Langsung ke konten utama

Profil Yayasan Pondok Pesantren Darul Muhibbin NW Mispalah



Yayasan Pondok Pesantren Darul Muhibbin NW Mispalah terletak di Kampung Mispalah lingkungan Merang Kelurahan Prapen Kecamatan Praya Lombok Tengah. Letaknya cukup strategis di kota Praya.  Yayasan ini diakui secara legal formal di mata hukum setelah keluarnya akta notaris yang dibuat oleh Notaris  Saharjo, SH, M.Kn, MH. No 02 tanggal 7 April 2007. Akta pendirian ini kemudian disahkan oleh    Menteri Hukum dan HAM RI nomor C-2219.HT.01.02.TH. 2007.
Namun, jauh sebelum berdiri dan diakuinya  Yayasan Pondok Pesantren Darul Muhibbin NW Mispalah, kegiatan pendidikan, dakwah, dan social telah berlangsung lama. Itu karena, Pondok Pesantren Darul Muhibbin NW Mispalah sudah berdiri sebelumnya.
Pondok Pesantren Darul Muhibbin NW Mispalah sendiri merupakan madrasah yang berdiri cukup awal di antara madrasah yang ada, khususnya di Lombok Tengah. Ponpes ini didirikan oleh murid bapak Maulana TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid rahimahullah sendiri, yaitu TGH. Abdillah Ibrahim rahimahullah. Beliau adalah murid yang sudah dianggap sebagai anak sendiri oleh Bapak Maulana.
Pada awalnya, berdiri Madrasah Ibtidaiyah Ishlahul Ikhwan NW tahun 1954 yang saat itu masih berlokasi di desa Merang (sebuah desa sebelum dibangunnya bendungan Batujai). Hingga pada awal tahun 1980 hijrah ke kampung Mispalah. Pada tahun 1984 berdiri Madrasah Tsanawiyah Ishlahul Ikhwan NW. di tahun yang sama, pendiri ponpes berpulang ke rahmatullah. Sejak saat itu estafet kepemimpinan ponpes dilanjutkan oleh dua putra beliau, yaitu TG. Drs. H. M. Natsir Abdillah, MA dan TGH. Ahmad Izzuddin Habib. Adapun Madrasah Aliyah berdiri pada tahun 1986. Adapun lembaga Pendidikan anak Usia Dini (PAUD) Ishlahul Ikhwan NW berdiri tahun 2011.
Alhamdulillah Pondok Pesantren Darul Muhibbin NW Mispalah  mendapat respon positif dari ummat. Terbukti dengan antusiasme masyarakat menyekolahkan anaknya di ponpes ini.  Ponpes yang dikenal dengan sebutan madrasah Mispalah ini pun banyak dikunjungi  tamu baik dari dalam maupun luar negeri. Berkat pertolongan Allah pula, ponpes berhasil  mencetak alumni yang mampu berkontribusi positif di tengah masyarakat. Para alumninya dengan beragam profesi dan aktifitas, mulai dari guru, dosen, PNS, TNI, POLRI, wartawan, pejabat, wiraswasta, hingga pimpinan pondok pesantren telah berkiprah demi kemajuan agama dan bangsa.
Kini, selepas meninggalnya TGH. Ahmad Izzuddin Habib tahun 2008, Yayasan Pondok Pesantren Darul Muhibbin NW Mispalah diketahui  oleh TG. Drs. H. M. Natsir Abdillah, MA, dan diasuh oleh TGH. M. Shobri Azhari, Qh, S.PdI dan TGH. Habib Ziadi, LQ, S.PdI.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Kedatangan Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki ke Lombok

BIOGRAFI SYEIKH RAHMATULLAH Al-HINDI (PENDIRI MADRASAH LEGENDARIS AS-SHAULATIYAH MAKKAH AL-MUKARRAMAH)

Oleh: Husein Zaenal Muttakin, Lc., M.Pd.I BAB I
A.     Pendahuluaan Kondisi keagamaan  India pada abad 19 M sangat buruk.Kemunkaran dan kemaksiatan menyebar luas.Banyak sekali  fatwa-fatwa  dari para ulama yang jauh dari kebenaran, bahkan sampai ada yang berfatwa gugurnya kewajiban ibadah haji.Para pelajar banyak dirancuni oleh pemikiran barat sehingga mereka menganggap para ulama sebagai kaum yang jumud dan ketinggalan jaman.[1] Gerakan kristenisasi di India sangat gencar.Pada tahun 1792 M untuk pertama kali didirikan Lembaga Misi Kristen Protestan,kemudian pada tahun 1795 didirikan Organisasi Misi Kristen London dan pada Tahun 1799 didirikan Organisasi Misi Kristen  Gereja Inggris.[2] Sebelum memasuki awal abad ke 19 M, rombongan para misionaris dengan resmi dan teratur di kirimkan ke India  oleh Pemerintah Inggris, bahkan perusahaan-perusahaan dagang Inggris yang di India, disamping mendanai misi itu mereka memberikan hak istimewa kepada para misionaris itu. Untuk upaya…

Mengenal Kitab Ulmumul Hadits Masa Klasik, Pertengahan, dan Modern

Oleh: Habib Ziadi

PENDAHULUAN Ilmu hadits menurut Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki memiliki 3 kandungan defenisi: Pertama :  penukilan riwayat yang disandarkan kepada Rasul saw dari pernyataan yang dikatakan oleh beliau, perbuatan yang dikerjakannya, atau persetujuannya, atau sifat-sifatnya. Yakni, semua tentang diri beliau dan sejarahnya baik sebelum atau sesudah kerasulan. Termasuk apa yang dinukil dari sahabat dan tabi’in. Ilmu hadits kategori ini disebut, “Ilmu Riwayah al-Hadits.” Kedua: Metode atau jalan yang digunakan dalam sampainya hadits-hadits dari sisi keadaan para perawi, kekuatan hapalan dan keadilannya, atau dari sisi sanad, apakah ia muttasil atau munqati’. Kategori ini dikenal dengan istilah “ilmu Ushul al-Hadits”. Ketiga, pembahasan pada pemahaman makna atau mafhum ma’na dari lafazh-lafazh hadits, maksudnya berdasarkan kaidah bahasa Arab dan ketentuan syariat dan disesuaikan dengan prilaku Nabi saw.[1] Perkembangan ulumul hadits dari masa ke masa mengalami perubahan dem…