Langsung ke konten utama

PONPES DARUL MUHIBBIN NW MISPALAH ADAKAN PENGAJIAN SILATURRAHIM

 Para Tuan Guru yang Menghadiri Pengajian Silaturrahim
Tim Hadrah Darul Muhibbin NW Mispalah Tampil Menghibur Para Jamaah


 ******
Pada Selasa pagi hingga tiba waktu zuhur (10/1/2012) Yayasan Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah Praya mengadakan pengajian silaturrahim. Bertempat di masjid ponpes, hadir para pengurus, dewan guru, seluruh santri, dan para jamaah yang berasal dari wilayah Praya dan sekitarnya. Para jamaah itu ngiring Ummi Hajjah Siti Raihanun ZAM dan para masyaikh MDQH NW Anjani yang kebanyakan berusia muda.
Pengajian ini diawali dan dimeriahkan penampilan Tim Hadrah Darul Muhibbin yang tampil apik menghibur para hadirin. Dedi Efendi, QH selaku ketua panitia menuturkan pentingnya acara semacam ini dalam rangka peningkatan iman dan taqwa kepada Allah SWT. "Acara ini juga digagas agar silaturrahim kita dengan Ummi dan para masyaikh tidak terputus," sambutnya.
Selepas itu, pengajian dibuka oleh tausiyah dari beberapa tuan guru bajang yang baru "turun gunung" menuntut ilmu dari Madrasah As-Shaulatiyah. Satu di antaranya adalah TGH. Abdus Syukur, S.HI. "Alhamdulillah, kita beruntung diberikan kemudahan oleh Allah SWT menginjakkan kaki pergi mengaji. Mengaji adalah pintu menuntut ilmu," ujarnya. Dai muda ini juga mengulas beberapa nasihat yang pernah disampaikan oleh Mudir As-Shaulatiyah Makkah, Syaikh Majid Said, saat berkunjung ke tempat yang sama beberapa bulan silam.
Tausiyah berikutnya disampaikan oleh Mudir Ponpes, TGH. M. Shobri Azhari, QH, S.PdI. Dalam wejangannya, ia mengucapkan ribuan terimakasih atas kehadiran para walisantri dan jamaah. "Awalnya kami ragu akan kedatangan para jamaah, mengingat hampir dua hari dua malam hujan tidak kunjung reda. Namun, Alhamdulillah pagi ini cuaca cukup cerah, sehingga para jamaah beramai-ramai datang ke tempat kami." ungkapnya penuh syukur. Menurut alumni As-Shaulatiyah ini juga, semua itu tidak lepas berkat doa dan cinta para jamaah terhadap majelis ilmu.
Melihat antusiame para jamaah, tausiyah pun dilanjutkan. Kali ini disampaikan oleh dai muda juga, TGH. Mustamin Hafifi, S.HI. ia menuturkan panjang lebar perjuangan para ulama melakukan islamisasi di bumi Lombok. "Ulama yang terdepan dalam hal ini adalah guru kita semua, Bapak TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid." ungkapnya. Berkat jasa beliau, sambungnya, yang gigih membangun masjid dan madrasah sehingga digelari Abul Madaris wal Masajid banyak orang memperoleh hidayah. "Inilah yang dalam sebuah hadits Nabi diistilahkan sebagai Miftahul Khoir atau kunci kebaikan. Jadilah kita sebagai kunci-kunci itu, minimal bagi keluarga kita."katanya.
Pengajian silaturrahim ini dilanjutkan dengan sedikit sambutan dari Ummi Hajjah Siti Raihanun. Namun tidak banyak yang disampaikan oleh Ketua PBNW ini, "Apa yang disampaikan oleh para tuan guru tadi saya rasa sudah lebih dari cukup. Sekarang tinggal kita aplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari."ujarnya. pengajian diakhiri dengan doa yang dibawakan oleh TGH. Kamaruddin, QH. Selepas itu para jamaah bersama para masyaikh melakukan salat Zuhur berjamaah, kemudian pulang dengan tertib. Tidak lama kemudian, hujan gerimis pun turun.                    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Puisi Cinta Nabi saw

