Langsung ke konten utama

PENTINGNYA ILMU

Dikutip Dari  "KATA-KATA HIKMAH" pada 29 Pebruari 2012 pukul 19:34 ·




“Allah akan MENINGGIKAN orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadalah:11)

Al-Imam Asy-Syafi’i:

“BELAJARLAH karena tidak ada seorangpun yang dilahirkan dalam keadaan BERILMU, dan tidaklah orang yang berilmu seperti orang yang bodoh.
Sesungguhnya suatu kaum yang BESAR tetapi tidak memiliki ILMU maka sebenarnya kaum itu adalah KECIL apabila terluput darinya KEAGUNGAN (ILMU).
Dan sesungguhnya kaum yang KECIL jika memiliki ILMU maka pada hakikatnya mereka adalah kaum yang BESAR apabila perkumpulan mereka selalu dengan ILMU.”




Kebutuhan manusia terhadap ILMU itu lebih besar daripada kebutuhan mereka kepada MAKANAN dan MINUMAN, karena makanan dan minuman hanya dibutuhkan sekali atau dua kali dalam sehari, sedangkan ILMU dibutuhkan sebanyak SEJUMLAH PERNAFASAN kita sepanjang hari. ( Imam Ahmad bin Hambal)



Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “ILMU itu lebih baik daripada HARTA, ILMU akan MENJAGAMU sedangkan kamulah yang akan menjaga harta. Ilmu itu HAKIM (yang memutuskan berbagai perkara) sedangkan harta adalah yang DIHAKIMI. Telah mati para penyimpan harta dan tersisalah para PEMILIK ILMU, walaupun diri-diri mereka telah tiada akan tetapi pribadi-pribadi mereka TETAP ADA pada hati-hati manusia.” (Adabud Dunyaa wad Diin, karya Al-Imam Abul Hasan Al-Mawardiy, hal.48)

Dari Al-Hasan Al-Bashriy rahimahullaah, beliau berkata: “Sungguh aku mempelajari satu bab dari ILMU lalu aku MENGAJARKANNYA kepada seorang muslim di jalan Allah LEBIH AKU CINTAIi daripada aku mempunyai DUNIA SELURUHNYA.” (Al-Majmuu’ Syarh Al-Muhadzdzab, karya Al-Imam An-Nawawiy, 1/21)

Muadz bin Jabal pernah mengatakan:
“Pelajarilah ilmu,
karena mempelajari ilmu karena Allah adalah KEBAIKAN
dan menuntut ilmu adalah IBADAH,
pengkajiannya adalah TASBIH,
penyidikannya terhadap ilmu adalah JIHAD,
pengajarannya adalah SEDEKAH,
dan pemberian kepada ahlinya adalah PENDEKATAN DIRI kepada Allah.

Ilmu adalah PENGHIBUR dikala kesepian,
TEMAN diwaktu sendirian,
dan PETUNJUK dikala senang dan susah.
Ia adalah PEMBANTU dan TEMAN yang baik,
dan PENERANG jalan ke SYURGA.”

Siapa Muadz Bin Jabal ini? Ia seorang pemuda, yang masuk Islam ketika berumur 18 tahun kemudian Nabi Saw mengakatnya menjadi seorang penguasa sekaligus pengajar ke Negara Yaman ketika ia berusia 24 tahun. Ia dikenal sebagai ulama yang masyhur.

Dari ‘Umar Ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Sesungguhnya seseorang keluar dari rumahnya dalam keadaan dia mempunyai dosa-dosa seperti gunung Tihamah, akan tetapi apabila dia mendengar ILMU , kemudian dia menjadi TAKUT, kembali kepada Rabbnya dan BERTAUBAT, maka dia pulang ke rumahnya dalam keadaan tidak mempunyai dosa. Oleh karena itu, janganlah kalian meninggalkan majelisnya para ulama.” (Miftaah Daaris Sa’aadah, karya Al-Imam Ibnul Qayyim, 1/77)

