Langsung ke konten utama

Kumpulan Puisi Cinta Nabi saw


Permata Hati
Engkaulah yang menjadi
permata hati kami
Engkaulah yang menjadi
mutiara akal ini
Engkaulah yang menerangi kegelapan jiwa ini
Engkaulah yang menunjuki jalan keselamatan
Ya…Nabiyallah
Ya…Rasulallah
Ya…Habiballah
shalawat dan salam untukmu
semoga kami dapat bertemu
denganmu …
Sumber : http://puisiislam.blogdetik.com/tag/nabi-muhammad-saw/

Rasulullah Saw
Berabad-abad sudah berlalu
namun namamu masih melekat di hatiku
tak pernah aku bertemu atau berjumpa denganmu
tak pernah aku melihat langsung dakwahmu
namun sinar cahaya itu mampu menebus jaman dan ruang
menembus perbedaan di antara seluruh umat manusia
cahaya itu tak pernah redup sampai akhir zaman
Rasulullah SAW , begitu agung namamu
bergetar hati ini , menangis , rindu bertemu dengan mu
rindu pada suri tauladan yang kau berikan
rindu pada kesederhanaan dan kepedulianmu
rindu pada kedamaian yang kau ciptakan
Rasulullah SAW , rindu pada kepemimpinanmu
Cinta dan kasih sayang mu tiada tara
Rahmatan Lil Alamin , memang itulah dirimu
Umatmu sekarang banyak yang sudah menjauhi suri tauladanmu
banyak yang sudah berubah dari koridor garis awal
pun saya merasa demikian
Rasulullah SAW , aku rindu padamu
kami rindu padamu
Rasulullah Nabi Muhammad SAW
Aku yakin sinar yang kau bawa tak kan pernah padam
Allahumma Solli Ala Muhammad
semoga shalawat itu akan tetap berdengung
hingga akhir masa nanti
Sumber: http://realylife.wordpress.com/2008/03/21/rasulullah-nabi-muhammad-saw/

Oase di Tengah Jazirah
Buah karya : Abdul Wachid BS.

Gajah-gajah abrohahkah yang kembali
menjeritkan kematian itu? Di Jazirah
di sebuah kota tua makkah : Tangis kelahiran itu
Pun nyaring ke pendengaran. Adzan semesta
kembali membuka dunia.
Lalu beribu –ribu sholawat para malaikat
menyingkap kelambu langit yang pekat.
Lalu burung-burung ababil berhamburan
menyemburkan kerikil. Adalah bara yang
bertumbuhan di kepala mereka.
Tapi, bagi bayi Akhir Nabi Ia mengucap doa semata.
Gajah-gajah abrohahkah yang kembali mengepung
jazirah itu? Mata mereka nanar
mengincar dara-dara dan dinar.
Lalu merekapun runtuh hanya buat debu dan debu.
Sedang langit tunduk, sedang pohon-pohon
kurma merunduk, sedang kafilah onta pun tertunduk.
Di Jazirah, di kota tua Makkah.
Dari sebuah rumah yang mendekat pada Ka’bah
Dari rahim Bunda Siti Aminah : Nyaring
Ayat-ayat kelahiran itu ke pendengaran insan
Lalu kembali, mendekapkan langit pada bumi yang
Sepulang Isa , lima abad disumbat berhala.
( 15 abad lalu. Di Jazirah itu
Sekarang orang-orang tinggal terkenang).
Nabi dan Akhir Nabi pernah lewat lorong
lorong Makkah. Dan menggubah sejarah
dengan doa dan air mata yang terus membasah
“Muhammad, kekasih. Air matamu itu oase yang
menggenang di tengah Jazirah
dan untuk minuman umat”
(Tetapi kini mereka menutup pintu dan hati
bagi kasidah kelahiran
Dan sepi lagi mendesak di sini
Dan gajah-gajah abrohah itupun kian gemuruh
Dan menjarah kemari sepagi ini!)
Sumber: http://putralagoma.blogspot.com/2008/12/puisi-islami.html 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Kitab Ulmumul Hadits Masa Klasik, Pertengahan, dan Modern

Oleh: Habib Ziadi PENDAHULUAN Ilmu hadits menurut Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki memiliki 3 kandungan defenisi: Pertama :  penukilan riwayat yang disandarkan kepada Rasul saw dari pernyataan yang dikatakan oleh beliau, perbuatan yang dikerjakannya, atau persetujuannya, atau sifat-sifatnya. Yakni, semua tentang diri beliau dan sejarahnya baik sebelum atau sesudah kerasulan. Termasuk apa yang dinukil dari sahabat dan tabi’in. Ilmu hadits kategori ini disebut, “Ilmu Riwayah al-Hadits.” Kedua: Metode atau jalan yang digunakan dalam sampainya hadits-hadits dari sisi keadaan para perawi, kekuatan hapalan dan keadilannya, atau dari sisi sanad, apakah ia muttasil atau munqati’. Kategori ini dikenal dengan istilah “ilmu Ushul al-Hadits”. Ketiga, pembahasan pada pemahaman makna atau mafhum ma’na dari lafazh-lafazh hadits, maksudnya berdasarkan kaidah bahasa Arab dan ketentuan syariat dan disesuaikan dengan prilaku Nabi saw. [1] Perkembangan ulumul hadits dari masa ke masa

Prof. DR. Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki Al Hasani

Biografi Singkat Kelahiran Beliau Al 'Allamah Al Muhaddits Al Sayyid Prof. Dr. Muhammad ibn Sayyid 'Alawi ibn Sayyid 'Abbas ibn Sayyid 'Abdul 'Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki al-Asy'ari asy-Syadzili lahir di Makkah pada tahun 1365 H. Pendidikan pertamanya adalah Madrasah Al-Falah, Makkah, dimana ayah beliau Sayyid Alawi bin Abbas al Maliki sebagai guru agama di sekolah tersebut yang juga merangkap sebagai pengajar di halaqah di Haram Makki yang tempatnya sangat masyhur dekat Bab As-salam. Beliau juga belajar kepada ulama-ulama Makkah terkemuka lainnya, seperti Sayyid Amin Kutbi, Hassan Masshat, Muhammad Nur Sayf, Sa'id Yamani, dan lain-lain.Sayyid Muhammad memperoleh gelar Ph.D-nya dalam Studi Hadits dengan penghargaan tertinggi dari Jami' al-Azhar di Mesir, pada saat baru berusia dua puluh lima tahun. Beliau kemudian melakukan perjalanan dalam rangka mengejar studi Hadits ke Afrika Utara, Timur Tengah, Turki, Yaman, dan ju