Langsung ke konten utama

Ponpes NW Mispalah Gelar Haul Pendiri Dihadiri Ulama Makkah



Di awal tahun ajaran baru pendidikan kali ini, tepatnya Rabu kemarin, Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah Prapen Praya menggelar acara Haul ke-18 wafatnya pendiri ponpes sendiri yaitu TGH. Abdillah Ibrahim. Acara yang dikemas dalam bentuk pengajian silaturrahim ini dinantikan oleh para hadirin. Apalagi setelah mendengar bahwa kegiatan  ini juga akan dihadiri oleh salah seorang ulama dari kota suci Makkah. “Benar bahwa   insya Allah Syaikh DR. Muhammad bin Ismail Zain akan hadir di tengah-tengah kita,” demikian penuturan ketua yayasan ponpes, Drs. TGH. M. Natsir Abdullah, MA.
Hadir dalam acara ini para dewan guru, semua santri beserta walinya, dan jamaah dari dalam dan luar kota Praya. Hadirin yang jumlahnya ratusan orang ini memadati masjid  Nurul Iman di komplek ponpes, tempat terselenggaranya acara.
Dalam sambutannya, pengasuh Ponpes TGH. M. Shobri Azhari mengungkapkan beribu syukur bahwa untuk kesekian kalinya ponpes NW Mispalah disinggahi dan diziarahi ulama dari Timur-Tengah. “Bagi Syaikh DR. Muhammad  sendiri, ini  adalah kesempatan yang kedua, semoga kunjungan beliau yang dirangkaikan dengan haul pendiri ponpes dapat mengundang keberkahan dari Allah SWT,” ungkapnya.  Di saat yang sama ia menyatakan bahwa amat beruntung sekali santri baru awal tahun ajaran baru ini sudah berjumpa dan langsung didoakan oleh seorang ulama besar.
Selepas menunggu cukup lama akhirnya datanglah tamu yang ditunggu-tunggu. Langsung saja beliau didaulat menyampaikan tausyiahnya. Dalam tausyiahnya beliau menyebutkan fadilah menghadiri majelis ilmu. “Majelis ilmu adalah majelis intelektual, menghadiri majelis ilmu adalah jalan utama memberantas kebodohan.” Pada kesempatan yang sama Alumnus Doktoral Ummul Qurra Makkah ini menyatakan bahwa ungkapan Man arada  ad-dunya fa alaihi bililmi dan seterusnya bukan hadits Nabi. Ungkapan itu katanya adalah  statemen Imam As-Syafi’i. Demikianlah sekelumit diantara tausyiah beliau yang diterjemahkan oleh salah seorang murid yang menyertainya.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Kedatangan Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki ke Lombok

KISAH AJAIB PEMAKAMAN TGH. AHMAD IZZUDDIN HABIB MISPALAH

PENUTUR : AL-USTADZ SYAMSUL WATHANI, QH (PENDIDIK DI PP DARUL MUHIBBIN NW MISPALAH PRAYA)

Menjelang beberapa bulan menjelang wafatnya, beliau sempat mengisi majelis taklim binaan beliau di masjid Nurul Iman Mispalah Praya. Itu sebagai pengajian perpisahan dengan jamaah beliau. Tema yang beliau sampaikan saat itu adalah tentang keadaan kematian orang-orang sholeh. Kata beliau dalam pengajiannya, “Orang-orang yang sholeh jika meninggal dunia akan tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt di mana saja dia meninggal, entah di darat, di lautan, walaupun jasadnya tenggelam dalam laut, tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt. Walaupun tidak dikuburkan sebagaimana layaknya orang mati di daratan, dia tetap dimuliakan oleh Alloh swt, berkat kesholehannya. Maka para jamaah, jika plungguh sami menghadiri pemakaman orang orang sholeh, mungkin kebetulan saat musim hujan atau memang tanah pekuburannya banyak mengandung air, terus plungguh sami melihat banyak air di dalam kuburan orang tersebut, maka kita tida…

BIOGRAFI SYEIKH RAHMATULLAH Al-HINDI (PENDIRI MADRASAH LEGENDARIS AS-SHAULATIYAH MAKKAH AL-MUKARRAMAH)

Oleh: Husein Zaenal Muttakin, Lc., M.Pd.I BAB I
A.     Pendahuluaan Kondisi keagamaan  India pada abad 19 M sangat buruk.Kemunkaran dan kemaksiatan menyebar luas.Banyak sekali  fatwa-fatwa  dari para ulama yang jauh dari kebenaran, bahkan sampai ada yang berfatwa gugurnya kewajiban ibadah haji.Para pelajar banyak dirancuni oleh pemikiran barat sehingga mereka menganggap para ulama sebagai kaum yang jumud dan ketinggalan jaman.[1] Gerakan kristenisasi di India sangat gencar.Pada tahun 1792 M untuk pertama kali didirikan Lembaga Misi Kristen Protestan,kemudian pada tahun 1795 didirikan Organisasi Misi Kristen London dan pada Tahun 1799 didirikan Organisasi Misi Kristen  Gereja Inggris.[2] Sebelum memasuki awal abad ke 19 M, rombongan para misionaris dengan resmi dan teratur di kirimkan ke India  oleh Pemerintah Inggris, bahkan perusahaan-perusahaan dagang Inggris yang di India, disamping mendanai misi itu mereka memberikan hak istimewa kepada para misionaris itu. Untuk upaya…