Dan beliau juga berkata: “Wahai manusia, WAJIB atas kalian untuk BERILMU (mempelajari dan mengamalkannya), karena sesungguhnya Allah Ta’ala mempunyai SELENDANG yang Dia cintai. Maka barangsiapa yang MEMPELAJARI satu bab dari ILMU, Allah akan selendangkan dia dengan SELENDANG-Nya. Apabila dia terjatuh pada suatu DOSA hendaklah meminta AMPUN kepada-Nya, supaya Dia tidak melepaskan selendang-Nya tersebut SAMPAI dia MENINGGAL.” (Ibid. 1/121)

”Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan membuka baginya satu jalan dari JALAN-JALAN SYURGA.” (Hadits hasan)


Ibnu Hazm seorang pakar fikih dan usul fikih menyimpulkan:
Ilmu pengetahuan Islam itu memiliki manfaat yang banyak bagi kehidupan manusia. Antara lain :

1. Menghilangkan KERESAHAN
2. Menghindarkan bujukan SYETAN
3. Mengikis SUNTUK, RESAH, GUNDAH GULANA
4. Menghilangkan KESEDIHAN


“Barangsiapa yang Allah akan berikan KEBAIKAN kepada seseorang, maka Allah memberi KEFAHAMAN dalam ILMU AGAMA.”(HR. Bukhari Muslim)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Kedatangan Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki ke Lombok

KISAH AJAIB PEMAKAMAN TGH. AHMAD IZZUDDIN HABIB MISPALAH

PENUTUR : AL-USTADZ SYAMSUL WATHANI, QH (PENDIDIK DI PP DARUL MUHIBBIN NW MISPALAH PRAYA)

Menjelang beberapa bulan menjelang wafatnya, beliau sempat mengisi majelis taklim binaan beliau di masjid Nurul Iman Mispalah Praya. Itu sebagai pengajian perpisahan dengan jamaah beliau. Tema yang beliau sampaikan saat itu adalah tentang keadaan kematian orang-orang sholeh. Kata beliau dalam pengajiannya, “Orang-orang yang sholeh jika meninggal dunia akan tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt di mana saja dia meninggal, entah di darat, di lautan, walaupun jasadnya tenggelam dalam laut, tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt. Walaupun tidak dikuburkan sebagaimana layaknya orang mati di daratan, dia tetap dimuliakan oleh Alloh swt, berkat kesholehannya. Maka para jamaah, jika plungguh sami menghadiri pemakaman orang orang sholeh, mungkin kebetulan saat musim hujan atau memang tanah pekuburannya banyak mengandung air, terus plungguh sami melihat banyak air di dalam kuburan orang tersebut, maka kita tida…

BIOGRAFI SYEIKH RAHMATULLAH Al-HINDI (PENDIRI MADRASAH LEGENDARIS AS-SHAULATIYAH MAKKAH AL-MUKARRAMAH)

Oleh: Husein Zaenal Muttakin, Lc., M.Pd.I BAB I
A.     Pendahuluaan Kondisi keagamaan  India pada abad 19 M sangat buruk.Kemunkaran dan kemaksiatan menyebar luas.Banyak sekali  fatwa-fatwa  dari para ulama yang jauh dari kebenaran, bahkan sampai ada yang berfatwa gugurnya kewajiban ibadah haji.Para pelajar banyak dirancuni oleh pemikiran barat sehingga mereka menganggap para ulama sebagai kaum yang jumud dan ketinggalan jaman.[1] Gerakan kristenisasi di India sangat gencar.Pada tahun 1792 M untuk pertama kali didirikan Lembaga Misi Kristen Protestan,kemudian pada tahun 1795 didirikan Organisasi Misi Kristen London dan pada Tahun 1799 didirikan Organisasi Misi Kristen  Gereja Inggris.[2] Sebelum memasuki awal abad ke 19 M, rombongan para misionaris dengan resmi dan teratur di kirimkan ke India  oleh Pemerintah Inggris, bahkan perusahaan-perusahaan dagang Inggris yang di India, disamping mendanai misi itu mereka memberikan hak istimewa kepada para misionaris itu. Untuk upaya…