Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2013

BIOGRAFI SYEIKH RAHMATULLAH Al-HINDI (PENDIRI MADRASAH LEGENDARIS AS-SHAULATIYAH MAKKAH AL-MUKARRAMAH)

Oleh: Husein Zaenal Muttakin, Lc., M.Pd.I BAB I
A.     Pendahuluaan Kondisi keagamaan  India pada abad 19 M sangat buruk.Kemunkaran dan kemaksiatan menyebar luas.Banyak sekali  fatwa-fatwa  dari para ulama yang jauh dari kebenaran, bahkan sampai ada yang berfatwa gugurnya kewajiban ibadah haji.Para pelajar banyak dirancuni oleh pemikiran barat sehingga mereka menganggap para ulama sebagai kaum yang jumud dan ketinggalan jaman.[1] Gerakan kristenisasi di India sangat gencar.Pada tahun 1792 M untuk pertama kali didirikan Lembaga Misi Kristen Protestan,kemudian pada tahun 1795 didirikan Organisasi Misi Kristen London dan pada Tahun 1799 didirikan Organisasi Misi Kristen  Gereja Inggris.[2] Sebelum memasuki awal abad ke 19 M, rombongan para misionaris dengan resmi dan teratur di kirimkan ke India  oleh Pemerintah Inggris, bahkan perusahaan-perusahaan dagang Inggris yang di India, disamping mendanai misi itu mereka memberikan hak istimewa kepada para misionaris itu. Untuk upaya…

Keutamaan Kitab Ihya' Ulumiddin

sumber: http://ketajamanhati.blogspot.com
Iman Al-Yafi’I r.h. meriwayatkan dengan sanad yang sohih sebuah kisah sebagai berikut : Syaikh Abal Hasan r.h. seorang ahli fiqih yang di zamannya ditaati dan didengar perkataannya pernah menentang kitab Ihya Ulumiddin karya Imam Al-Gozali q.s. Beliau berpandangan bahwa Ihya Ulumiddin telah melanggar As-Sunnah. Puncak penentangan itu beliau ekspresikan dengan memerintahkan untuk mengumpulkan naskah Ihya Ulumiddin. Beliau berencana membakarnya di hadapan masyarakat pada hari Jum’at di masjid jami’. Pada malam jum’at itu, beliau bermimpi. Dalam mimpi itu beliau masuk ke masjid jami’. Di sana dilihatnya ada Nabi Muhammad s.a.w. bersama sohabat Abu Bakar As-Sidiq r.a. dan ‘Umar bin Khottob Al-Faruq r.a. Saat itu dilihatnya pula Imam al-Gozali q.s. berada di hadapan Nabi s.a.w.
Ketika Syaikh Abal Hasan datang menghadap, Imam Al-Gozali q.s. berkata, “Orang ini memusuhiku ya Rosulalloh. Apabila masalah sebagaimana yang ia sangka, mak…

TAHUN BARU MAU NGAPAIN?

By: Habib Ziadi Thohir
Momen pergantian tahun oleh banyak orang sering dijadikan momen untuk foya-foya, hura-hura, dan bersuka ria. Ada yang ngedate dengan pacar, ada yang berkumpul di tempat wisata, ada yang meramaikan jantung kota, dan ada pula menonton konser musik. Bahkan, pemerintah daerah kadang menfasilitasi malam pergantian tahun dengan mengadakan pesta musik dan sejenisnya. Sehingga orang yang punya “gawe” di malam pergantian tahun itu rela merogoh kocek dalam-dalam untuk memuaskan diri mereka dan orang banyak.

Kegiatan-kegiatan seperti di atas sangat dekat sekali dengan kemaksiatan. Namun, kita akui bahwa kegiatan seperti itulah yang kerap dilakukan orang pada malam spesial itu. Lalu, sebaiknya apakah yang harus dilakukan oleh seorang muslim dalam menyambut datangnya tahun baru.

