Langsung ke konten utama

Ponpes NW Mispalah Penuhi Target PSB



TGH. M. Shobri Azhari
Pondok Pesantren Darul Muhibbin NW Mispalah Praya dalam penerimaan santri baru (PSB) tahun ajaran baru ini telah memenuhi target. Hal itu disampaikan oleh ketua panitia PSB, H. Habib Ziadi. Menurutnya, keberhasilan itu ditandai dengan semakin antusiasnya para orang tua menitipkan anaknya sebagai peserta didik baru di Mispalah. “Alhamdulillah, pada tahun ini, untuk Ibtidaiyah 1 rombel dengan 25 siswa, tsanawiah dan Aliyah masing-masing telah memenuhi 3 rombel dengan peminat diatas 80 peserta. Itu artinya sesuai target, “ ujarnya.
Jumlahnya pun bisa jadi bertambah mengingat lembaga pendidikan yang dikenal dengan sebutan Ponpes Mispalah ini masih menerima peserta baru meskipun pendaftaran sudah akan ditutup nantinya. “Keberhasilan ini adalah buah kerjasama pesantren, dewan asatidz, para santri, dan alumni,” terangnya.
Di tempat terpisah, pengasuh ponpes TGH. M. Shobri Azhari mengungkapkan bahwa jauh-jauh hari ponpes telah merancang strategi dalam menarik minat calon peserta didik. “Kami sosialisasi dengan mencetak kalender dan brosur ponpes beberapa tahun terakhir lalu mengedarkannya ke tengah masyarakat. Kami juga mengadakan hiziban keliling ke beberapa tempat. Fasilitas penunjang pendidikan dan ektarakulikuler kami tingkatkan sedikit demi sedikit,” ungkapnya. Menurutnya, target 3 rombel adalah realistis mengingat kapasitas rombel yang ada belum mencukupi. “Dengan bismillah dan dukungan semua pihak kami menyambut baik kepercayaan masyarakat yang memilih ponpes kami bagi pendidikan anak-anaknya.”
Ponpes Darul Muhibbin NW berada di bawah naungan yayasan dengan nama yang sama terletak di kampung Mispalah kelurahan Prapen kecamatan Praya. Lembaga ini menaungi pendidikan tingkat PAUD, MI, Mts, dan MA. Visinya adalah menjadi pesantren yang berbasis pengembangan bakat dan skil santri berbekal IMTAQ dan melek IPTEK. Untuk itu, ponpes berikhtiar untuk selalu  meningkatkan kualitas pendidik dan peserta didik dari waktu ke waktu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Puisi Cinta Nabi saw

Permata Hati Engkaulah yang menjadi permata hati kami Engkaulah yang menjadi mutiara akal ini Engkaulah yang menerangi kegelapan jiwa ini Engkaulah yang menunjuki jalan keselamatan Ya…Nabiyallah Ya…Rasulallah Ya…Habiballah shalawat dan salam untukmu semoga kami dapat bertemu denganmu … Sumber : http://puisiislam.blogdetik.com/tag/nabi-muhammad-saw/ Rasulullah Saw Berabad-abad sudah berlalu namun namamu masih melekat di hatiku tak pernah aku bertemu atau berjumpa denganmu tak pernah aku melihat langsung dakwahmu namun sinar cahaya itu mampu menebus jaman dan ruang menembus perbedaan di antara seluruh umat manusia cahaya itu tak pernah redup sampai akhir zaman Rasulullah SAW , begitu agung namamu bergetar hati ini , menangis , rindu bertemu dengan mu rindu pada suri tauladan yang kau berikan rindu pada kesederhanaan dan kepedulianmu rindu pada kedamaian yang kau ciptakan Rasulullah SAW , rindu pada kepemimpinanmu Cinta dan kasih sayang mu tiada tara Rahmatan Lil Alamin , memang itulah

Mengenal Kitab Ulmumul Hadits Masa Klasik, Pertengahan, dan Modern

Oleh: Habib Ziadi PENDAHULUAN Ilmu hadits menurut Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki memiliki 3 kandungan defenisi: Pertama :  penukilan riwayat yang disandarkan kepada Rasul saw dari pernyataan yang dikatakan oleh beliau, perbuatan yang dikerjakannya, atau persetujuannya, atau sifat-sifatnya. Yakni, semua tentang diri beliau dan sejarahnya baik sebelum atau sesudah kerasulan. Termasuk apa yang dinukil dari sahabat dan tabi’in. Ilmu hadits kategori ini disebut, “Ilmu Riwayah al-Hadits.” Kedua: Metode atau jalan yang digunakan dalam sampainya hadits-hadits dari sisi keadaan para perawi, kekuatan hapalan dan keadilannya, atau dari sisi sanad, apakah ia muttasil atau munqati’. Kategori ini dikenal dengan istilah “ilmu Ushul al-Hadits”. Ketiga, pembahasan pada pemahaman makna atau mafhum ma’na dari lafazh-lafazh hadits, maksudnya berdasarkan kaidah bahasa Arab dan ketentuan syariat dan disesuaikan dengan prilaku Nabi saw. [1] Perkembangan ulumul hadits dari masa ke masa

Prof. DR. Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki Al Hasani

Biografi Singkat Kelahiran Beliau Al 'Allamah Al Muhaddits Al Sayyid Prof. Dr. Muhammad ibn Sayyid 'Alawi ibn Sayyid 'Abbas ibn Sayyid 'Abdul 'Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki al-Asy'ari asy-Syadzili lahir di Makkah pada tahun 1365 H. Pendidikan pertamanya adalah Madrasah Al-Falah, Makkah, dimana ayah beliau Sayyid Alawi bin Abbas al Maliki sebagai guru agama di sekolah tersebut yang juga merangkap sebagai pengajar di halaqah di Haram Makki yang tempatnya sangat masyhur dekat Bab As-salam. Beliau juga belajar kepada ulama-ulama Makkah terkemuka lainnya, seperti Sayyid Amin Kutbi, Hassan Masshat, Muhammad Nur Sayf, Sa'id Yamani, dan lain-lain.Sayyid Muhammad memperoleh gelar Ph.D-nya dalam Studi Hadits dengan penghargaan tertinggi dari Jami' al-Azhar di Mesir, pada saat baru berusia dua puluh lima tahun. Beliau kemudian melakukan perjalanan dalam rangka mengejar studi Hadits ke Afrika Utara, Timur Tengah, Turki, Yaman, dan ju