Permata Hati Engkaulah yang menjadi permata hati kami Engkaulah yang menjadi mutiara akal ini Engkaulah yang menerangi kegelapan jiwa ini Engkaulah yang menunjuki jalan keselamatan Ya…Nabiyallah Ya…Rasulallah Ya…Habiballah shalawat dan salam untukmu semoga kami dapat bertemu denganmu … Sumber : http://puisiislam.blogdetik.com/tag/nabi-muhammad-saw/ Rasulullah Saw Berabad-abad sudah berlalu namun namamu masih melekat di hatiku tak pernah aku bertemu atau berjumpa denganmu tak pernah aku melihat langsung dakwahmu namun sinar cahaya itu mampu menebus jaman dan ruang menembus perbedaan di antara seluruh umat manusia cahaya itu tak pernah redup sampai akhir zaman Rasulullah SAW , begitu agung namamu bergetar hati ini , menangis , rindu bertemu dengan mu rindu pada suri tauladan yang kau berikan rindu pada kesederhanaan dan kepedulianmu rindu pada kedamaian yang kau ciptakan Rasulullah SAW , rindu pada kepemimpinanmu Cinta dan kasih sayang mu tiada tara Rahmatan Lil Alamin , memang itulah

Mengenal Kitab Ulmumul Hadits Masa Klasik, Pertengahan, dan Modern

Oleh: Habib Ziadi PENDAHULUAN Ilmu hadits menurut Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki memiliki 3 kandungan defenisi: Pertama :  penukilan riwayat yang disandarkan kepada Rasul saw dari pernyataan yang dikatakan oleh beliau, perbuatan yang dikerjakannya, atau persetujuannya, atau sifat-sifatnya. Yakni, semua tentang diri beliau dan sejarahnya baik sebelum atau sesudah kerasulan. Termasuk apa yang dinukil dari sahabat dan tabi’in. Ilmu hadits kategori ini disebut, “Ilmu Riwayah al-Hadits.” Kedua: Metode atau jalan yang digunakan dalam sampainya hadits-hadits dari sisi keadaan para perawi, kekuatan hapalan dan keadilannya, atau dari sisi sanad, apakah ia muttasil atau munqati’. Kategori ini dikenal dengan istilah “ilmu Ushul al-Hadits”. Ketiga, pembahasan pada pemahaman makna atau mafhum ma’na dari lafazh-lafazh hadits, maksudnya berdasarkan kaidah bahasa Arab dan ketentuan syariat dan disesuaikan dengan prilaku Nabi saw. [1] Perkembangan ulumul hadits dari masa ke masa

Prof. DR. Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki Al Hasani

Biografi Singkat Kelahiran Beliau Al 'Allamah Al Muhaddits Al Sayyid Prof. Dr. Muhammad ibn Sayyid 'Alawi ibn Sayyid 'Abbas ibn Sayyid 'Abdul 'Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki al-Asy'ari asy-Syadzili lahir di Makkah pada tahun 1365 H. Pendidikan pertamanya adalah Madrasah Al-Falah, Makkah, dimana ayah beliau Sayyid Alawi bin Abbas al Maliki sebagai guru agama di sekolah tersebut yang juga merangkap sebagai pengajar di halaqah di Haram Makki yang tempatnya sangat masyhur dekat Bab As-salam. Beliau juga belajar kepada ulama-ulama Makkah terkemuka lainnya, seperti Sayyid Amin Kutbi, Hassan Masshat, Muhammad Nur Sayf, Sa'id Yamani, dan lain-lain.Sayyid Muhammad memperoleh gelar Ph.D-nya dalam Studi Hadits dengan penghargaan tertinggi dari Jami' al-Azhar di Mesir, pada saat baru berusia dua puluh lima tahun. Beliau kemudian melakukan perjalanan dalam rangka mengejar studi Hadits ke Afrika Utara, Timur Tengah, Turki, Yaman, dan ju