Langsung ke konten utama

Ponpes NW Mispalah Praya Tebar Hewan Kurban




Dalam rangka mensyiarkan Idul Adha 1434 H, keluarga besar Pondok pesantren Darul Muhibbin NW Mispalah Praya mengadakan tebar kurban. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jum’at lalu. Terhitung 3 ekor sapi, 2 ekor kerbau, dan 3 ekor kambing disembelih untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Hewan kurban tersebut adalah hasil patungan anggota masyarakat, para santri, dan dewan guru, termasuk juga dari donatur. Untuk mensukseskan kegiatan tersebut, ponpes telah membentuk panitia penerimaan hewan kurban.

Tebar kurban kali ini seperti tahun-tahun sebelumnya bekerja sama dengan jamaah masjid Nurul Iman Mispalah Praya. “Alhamdulillah kita setiap tahun kami rutin mengadakan acara seperti ini, antusiasme masyarakat patut kita syukuri,” tutur pengasuh Ponpes, TGH. M. Shobri Azhari.

Tujuan kegiatan ini menurut pengasuh, guna menyambut seruan Allah di dalam Al-Qur’an fa shalli li Rabbika wanhar yaitu maka shalatlah untuk Tuhanmu dan berkurbanlah. “Berkurban termasuk sebagai tanda-tanda kesyukuran seorang muslim atas rezeki yang diraih selama ini. pungkasnya.

Pihak ponpes kedepannya mengaku sudah menyiapkan strategi agar jumlah hewan kurban meningkat. “Rencananya kami akan membuat kartu kurban, jadi setiap bulan masyarakat bisa menabung minimal 100 ribu,” ungkap pengasuh alumni Makkah ini. Menurutnya hal tersebut tentu sekali lebih ringan diabndingkan harus mengeluarkan sekian juta untuk patungan kurban menjelang Idul kurban. “Kami optimis tahun-tahun mendatang jumlah hewan kurban bisa semakin meningkat.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Puisi Cinta Nabi saw

Permata Hati Engkaulah yang menjadi permata hati kami Engkaulah yang menjadi mutiara akal ini Engkaulah yang menerangi kegelapan jiwa ini Engkaulah yang menunjuki jalan keselamatan Ya…Nabiyallah Ya…Rasulallah Ya…Habiballah shalawat dan salam untukmu semoga kami dapat bertemu denganmu … Sumber : http://puisiislam.blogdetik.com/tag/nabi-muhammad-saw/
Rasulullah Saw Berabad-abad sudah berlalu namun namamu masih melekat di hatiku tak pernah aku bertemu atau berjumpa denganmu tak pernah aku melihat langsung dakwahmu namun sinar cahaya itu mampu menebus jaman dan ruang menembus perbedaan di antara seluruh umat manusia cahaya itu tak pernah redup sampai akhir zaman Rasulullah SAW , begitu agung namamu bergetar hati ini , menangis , rindu bertemu dengan mu rindu pada suri tauladan yang kau berikan rindu pada kesederhanaan dan kepedulianmu rindu pada kedamaian yang kau ciptakan

BIOGRAFI SYEIKH RAHMATULLAH Al-HINDI (PENDIRI MADRASAH LEGENDARIS AS-SHAULATIYAH MAKKAH AL-MUKARRAMAH)

Oleh: Husein Zaenal Muttakin, Lc., M.Pd.I BAB I
A.     Pendahuluaan Kondisi keagamaan  India pada abad 19 M sangat buruk.Kemunkaran dan kemaksiatan menyebar luas.Banyak sekali  fatwa-fatwa  dari para ulama yang jauh dari kebenaran, bahkan sampai ada yang berfatwa gugurnya kewajiban ibadah haji.Para pelajar banyak dirancuni oleh pemikiran barat sehingga mereka menganggap para ulama sebagai kaum yang jumud dan ketinggalan jaman.[1] Gerakan kristenisasi di India sangat gencar.Pada tahun 1792 M untuk pertama kali didirikan Lembaga Misi Kristen Protestan,kemudian pada tahun 1795 didirikan Organisasi Misi Kristen London dan pada Tahun 1799 didirikan Organisasi Misi Kristen  Gereja Inggris.[2] Sebelum memasuki awal abad ke 19 M, rombongan para misionaris dengan resmi dan teratur di kirimkan ke India  oleh Pemerintah Inggris, bahkan perusahaan-perusahaan dagang Inggris yang di India, disamping mendanai misi itu mereka memberikan hak istimewa kepada para misionaris itu. Untuk upaya…

Mengenal Kitab Ulmumul Hadits Masa Klasik, Pertengahan, dan Modern

Oleh: Habib Ziadi

PENDAHULUAN Ilmu hadits menurut Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki memiliki 3 kandungan defenisi: Pertama :  penukilan riwayat yang disandarkan kepada Rasul saw dari pernyataan yang dikatakan oleh beliau, perbuatan yang dikerjakannya, atau persetujuannya, atau sifat-sifatnya. Yakni, semua tentang diri beliau dan sejarahnya baik sebelum atau sesudah kerasulan. Termasuk apa yang dinukil dari sahabat dan tabi’in. Ilmu hadits kategori ini disebut, “Ilmu Riwayah al-Hadits.” Kedua: Metode atau jalan yang digunakan dalam sampainya hadits-hadits dari sisi keadaan para perawi, kekuatan hapalan dan keadilannya, atau dari sisi sanad, apakah ia muttasil atau munqati’. Kategori ini dikenal dengan istilah “ilmu Ushul al-Hadits”. Ketiga, pembahasan pada pemahaman makna atau mafhum ma’na dari lafazh-lafazh hadits, maksudnya berdasarkan kaidah bahasa Arab dan ketentuan syariat dan disesuaikan dengan prilaku Nabi saw.[1] Perkembangan ulumul hadits dari masa ke masa mengalami perubahan dem…