Langsung ke konten utama

Menuntun Cinta Menuju Surga

Islam tidak melarang cinta. Namun Islam melarang melampaui batas karena cinta dalam bentuk apapun, baik dengan pendengaran, ucapan, maupun sentuhan yang tidak diperkenanan syara’
Kalau pandangan yang terus menerus saja dilarang dalam Islam, lalu bagaimana dengan pertemuan yang tidak dibolehkan syara’? Nabi bersabda
”Wahai Ali, janganlah kau ikuti pandangan pertama dengan pandangan kedua. Karena pandangan pertama adalah bagimu dan pandangan yang kemudian bukanlah bagimu.” (HR. Tirmidzi dihasankan oleh Al-Albani)
Dari Abdullah bin Mas’ud., bahwa ia berkata: ”Rasulullah SAW telah bersabda: ”Janganlah seorang wanita bergaul dengan wanita lainnya kemudian melukiskan kepada suaminya (keadaan wanita tersebut) seakan-akan suaminya melihat wanita itu (HR. Bukhari)
Maksudnya, janganlah seorang istri menceritakan perihal wanita lain kepada suaminya sehingga seakan-akan suaminya melihat wanita tersebut. Wahai Pencinta!… kiaskanlah keadaanmu dengan hadist ini agar kamu mengetahui batas-batas hakmu bersama gadis yang kau cintai. Perhatikanlah juga keadaanmu wahai saudariku yang sedang kasmaran dengan membandingakan keadaanmu terhadap hadist ini agar kamu mengetahui batasan-batasan hakmu bersama dengan orang yang kau cintai.
Sebagaimana telah kami katakan bahwa dalam Islam menegakkan kehidupan berdasrkan cinta dan kasih sayang yang sidyariatkan. Rasulullah SAW sendiri sangat mencintai khadijah. Beliau bersabda:
Allah tidak memberikan kepadaku ganti yang lebih baik daripada dia. Ia telah beriman kepadaku ketika orang lain mengingkariku. Ia membenaranku ketika orang-orang mendustakanku, ia menolongku dengan hartanya ketika orang lain menghalangiku. Allah menganugerahkan anak-anaknya untukku dan di menghalangiku dari anak-anak yang lain.” (HR. Ahmad)
Pada suatu hari, sesudah wafatnya Khadijah, tampak Halah binti khuwailid, saudari khadijah bertamu ke rumah ’Aisyah sementara pada saat itu Rasulullah SAW sedang berada di halaman. Halahpun mengucapkan salam sedangkan suaranya mirip dengan suara Khadijah, sang istri yang mulia, berharga dan kekasih hati Nabi SAW. Hati Nabi bergetar seketika sehingga lidahnya mengucapkan: ”Ya Allah, Halah,” Dalam riwayat Muslim disebutkan:”Ya Allah Halah Binti Khuwailid.” ’Aisyah berkata:”Aku menjadi cemburu dan berkata: ’Apakah yag membuatmu terus teringat kepada salah satu wanita tua Quraisy yang merah sudut mulutnya (kinayah terhadap lanjut usianya) dan telah meningal dunia, sedangkan Allah telah memberikan ganti yang lebih baik untukmu daripadanya (karena Aisyah masih sangat muda dan cantik).” Rasulullah SAW mwnjdai sangan marah dan bersabda: ”Demi Allah, Allah tidak memberikan ganti yang lebih baik daripada dia…………(sesuai dengan hadist riwayat Ahmad di atas, yang juga diriwayatkan Muslim).
Apabila Rasulullah SAW menyembelih seekor kambing, beliau bersabda: ”kirimkanlah untuk sahabat-sahabat Khadijah.” ’Aisyah berkata:”Pada suatu hari akue membuatnya marah dengan berkata: ”Khadijah?” Rasulullah SAW bersabda: ”Aku telah dikaruniai perasan cinta kepadanya.” (HR Muslim)
Wahai saudaraku muslim, bisakah engkau melukiskan cinta ini?
Wahai saudariku Muslimah bisakah engkau melukiskan cinta ini?
Adakah di antara kita yang menginginkan cinta seperti Rasulullah SAW kepada Khadijah?
Barangsiapa yang mengatakan bahwa Islam melarang cinta maka ia telah keliru. Islam senantiasa beriringan dengan cinta suci dan terjaga lagi mulia yang tidak lekang oleh waktu, tidak pudar karena menikah dengan wanita yang muda lagi cantik, tidak digoyahkan oleh kekayaan setelah sebelumnya miskin, tidak diubah oleh sakit sesudah sehat, dan tidak pula mampu digeser mati sesudah hidup.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Kedatangan Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki ke Lombok

KISAH AJAIB PEMAKAMAN TGH. AHMAD IZZUDDIN HABIB MISPALAH

PENUTUR : AL-USTADZ SYAMSUL WATHANI, QH (PENDIDIK DI PP DARUL MUHIBBIN NW MISPALAH PRAYA)

Menjelang beberapa bulan menjelang wafatnya, beliau sempat mengisi majelis taklim binaan beliau di masjid Nurul Iman Mispalah Praya. Itu sebagai pengajian perpisahan dengan jamaah beliau. Tema yang beliau sampaikan saat itu adalah tentang keadaan kematian orang-orang sholeh. Kata beliau dalam pengajiannya, “Orang-orang yang sholeh jika meninggal dunia akan tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt di mana saja dia meninggal, entah di darat, di lautan, walaupun jasadnya tenggelam dalam laut, tetap akan dimuliakan oleh Alloh swt. Walaupun tidak dikuburkan sebagaimana layaknya orang mati di daratan, dia tetap dimuliakan oleh Alloh swt, berkat kesholehannya. Maka para jamaah, jika plungguh sami menghadiri pemakaman orang orang sholeh, mungkin kebetulan saat musim hujan atau memang tanah pekuburannya banyak mengandung air, terus plungguh sami melihat banyak air di dalam kuburan orang tersebut, maka kita tida…

BIOGRAFI SYEIKH RAHMATULLAH Al-HINDI (PENDIRI MADRASAH LEGENDARIS AS-SHAULATIYAH MAKKAH AL-MUKARRAMAH)

Oleh: Husein Zaenal Muttakin, Lc., M.Pd.I BAB I
A.     Pendahuluaan Kondisi keagamaan  India pada abad 19 M sangat buruk.Kemunkaran dan kemaksiatan menyebar luas.Banyak sekali  fatwa-fatwa  dari para ulama yang jauh dari kebenaran, bahkan sampai ada yang berfatwa gugurnya kewajiban ibadah haji.Para pelajar banyak dirancuni oleh pemikiran barat sehingga mereka menganggap para ulama sebagai kaum yang jumud dan ketinggalan jaman.[1] Gerakan kristenisasi di India sangat gencar.Pada tahun 1792 M untuk pertama kali didirikan Lembaga Misi Kristen Protestan,kemudian pada tahun 1795 didirikan Organisasi Misi Kristen London dan pada Tahun 1799 didirikan Organisasi Misi Kristen  Gereja Inggris.[2] Sebelum memasuki awal abad ke 19 M, rombongan para misionaris dengan resmi dan teratur di kirimkan ke India  oleh Pemerintah Inggris, bahkan perusahaan-perusahaan dagang Inggris yang di India, disamping mendanai misi itu mereka memberikan hak istimewa kepada para misionaris itu. Untuk upaya…