Pertama, Pergantian tahun bagi seorang muslim seharusnya jadi momen muhasabah atau evaluasi diri. Pada saat itulah pentingnya melakukan evaluasi diri. Evaluasi itu sendiri bisa sifatnya harian, pekanan,…

Kitab Qawaidul Ahkam fi Mashalihil Anam

Oleh: H. Habib Ziadi (dari berbagai sumber) Imam Izzuddin bin 'Abdussalam, seorang ulama bermadzhab Syafi'i yang wafat pada tahun 660 H menulis sebuah kitab yang diberi judul Qawa'idul Ahkam fii Mashalihil Anam. Kitab ini menjelaskan berbagai maslahat yang terkandung di dalam amal ibadah, muamalat, dan berbagai aktivitas seorang hamba. Ia memberikan penjelasan  berkenaan  dengan tujuan  penulisan  kitab ini,  "Tujuan  penulisan kitab ini ialah untuk  memberikan   penjelasan   tentang   pelbagai   maslahat dalam melakukan  ketaatan,  mu'amalah,  dan tingkah laku  supaya  para hamba berupaya   mencapainya; memberikan  penjelasan  mengenai mudharat menentang  ajaran Allah, agar mereka bisa menghindarinya; memberikan  penjelasan  mengenai  maslahat berbagai ibadah agar mereka  melakukannya;   penjelasan   mengenai   didahulukannya sebagian   kemaslahatan   atas   sebagian   yang   lain,   dan diakhirkannya sebagian mafsadat atas mafsadat  yang  lain; serta   penjelasan…

KEDUANYA CUCU HAMZANWADI

KUNJUNGAN DALAM MASA RESES ANGGOTA DPD RI, PROF.DR. FAROUK MUHAMMAD KE PONPES DARUL MUHIBBIN NW MISPALAH PRAYA, SENIN 23 DES 2013

Resensi Kitab Kontemporer

As-Sunnah Wa Makanatuha Fit Tasyri'il Islamy

Oleh: Habib Ziadi Thohir


 ini adalah hasil; jerih payah syaikh mujahid, Dr. Mustafa As-Siba’i, ulama asal Siria. Ia disamping seorang da’i, ikut juga berperang membela Palestina atas intruksi Syaikh Hasan Al-Banna. kitab As-sunnah wa Makanatuha fit-Tasyri’ial Islamy adalah satu dari sekian kitab yang dikarang oleh as-Syaikh. Hampir semua bukunya mengedepankan pembelaan terhadap Islam dan memperkuat eksistensinya.
Dalam kitab ini, syaikh As-Siba’i meniatkan untuk menambah khazanah ilmiah di bidang hadits, terutama dalam aspek ad-difa’ anisunnah (pembelaan atas sunnah), di mana pada saat itu para orientalis melakukan serangan yang massif terhadap sunnah. Beliau ingin menitipkan saham dalam Islam, bukan hanya dengan berjihad melalui pena bahkan berjibaku mempertaruhkan nyawa.

Dalam kitab ini ia membeginya ke dalam tiga bab utama.
Bab pertama, ia menulis tentang makna as-sunnah, penukilannya, dan kodifikasinya. Dalam bab ini beliau
membagi …

KALENDER PONDOK PESANTREN DARUL MUHIBBIN NW MISPALAH PRAYA TAHUN 2014

Belajar dari Ibnu Abbas ra

Abdullah bin Abbas adalah sahabat Nabi saw yang terbilang junior dibanding sahabat-sahabat lainnya. Namun, usianya yang belia tidak membuat sahabat yang lebih senior meremehkannya. Malah, mereka menaruh hormat yang besar padanya. Nama aslinya adalah Abdullah bin Abbas adalah anak dari Al-Abbas bin Abdul Muththalib bin Qushay Al-Qurasyi. Dialah tinta ummat ini. Lahir tiga tahun sebelum hijrah. Ia senantiasa mengiringi Nabi. Ia menyiapkan air untuk wudhu` Nabi. Ketika shalat, berjama`ah bersama Nabi. Apabila Nabi melakukan perjalanan, ia turut pergi bersama Nabi. Ia juga kerap menhadiri majelis-majelis Nabi. Akibat interaksi yang sedemikian itulah, Ia banyak mengingat dan mengambil pelajaran dari setiap perkataan dan perbuatan Nabi. Dalam pada itu, Nabi pun mengajari dan mendo`akan beliau dengan doa di atas. Ibnu Abbas menuturkan pengalamannya dalam menuntut ilmu, “Tatkala Rasulullah  telah berpulang ke hadirat Allah, aku mengatakan kepada seorang Anshar, ‘Mari kita bertanya…