Langsung ke konten utama

Resensi Kitab Kontemporer


As-Sunnah Wa Makanatuha Fit Tasyri'il Islamy

Oleh: Habib Ziadi Thohir


 ini adalah hasil; jerih payah syaikh mujahid, Dr. Mustafa As-Siba’i, ulama asal Siria. Ia disamping seorang da’i, ikut juga berperang membela Palestina atas intruksi Syaikh Hasan Al-Banna. kitab As-sunnah wa Makanatuha fit-Tasyri’ial Islamy adalah satu dari sekian kitab yang dikarang oleh as-Syaikh. Hampir semua bukunya mengedepankan pembelaan terhadap Islam dan memperkuat eksistensinya.
Dalam kitab ini, syaikh As-Siba’i meniatkan untuk menambah khazanah ilmiah di bidang hadits, terutama dalam aspek ad-difa’ anisunnah (pembelaan atas sunnah), di mana pada saat itu para orientalis melakukan serangan yang massif terhadap sunnah. Beliau ingin menitipkan saham dalam Islam, bukan hanya dengan berjihad melalui pena bahkan berjibaku mempertaruhkan nyawa.

Dalam kitab ini ia membeginya ke dalam tiga bab utama.
Bab pertama, ia menulis tentang makna as-sunnah, penukilannya, dan kodifikasinya. Dalam bab ini beliau
membagi menjadi 4 pasal.
Pasal pertam: defenisi sunnah dana peran sahabat dalam sunnah;
Pasal kedua: munculnya pemalsuan hadits, kapan dan di mana tersebarnya;
Pasal ketiga: perjuangan para ulama untuk mensucikan sunnah dari virus daif dan palsu;
Pasal keempat: hasil jerih payah ulama terhadap sunnah.
Adapun dalam bab kedua ia membahas isu-isu yang menimpa sunnah Nabi berupa syubhat
Pasal pertama: sunnah nabi dalam kaca mata Syiah;
Pasal kedua: sunnah nabi dalam kaca mata Khawari;j
Pasal ketiga: sunnah nabi dalam kaca mata orang yang mengingkari kehujjahan sunnah di masa lalu;
Pasal keempat: sunnah nabi dalam kaca mata orang yang mengingkarinya di masa kini
Pasal keempat: sunnah nabi dalam kaca mata orang yang mengingkari khabar ahad;
Pasal kelima: sunnah nabi dalam kaca mata orientalis;
Pasal ke enam: sunnah nabi dalam kaca mata para penulis masa kini.
Dalam bab ketiga, DR. As-Siba’i menulis tentang kedudukan sunnah dalam syariat Islam. Ia membaginya dalam 3 pasal.
Pertama, kedudukan sunnah di sisi Al-Qur’an
Kedua, kandungan Al-Qur’an dalam sunnah
Ketiga, nasakh sunnah oleh Al-Qur’an atau sebaliknya.
Dalam khotimahnya, ia menutup dengan menulis sekilas tentang Imam mazhab yang empat, Bukhari, Muslim, Nasa’i, Abu Da’ud, At-Tirmizi, dan Ibnu Majah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KISAH AJAIB PEMAKAMAN TGH. AHMAD IZZUDDIN HABIB MISPALAH

PENUTUR : AL-USTADZ SYAMSUL WATHANI, QH (PENDIDIK DI PP DARUL MUHIBBIN NW MISPALAH PRAYA)

Menjelang beberapa bulan menjelang wafatnya, beliau sempat mengisi majelis taklim binaan beliau di masjid Nurul Iman Mispalah Praya. Itu sebagai pengajian perpisahan dengan jamaah beliau. Tema yang beliau sampaikan saat itu adalah tentang keadaan kematian orang-orang sholeh. Kata beliau dalam pengajiannya, “Orang-orang yang sholeh jika meninggal dunia akan tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt di mana saja dia meninggal, entah di darat, di lautan, walaupun jasadnya tenggelam dalam laut, tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt. Walaupun tidak dikuburkan sebagaimana layaknya orang mati di daratan, dia tetap dimuliakan oleh Alloh swt, berkat kesholehannya. Maka para jamaah, jika plungguh sami menghadiri pemakaman orang orang sholeh, mungkin kebetulan saat musim hujan atau memang tanah pekuburannya banyak mengandung air, terus plungguh sami melihat banyak air di dalam kuburan orang tersebut, maka kita tida…

Kisah Kedatangan Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki ke Lombok

BIOGRAFI SYEIKH RAHMATULLAH Al-HINDI (PENDIRI MADRASAH LEGENDARIS AS-SHAULATIYAH MAKKAH AL-MUKARRAMAH)

Oleh: Husein Zaenal Muttakin, Lc., M.Pd.I BAB I
A.     Pendahuluaan Kondisi keagamaan  India pada abad 19 M sangat buruk.Kemunkaran dan kemaksiatan menyebar luas.Banyak sekali  fatwa-fatwa  dari para ulama yang jauh dari kebenaran, bahkan sampai ada yang berfatwa gugurnya kewajiban ibadah haji.Para pelajar banyak dirancuni oleh pemikiran barat sehingga mereka menganggap para ulama sebagai kaum yang jumud dan ketinggalan jaman.[1] Gerakan kristenisasi di India sangat gencar.Pada tahun 1792 M untuk pertama kali didirikan Lembaga Misi Kristen Protestan,kemudian pada tahun 1795 didirikan Organisasi Misi Kristen London dan pada Tahun 1799 didirikan Organisasi Misi Kristen  Gereja Inggris.[2] Sebelum memasuki awal abad ke 19 M, rombongan para misionaris dengan resmi dan teratur di kirimkan ke India  oleh Pemerintah Inggris, bahkan perusahaan-perusahaan dagang Inggris yang di India, disamping mendanai misi itu mereka memberikan hak istimewa kepada para misionaris itu. Untuk upaya…