Langsung ke konten utama

Inovasi-inovasi Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah


Yayasan Pondok Pesantren Darul Muhibbin Nahdlatul Wathan menaungi 4 lembaga pendidikan formal dan 2 lembaga pendidikan non formal. 4 pendidikan formal adalah PAUD Ishlahul Ikhwan NW, MI Ishlahul Ikhwan NW, Mts. Ishlahul Ikhwan NW, MA Ishlahul Ikhwan NW. Adapun lembaga non formal adalah Diniyah Ishlahul Ikhwan NW dan Ma’had Tahfidz Ishlahul Ikhwan NW.
Tahun demi tahun banyak program, inovasi, dan gebrakan diupayakan untuk meningkatkan kualitas di lingkungan Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah. Semua lembaga formal yang dinaungi oleh yayasan kini telah berstatus terakreditasi.
Beberapa Inovasi lembaga formal yang bersentuhan dengan para siswa-siswi
1.      Pendidikan gratis dari jenjang PAUD hingga MA
2.      Gratis pakaian seragam bagi siswa-siswi baru
3.      Doa bersama, latihan khitobah, dan bernyanyi lagu NW  sebelum masuk kelas dari semua lembaga
4.      Membaca Al-Qur’an sebelum memulai jam pertama
5.      Optimalisasi perpustakaan untuk mengisi jam kosong
6.      Optimalisasi Laboratorium komputer
7.      Belajar mengajar berbasis IT
8.      Shalat Zuhur berjamaah
9.      Berdoa sebelum pulang
10.  Membentuk kepengurusan OSIM dan mengontrol programnya
11.  Membentuk klub bahasa dan klub olahraga
12.  Mengirimkan para siswa ke berbagai event lomba
13.  Memberikan hadiah bagi siswa-siswi berprestasi
14.  Menfasilitasi siswa-siswi yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan ke PTN dan PTS dalam dan luar daerah
15.  Mengadakan class meeting selepas ujian semester
16. Mengoptimalkan ektra kulikuler bagi para santri
17. Mengadakan Reuni dan Hultah Ponpes.
Beberapa inovasi  yang berkaitan dengan dewan guru
1.      Menugaskan guru bidang studi sesuai dengan jurusannya
2.      Membuat jadwal piket guru untuk membantu kepala sekolah mengontrol belajar mengajar
3.      Mengirim guru untuk mengikuti kursus, workshop, seminar, dan pelatihan di dalam dan luar daerah
4.      Memberikan beasiswa S1 dan S2 bagi guru senior
5.      Mengusulkan untuk mendapat tunjangan sertifikasi
Inovasi yang berkaitan dengan masyarakat dan peningkatan mutu
1.      Mengadakan hultah Ponpes
2.      Mengadakan pengajian rutin mingguan dan hari-hari besar Islam
3.      Mencetak kalender Ponpes
4.      Bersih-bersih kampung dan pelayanan kesehatan
5.      Study banding ke ponpes besar dalam dan luar daerah
6.      Membuat blog ponpes dan menerbitkan karya tulis dewan guru
7.      Membentuk Ikatan Alumni Mispalah (ILMIAH) NW
8.      Mengadakan rapat evaluasi pengurus yayasan secara berkala

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KISAH AJAIB PEMAKAMAN TGH. AHMAD IZZUDDIN HABIB MISPALAH

PENUTUR : AL-USTADZ SYAMSUL WATHANI, QH (PENDIDIK DI PP DARUL MUHIBBIN NW MISPALAH PRAYA)

Menjelang beberapa bulan menjelang wafatnya, beliau sempat mengisi majelis taklim binaan beliau di masjid Nurul Iman Mispalah Praya. Itu sebagai pengajian perpisahan dengan jamaah beliau. Tema yang beliau sampaikan saat itu adalah tentang keadaan kematian orang-orang sholeh. Kata beliau dalam pengajiannya, “Orang-orang yang sholeh jika meninggal dunia akan tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt di mana saja dia meninggal, entah di darat, di lautan, walaupun jasadnya tenggelam dalam laut, tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt. Walaupun tidak dikuburkan sebagaimana layaknya orang mati di daratan, dia tetap dimuliakan oleh Alloh swt, berkat kesholehannya. Maka para jamaah, jika plungguh sami menghadiri pemakaman orang orang sholeh, mungkin kebetulan saat musim hujan atau memang tanah pekuburannya banyak mengandung air, terus plungguh sami melihat banyak air di dalam kuburan orang tersebut, maka kita tida…

Kisah Kedatangan Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki ke Lombok

BIOGRAFI SYEIKH RAHMATULLAH Al-HINDI (PENDIRI MADRASAH LEGENDARIS AS-SHAULATIYAH MAKKAH AL-MUKARRAMAH)

Oleh: Husein Zaenal Muttakin, Lc., M.Pd.I BAB I
A.     Pendahuluaan Kondisi keagamaan  India pada abad 19 M sangat buruk.Kemunkaran dan kemaksiatan menyebar luas.Banyak sekali  fatwa-fatwa  dari para ulama yang jauh dari kebenaran, bahkan sampai ada yang berfatwa gugurnya kewajiban ibadah haji.Para pelajar banyak dirancuni oleh pemikiran barat sehingga mereka menganggap para ulama sebagai kaum yang jumud dan ketinggalan jaman.[1] Gerakan kristenisasi di India sangat gencar.Pada tahun 1792 M untuk pertama kali didirikan Lembaga Misi Kristen Protestan,kemudian pada tahun 1795 didirikan Organisasi Misi Kristen London dan pada Tahun 1799 didirikan Organisasi Misi Kristen  Gereja Inggris.[2] Sebelum memasuki awal abad ke 19 M, rombongan para misionaris dengan resmi dan teratur di kirimkan ke India  oleh Pemerintah Inggris, bahkan perusahaan-perusahaan dagang Inggris yang di India, disamping mendanai misi itu mereka memberikan hak istimewa kepada para misionaris itu. Untuk upaya…