Langsung ke konten utama

MA dan MTs Ishlahul Ikhwan NW Jaring Calon ketua OSIM




Adakan Debat Antar Kandidat
Peran Organisasi Siswa Intra Sekolah/Madrasah (OSIS/OSIM) dalam sebuah lembaga pendidikan cukup signifikan. Beberapa program yang terkait dengan kesiswaan dan ektra kulikuler umumnya dilaksanakan oleh organisasi otonom sekolah/madrasah itu. OSIS/OSIM termasuk salah satu wadah latihan basic leadership atau kepemimpinan dasar untuk mencetak kader calon pemimpin masa depan. Setiap tahun diadakan regenerasi kepemimpinan dari ketua hingga para anggotanya.
Untuk itulah, Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiah Ishlahul Ikhwan NW Mispalah Praya menggelar pemilihan calon ketua dan wakil ketua OSIM periode 2013-2014. Layaknya pemilihan umum, pihak panitia sebelum mengadakan pemungutan suara terlebih dahulu melakukan sosialisasi foto pasangan calon sebulan sebelumnya. Masing-masing pasangan calon juga diberikan kesempatan  memaparkan visi dan misinya di hadapan rekan-rekannya sewaktu apel pagi.
Guna menambah semaraknya perhelatan tersebut diadakan pula debat antar kandidat. “Kami sengaja menghidupkan semangat kompetisi dalam kegiatan ini. Paling tidak mereka faham betapa penting arti sebuah proses.” kata Ustadz Rofiqul khairi, pembina OSIM MA. Semua pasangan kandidat ditanya tentang visi misi mereka oleh para panelis dari pihak dewan guru. Mereka dituntut menjelaskan visi misinya secara sederhana di hadapan panelis dan termasuk sesama rekannya di kalangan santri.
Debat kandidat ini berlaku bagi calon ketua dan wakil baik ditingkat Aliyah maupun Tsanawiah Ishlahul Ikhwan NW Mispalah. Debat pertama untuk OSIM MA dilangsungkan pekan kemarin, adapun debat kedua untuk OSIM MTS pada Sabtu (19/10). “Pembelajaran tentang proses demokrasi setidaknya bisa dipraktekkan langsung dengan kegiatan sederhana seperti ini, “ harap pembina OSIM MTS, ustadz Dedi Efendi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Kedatangan Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki ke Lombok

BIOGRAFI SYEIKH RAHMATULLAH Al-HINDI (PENDIRI MADRASAH LEGENDARIS AS-SHAULATIYAH MAKKAH AL-MUKARRAMAH)

Oleh: Husein Zaenal Muttakin, Lc., M.Pd.I BAB I
A.     Pendahuluaan Kondisi keagamaan  India pada abad 19 M sangat buruk.Kemunkaran dan kemaksiatan menyebar luas.Banyak sekali  fatwa-fatwa  dari para ulama yang jauh dari kebenaran, bahkan sampai ada yang berfatwa gugurnya kewajiban ibadah haji.Para pelajar banyak dirancuni oleh pemikiran barat sehingga mereka menganggap para ulama sebagai kaum yang jumud dan ketinggalan jaman.[1] Gerakan kristenisasi di India sangat gencar.Pada tahun 1792 M untuk pertama kali didirikan Lembaga Misi Kristen Protestan,kemudian pada tahun 1795 didirikan Organisasi Misi Kristen London dan pada Tahun 1799 didirikan Organisasi Misi Kristen  Gereja Inggris.[2] Sebelum memasuki awal abad ke 19 M, rombongan para misionaris dengan resmi dan teratur di kirimkan ke India  oleh Pemerintah Inggris, bahkan perusahaan-perusahaan dagang Inggris yang di India, disamping mendanai misi itu mereka memberikan hak istimewa kepada para misionaris itu. Untuk upaya…

Mengenal Kitab Ulmumul Hadits Masa Klasik, Pertengahan, dan Modern

Oleh: Habib Ziadi

PENDAHULUAN Ilmu hadits menurut Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki memiliki 3 kandungan defenisi: Pertama :  penukilan riwayat yang disandarkan kepada Rasul saw dari pernyataan yang dikatakan oleh beliau, perbuatan yang dikerjakannya, atau persetujuannya, atau sifat-sifatnya. Yakni, semua tentang diri beliau dan sejarahnya baik sebelum atau sesudah kerasulan. Termasuk apa yang dinukil dari sahabat dan tabi’in. Ilmu hadits kategori ini disebut, “Ilmu Riwayah al-Hadits.” Kedua: Metode atau jalan yang digunakan dalam sampainya hadits-hadits dari sisi keadaan para perawi, kekuatan hapalan dan keadilannya, atau dari sisi sanad, apakah ia muttasil atau munqati’. Kategori ini dikenal dengan istilah “ilmu Ushul al-Hadits”. Ketiga, pembahasan pada pemahaman makna atau mafhum ma’na dari lafazh-lafazh hadits, maksudnya berdasarkan kaidah bahasa Arab dan ketentuan syariat dan disesuaikan dengan prilaku Nabi saw.[1] Perkembangan ulumul hadits dari masa ke masa mengalami perubahan dem…