRASAH LEGENDARIS AS-SHAULATIYAH MAKKAH AL-MUKARRAMAH)

Oleh: Husein Zaenal Muttakin, Lc., M.Pd.I BAB I
A.     Pendahuluaan Kondisi keagamaan  India pada abad 19 M sangat buruk.Kemunkaran dan kemaksiatan menyebar luas.Banyak sekali  fatwa-fatwa  dari para ulama yang jauh dari kebenaran, bahkan sampai ada yang berfatwa gugurnya kewajiban ibadah haji.Para pelajar banyak dirancuni oleh pemikiran barat sehingga mereka menganggap para ulama sebagai kaum yang jumud dan ketinggalan jaman.[1] Gerakan kristenisasi di India sangat gencar.Pada tahun 1792 M untuk pertama kali didirikan Lembaga Misi Kristen Protestan,kemudian pada tahun 1795 didirikan Organisasi Misi Kristen London dan pada Tahun 1799 didirikan Organisasi Misi Kristen  Gereja Inggris.[2] Sebelum memasuki awal abad ke 19 M, rombongan para misionaris dengan resmi dan teratur di kirimkan ke India  oleh Pemerintah Inggris, bahkan perusahaan-perusahaan dagang Inggris yang di India, disamping mendanai misi itu mereka memberikan hak istimewa kepada para misionaris itu. Untuk upaya…